Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 25 - Kolaborasi Member THC : Ankoro Mochi Mochi


__ADS_3


Episode spesial dari kolaborasi member THC


Ditulis oleh


- Darkbuuble


- Egle Xaliza


- Mal M


Cerita ini sangat berhubungan dan memiliki sangkut paut dengan alur cerita asli dari novel Anak Dari Pohon Kehancuran!


********


Gilbert Emilio dari Novel sayap pelindung.


Ditulis oleh Egle Xaliza


Gilbert Emilio merupakan Anak pertama dari boss perusahaan ternama di Indonesia. Nama keluarganya sungguh terpandang di mata masyarakat, akan kekayaannya dan kedermawannya. Oleh karena itu, seluruh keluarganya bersumpah akan terus menjaga nama baik keluarga mereka.


Namun….


“Aku sudah memutuskan, bahwasannya akan menikahi Violet. Ayah Ibu.”


Semua itu tercoreng, hanya karena Gilbert akan menikahi seorang Gadis yang buta lagi lumpuh.


“Apa kau sadar, apa yang kau katakan ini Gilbert. Dan apa kau sadar, dampak masalah keluarga kita jika kau menikahi Gadis sepert dia.” Ujar Ayahnya dengan suara tertekan, yang berusaha menahan emosinya.


“Ya, tentu Aku tahu Ayah…. Bahwasan satu-satunya masalah disini adalah, Aku akan bahagia bersama Violet dan kalian sangat tidak menyukai itu.”


“Lancang sekali kau Nak!” Teriak ibunya yang dengan emosi, ingin menampar anaknya, namun di tahan oleh Ayahnya.


Hanya demi bersama Violet, Gilbert akan melakukan apapun. Walaupun itu harus memakai cara yang sangat Gila.


“Gil, Gilbert ibu mohon ja, jangan lakukan hal gila seperti itu.”


( Sfx : Dorrrr. )


Hanya beberapa gertakan, ia mampu meluluhkan Hati kedua orang tuanya. Walaupun memakai sedikit paksaan.


Singkat cerita Gilbert akhirnya menikah dengan sosok pujaan Hatinya. Mereka adalah pasangan yang sangat bahagia, terutama Gilbert. Karena semenjak menikah bersama Violet, Ia sangat aktif dan selalu tersenyum. Bisa di lihat dari wajahnya yang selalu bahagia, jika membicarakan istrinya. Namun sepertinya kebahagiannya, tidak berlangsung selamanya.


Hingga ia melihat, istrinya yang sangat ia cintai. Terkapar di lantai dan bersimbah penuh darah, akibat luka tusuk yang berada tepat di perutnya.


Hatinya sangat hancur melihat hal itu.


Dengan jatung yang tidak beraturan, dengan nafas yang sesak tidak karuan. Ia mencoba menelpon, namun Hpnya juga ikut sekarat.


Ia mencoba cara lain, dengan berniat membawa istrinya ke rumah sakit. Namun lagi-lagi, ia melihat ban mobilnya telah bocor.


Tidak menyerah, Ia meminta bantuan ke tentangga sekitar. Namun tidak ada satupun yang membukakan pintu untuk dirinya, bahkan menjawabnya saja tidak ada.


Kalo begini tidak ada cara lain.


Ia berlari, terus berlari.


Dengan mengendong sang Istri yang tengah sekarat, ia akan terus berlari.


Tak peduli seberapa jauh jaraknya, ia terus berlari.


Namun…..


Istrinya tidak bisa bertahan lebih lama lagi, dan saat itu juga istrinya meninggalkannya.


Larinya perlahan melambat hingga di titik ia berhenti, dan akhir ia hanya bisa terduduk sendirian di tengah jalan yang sepi. Seraya mendekap mayat istrinya dengan berlinang Air mata.


Ia bahkan belum mengucapkan selamat tinggal.


Di waktu yang sama, hujanpun turun seperti ikut merasakan apa yang ia rasakan.


Dalam berlingan Air mata, ia menatap ke arah langit malam yang ikut meneteskan Air mata.


“Yaa Tuhannn. Aku Mohonnn, Aku Mohonnnn, Aku Mohonnn Ya Tuhan Jangan Kau Ambil Istriku Dari Hidupkuu. Aku Masih Ingin Melihat Senyumannya, Aku Masih Ingin Melihat Bahagianya, Aku masih ingin melihat Nyanyiannyaaa, Aku masih ingin melihat tawanyaa.”


Tiba-tiba datang sebuah Cahaya terang dari arah utara. Ia langsung berpaling menatap yang rupanya, sebuah Bus besar sedang mengarah kesini dengan kecepatan tinggi.


Istrinya adalah alasan ia tetap hidup.


Istrinya adalah alasan ia tetap berjuang.


Namun sekarang.....


"Ya tidak ada alasan lagi Aku terus berada di Dunia ini. Maafkan


Aku Ayah, ibuu… Aku sungguh menyayangi kalian berdua."


Dengan sebuah senyuman yang terlukis di wajahnya. Seketika saja, Bus tersebut langsung menabrak dirinya bersama jenazah Istrinya yang berada di dalam pangkuannya.


Dan saat itu juga, Gilbert mati dalam keadaan memeluk istrinya.


Namun sesungguhnya, ia sama sekali tidaklah mati.


Tepat sebelum tubuhnya tertabrak. Tiba-tiba di bawahnya, terdapat lingkaran sihir misterius yang membawanya ke dunia lain. Dan yang akan mengubah takdirnya.


