Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 36 - Gadis kecil ditengah kerumunan kota VI


__ADS_3

Setelah beberapa saat, pemilik toko itu selesai menyiap'kan pesanan noir.


“Ini pesanan anda” Ucap pemilik toko itu.


Pemilik toko itu meberi'kan donat sembari menjaga jarak. Noir mengambil donat itu dan pergi.


“Huh! gadis manis yang menyeram'kan” Ucap pemilik toko itu sembari menghela nafas.


Setelah keluar dari toko donat itu, noir melanjut'kan perjalanan-nya menuju mansion keluarga Echizen.


“Berjalan seperti ini akan memakan waktu yang lama. Sangat menyebal'kan berbaur dengan manusia untuk waktu yang lama.” ucap noir.


Sangat sulit bergerak dengan cepat di jalanan kota yang ramai. Menyadari hal itu, noir pergi ke sebuah gang di dekat-nya.


Sesampai-nya di gang itu, noir melihat sekeliling untuk memasti'kan tidak ada yang melihat-nya. Melompat dari lantai ke lantai menuju atap. Melihat dan memasti'kan arah tujuan kemudia melompat dari atap ke atap menuju mansion echizen.


Beberapa saat kemudia dia pun sampai di mansion keluarga echizen. Sebuah mansion besar yang dikelilingi dinding kokoh dan dijaga ketat oleh banyak prajurit.

__ADS_1


Seorang prajurit yang menjaga gerbang menyadari kedatangan noir. “Hey, lihat! Seorang gadis kecil sedang mendekat kemari” Ucap prajurit itu kepada rekan-nya.


Noir yang telah berada sangat dekat dengan prajurit itu memutus'kan berkunjung secara baik baik. “Permisi tuan penjaga, bisakah aku menemui laurenvino echizen?” Ucap noir kepada prajurit itu.


Prajurit itu diam beberapa saat sembari memperhati'kan noir. “Gadis kecil kamu tidak boleh memanggil seorang bangsawan tanpa menyerta'kan penghormatan. Ini bukan taman bermain, pergilah bermain ke tempat lain” Ucap prajurit itu sembari memberi'kan sebuah permen.


“Aku putri tidak sah dari laurenvino echizen. Kata'kan pada vino bahwa Charlotte Echizen datang berkunjung”



Prajurit itu berbalik dan masuk ke bagian dalam mansion. “Hey pelayan wanita yang disana! Bisakah kamu kesini sebentar” Ucap prajurit itu.


Pelayan itu berlari kearah prajurit yang memanggil-nya “Ada yang bisa saya bantu” Tanya pelayan itu.


“Tolong beritahu'kan kepada tuan vino bahwa anak tidak sah nya yang bernama Charlotte datang berkunjung” Ucap prajurit.


Mendengar perkataan prajurit itu membuat pelayan wanita ini terkejut. “Saya akan segera menyampai'kan-nya” ucap pelayan itu sembari berlari menuju tempat dimana vino berada.

__ADS_1


Dia berlari dan masuk kedalam mansion, saat hendak menaiki tangga menuju lantai 2 dia bertemu dengan pelayan lain-nya yang sedang membersih'kan lantai.


“Hati-hati! Lantai-nya licin jadi jangan berlari!” Ucap pelayan yang sedang membersih'kan lantai.


Dia berhenti berlari mendengar perkataan rekan-nya itu. “Ini keadaan darurat, apa kamu dimana tuan vino sekarang?” ucap-nya


“Tuan vino sedang minum teh bersama nyonya yolda ditaman bunga” Ucap pelayan yang sedang membersih'kan lantai itu.


Dia berbalik dan kembali berlari menuju taman bunga dibelakang mansion. Dengan nafas yang terengah-engah, dia pun sampai ditaman bunga dimana vino berada.


“Apa yang terjadi, kenapa kamu berlari? apakah ada keadaan darurat.” Ucap vino setelah melihat pelayan-nya yang sedang terengah-engah.


“Tuan vino, ini darurat! Anak tidak resmi tuan yang bernama Charlotte datang berkunjung. Akan gawat jika nyonya yolda mengetahui hal ini!” Ucap pelayan itu kepada vino.


“Kamj bilang akan gawat jika yolda mengetahui-nya. Tapi sekarang ada yolda disampingku dan dia mendengar semua perkataan-mu”


Suasana minum teh yang damain tiba tina berubah menjadi sangat mencekam

__ADS_1


__ADS_2