Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 29 - Kedepan-nya


__ADS_3

“Mengobrol sambil berdiri seperti ini terasa tidak nyaman. Ikut aku, akan kubawa kalian ke ruang tamu milik-ku”


“Kapten, apakah kita harus mengikuti-nya? ini mungkin saja sebuah perangkap.” ucap salah seorang kesatria kepada vino.


Noir tersenyum kearah para kesatria itu.


“Kalian tidak perlu takut, aku tidak akan membunuh kalian selama kalian tidak mencoba membunuh-ku”


Noir berjalan kearah pohon kehancuran kemudian vino dan para kesatria itu mengikuti noir menuju pohon kehancuran.


Monster-monster yang tek terhitung jumlah-nya menatap mereka dengan tatapan yang tajam.


“Ambil atau buat'kan benda apapun untuk mereka guna'kan sebagai tempat duduk!” Ucap noir kepada para monster yang berdiri di sekeliling pohon kehancuran.


Para monster itu dengan segera menyedia'kan tempat duduk sesuai dengan jumlah para manusia itu.


Noir pun duduk di tempat duduk-nya sembari mempersilah'kan para manusia itu untuk duduk.


“Silah'kan duduk, akan lebih nyaman mengobrol seperti ini!”


Para kesatria itu duduk namun mereka masih bersiaga seakan-akan mereka masih waspada terhadap-ku. Lalu, apa yang harus aku laku'kan pada ayah. Dia tidak berniat melawan-ku jadi tidak ada alasan bagi-ku untuk membunuh-nya.


Namun, apakah mama akan membiar'kan para manusia ini datang dan pergi begitu saja dari teritori-nya.


“No~ir!”

__ADS_1


Suara ini, apakah itu mama?. Mama berbicara langsung kedalam pikiran-ku.


“Ada apa, mama?”


“Kamu ingin mengobrol dengan ayah-mu tanpa gangguan kan!. Maka dari itu aku akan membuat manusia-manusia itu pingsan dan menghapus ingatan-nya. Dengan ini kamu bisa mengobrol panjang lebar dengan ayah-mu”


“Terima kasih, mama”


Para kesatria itu kehilangan kesadaran-nya dan tergeletak di tanah.


“Enoh! Apa, apa yang terjadi pada mereka” ucap vino yang terkejut melihat para bawahan-nya yang tiba-tiba roboh ketanah.


Ayah sangat terkejut ketika para kesatria itu tiba tiba kehilangan kesadaran. Mungkinkah dia mengira bahwa aku membunuh mereka.


“Enoh, apa yang akan kamu laku'kan untuk kedepan-nya?” Ucap vino dengan wajah murung-nya.


Untuk kedepan-nya!? Mungkinkah yang dia maksud itu tentang takdir-ku.


“Tentu saja aku akan melaku'kan hal yang sudah menjadi takdir-ku.”


Vino pun mengangkat wajah-nya kemudian menatap noir dengan mata yang mulai basah.


“Apakah kamu akan tetap membunuh?” Ucap vino sembari menahan air mata-nya.


Karna takdirku adalah membinasakan kehidupan di dunia, maka sudah pasti aku akan tetap membunuh untuk kedepan-nya

__ADS_1


“Aku terlahir untuk menjalani hidup sesuai takdir-ku. Karna takdir-ku adalah untuk menghancur'kan, maka aku akan hidup untuk menghancurkan.”


“Maaf'kan aku karna membuat-mu terlahir ke dunia dengan takdir yang seperti ini”


“Itu bukanlah salah-mu, jad kamu tidak perlu merasa bersalah”


“Enoh, apakah suatu saat kamu akan mengunjungi yolda? Dia sangat ingin bertemu dengan-mu”


Apa yang terjadi pada ibu setelah aku dikalah'kan oleh satan.


“Tentu saja aku akan menemui ibu suatu saat nanti”


“Kumohon temui dia secepat-nya, aku tidak tega melihat dia bersedih karna ingin bertemu dengan-mu”


Apakah ibu masih berduka setelah kehilangan-ku.


“Ayah, tolong kata'kan pada ibu untuk jangan bersedih dan tetap menjaga kesehatan-nya karna aku akan menemui-nya sesegera mungkin.”


“Aku pasti akan menyampai'kan-nya”


Aku tidak bisa berlama-lama mengobrol seperti ini, aku harus berlatih untuk menjadi lebih kuat dan membunuh siapapun yang menghalangi-ku.


“Kita sudahi dulu pembicara-an ini, aku memiliki urusan penting jadi aku berharap ayah segera kembali”


Noir dan monster-monster itu pun menghilang entah kemana dan para kesatria yang pingsan kembali sadar dengan ingatan tentang noir yang telah terhapus.

__ADS_1


__ADS_2