Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 32 - Gadis kecil ditengah kerumunan kota II


__ADS_3


“Sial! Aku sudah mencari berjam-jam tapi aku belum menemu'kan lokasi aira. Bahkan aku tidak mendapat'kan petunjuk sedikitpun”


Berjalan dan mencari disetiap sudut kota sembari bertanya kesana-kemari untuk mendapat'kan sebuah petunjuk.


Meski sudah berjalan berjam-jam, itu tidak cukup untuk membuat fisik noir kelelahan. Tapi mencari-cari tanpa membuah'kan hasil membuat-nya menjadi sangat kesal.


Terlebih lagi dengan wujud gadis kecil membuat-nya terlihat seperti anak yang kehilangan ibu-nya.


Seorang pria paruh baya menunduk didepan noir dan berpicara pada-nya


“Hai gadis kecil, apakah kamu terpisah dari ibu-mu?” Ucap seorang pria paruh baya itu kepada noir.


Bersikap layak-nya seorang gadis kecil, noir menjawab perkataan pria itu.


“Apakah paman tahu dimana ibu-ku berada?”


Pria itu tersenyum karna dia berpikir bahwa dia telah mendapat'kan mangsa yang polos dan mudah untuk dimangsa. “Tentu paman tau dimana ibu-mu berada.”


Noir tersenyum girang dengan dengan wajah yang penuh dengan ekspresi senang-nya.


“Bisakah paman mengantar-ku ketempat dimana ibu-ku berada?”

__ADS_1


Pria paruh baya itu berdiri dan menggenggam tangan noir “Ikutlah, paman akan mengantar'kan-mu ketempat ibu-mu” ucap pria itu sembari mulai berjalan kearah tempat yang sepi.


Mereka berjalan beberapa saat hingga tibalah mereka disebuah gang sempit yang sepi. Pria itu berhenti melangkah.


“Kenapa paman berhenti? Kita kan belum sampai.” Ucap noir kepada pria paruh baya itu


Pria itu mengeluar'kan kain dan seuntai tali untuk mengikat dan menutup mulut noir.


Pria itu tersenyum kepada noir dan berkata “Bisakah kamu memberi'kan tangan-mu ada paman”


Setelah selesai berbicara seketika noir menghilang dari hadapan-nya. Pria paruh baya itu terkejut karna seorang gadis kecil dihadapan-nya itu tiba tiba menghilang.


Disebuah gang sempit yang terisolasi dari keramai-an kota. Seorang pria berdiri diujung gang itu sembari melihat kesana-kemari mencari gadis kecil yang tiba tiba menghilang dihadapan-nya itu.


“Di, dia hilang?” Ucap pria paruh baya yang tengaj kebingungan itu.


Pria itu mulai melangkah'kan kaki-nya dan berjalan keluar dari gang itu. Namun saat dia hendak keluar, Seseorang terlihat berdiri diatas gang didepan-nya.


“Siapa yang mengizin'kan-mu untuk keluar dari tempat ini” Ucap orang itu


“Ah sial! aku berhalusiansi lagi” Ucap-nya setelah melihat orang diatas gang itu sembari lanjut berjalan.


Orang diatas gang itu tidak lain dan tidak bukan adalah gadis kecil yang tadi-nya tiba-tiba menghilang di hadapan pria paruh baya itu. Orang itu adalah noir!

__ADS_1


Saat pria tepat dibawah-nya, noir terjun sembari memberi'kan tendangan tumit kearah kepala pria itu.


Menyadari apa yang dia lihat bukanlah halusinasi. Pria itu mencabut pisau yang ada di ikat pinggang-nya dan menghadang tumit noir dengan bilah pisau-nya.


Sesaat sebelum tumit-nya menghantam bialh pisau milik pria paruh baya itu. Noir mengubah tendangan tumit-nya menjadi tendangan memutar kesamping.


Tendangan itu menghasil'kan gelombang sehingga terjadi perubahan arah yang menyebab'kan noir terpental kesamping dan menghantam tembok.


“Sial, serangga ini lebih hebat dari yang ku kira” Ucap noir


Terlambat sebentar saja maka aku akan kehilangan tumit-ku untuk beberapa saat.


Noir berdiri dan memperpendek jarak-nya agar pria itu masuk dalam area serangan-nya.


Menyadari niat noir, pria itu memberi'kan tebasan horizontal untuk mencegah noir memperpendek jarak.


Noir terus maju dan mengangkat siku-nya. Pukulan siku dilontar'kan-nya pada jari-jari pria itu sehingga pisau di genggaman-nya terlepas.


“Kau bajin9and!” Ucap pria itu sembari menahan rasa sakit pada jari-jari nya.


“Selamat tinggal” Ucap noir sembari memberi'kan senyuman manis-nya


Noir memberi'kan pukulan lurus yang mengakibat'kan hancur-nya tulang rusuk dan jantung sehingga mencipta'kan sebuah lubang pada tubuh pria itu.

__ADS_1


Pria ini bisa bertarung jadi bisa dipasti'kan bahwa dia bukanlah pedofil. Apakah dia ini adalah seorang pedagang budak, dia berniat menculik dan menjadi'kan ku budak untuk dijual pada seorang pedofil. Dasar serangga yang menjijik'kan


“Roh pemangsa! Telan mayat-nya dan jangan sisa'kan setetes darah pun.”


__ADS_2