*********


Wal Wisteria dari Prince Form Another World


Ditulis oleh : Mal M


Wal Wisteria, siapa yang tidak tau dan tidak kenal dengan sosok tersebut dibenua Euphelia?. Pemuda berumur 16tahun yang berhasil menguasai seluruh benua Euphelia dengan kekuatannya, dan juga berhasil membersihkan yang namanya "IBLIS" dari benua Euphelia.


Dia adalah anak dari Ratu Youko Azure Vermillion, dan Raja Vistor Azure Vermillion dari kerajaan Azure. Semua orang berpikir begitu, namun sebenarnya dia adalah seorang 'Reincarnator' yang ditugaskan oleh dewa untuk menghentikan perang besar dan rencana bangsa iblis.


Dia di berikan berkah dan banyak kemampuan oleh dewa sebagai bekal untuknya di dunia yang baru, dunia yang dipenuhi oleh Monster, dan api perang dimana-mana.


Selama 16 Tahun, dia lakukan hanya untuk memperkuat dirinya dan membuat pasukan Monster yang kedepannya akan dia pakai untuk menyerang dan menundukkan semua kerajaan dibenua Euphelia dibawah kepemimpinan nya.


Usahanya selama 16 tahun tidak sia-sia, dia telah menjadi seorang Demigod, dan mempunyai pasukan monster yang ditakuti oleh semua Kerajaan dibenua Euphelia.


Setelah menguasai Benua Euphelia, Mal berencana untuk menguasai empat benua lainnya.


Namun rencana Mal untuk menguasai seluruh benua harus kandas karena sebuah kejadian yang tak lazim menimpa dirinya. Malam hari, seperti biasa dia tidur di kasur empuknya yang ada dikerajaan Wisteria. Namun ketika dia terbangun dia mendapatkan dirinya sendiri ada di sebuah akar dari pohon yang sangat besar.


*********


Enoh echizen (Noir NoViFanD), Anak Dari Pohon Kehancuran


Ditulis oleh dark buuble


Seorang anak laki laki terlahir dari keluarga pasangan echizen, Tentu saja itu akan menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi pasangan Vino dan yolda.


Namun, Vino tidak pernah menyangka jika anak yang terlahir dari istrinya merupakan makhluk yang sangat ditakuti oleh semua orang di dunia ini.


Meskipun dia seharusnya membunuh anaknya, namun dia tidak sanggup untuk membunuh darah dagingnya sendiri sehingga dia memutuskan untuk meninggalkan anaknya di dalam hutan agar bisa bertahan hidup. Karna jika orang orang mengetahui keberadaan anaknya, maka seluruh orang dimuka bumi akan melakukan penyerangan untuk membunuh anaknya itu.


5 bulan telah berlalu semenjak vino membuang anaknya dihutan, Sekarang anak itu telah tumbuh menjadi sebesar anak berumur 8 tahun dan menjadi huru hara yang ditakutkan oleh seluruh dunia.


Dia memiliki dua nama yaitu Enoh Echizen yang didapatnya dari orang tuanya dan Noir NoViFanD yang dia dapat dari seorang gadis yang pernah menyelamatkanya.


Sebagai apostel dari pohon kehancuran. Dia mengemban takdir tabu sebagai anak dari pohon kehancuran, Yang suatu saat pasti akan menghancurkan segala yang ada di dunia.


********


Gilbert berkedip berkali-kali untuk mengembalikan pandangannya yang kosong menjadi normal kembali.


Ia merasa seperti telah terjadi sesuatu, namun ia tidak dapat mengingat apapun tentang hal itu. Tidak, bahkan ia sama sekali tidak mengingat masa lalunya. Pikirannya benar-benar kosong.


“ Tetaplah di belakangku.”


Ketika ia mendengar suara tenang tersebut, Gilbert menyipitkan kedua matanya dan mendongak dengan tatapan yang tajam.


Itu terlihat putih.


Bukan keputihan yang polos, melainkan keputihan yang memberi rasa tenang, kenyamanan, kedamaian. Bagi mereka yang lelah.


“ Si, Siapa kau?” Ujar Gilbert dengan suara yang lemah, seraya mencoba bangkit berdiri.


“ …Jangan memaksakan diri untuk bergerak. Biar Aku yang mengurus tempat ini dan kalian beristrirahatlah.” Jawab pria berjubah putih biru itu, dengan melirik ke belakang. Yakni ke arah Gilbert yang sedang terduduk tak berdaya di tanah.


Di belakangnya, dia bisa melihat para mosters yang dengan panik menyerang pria berjubah tersebut. Menikamnya dengan pedang, menariknya, dan meninjunya.


Namun, pria berjubah tersebut benar-benar mengabaikannya. Dia berbicara padanya seolah-olah tidak ada yang terjadi.


Pria itu berbalik dan menoleh ke belakang karna merasakan ada sesuatu datang.


Seseorang anak yang terlihat masih berumur 8-10 tahun tiba tiba berada di dekat kami.


“Hentikan serangan kalian!” Ucapnya dengan nada yang berat.


Seketika semua monster yang awalnya menyerang dengan membabi buta berhenti bergerak. Dan para monster itu tunduk pada anak kecil itu.


“Apakah kalian sudah tahu alasan kalian berada di sini?” Ucapnya dengan wajah yang datar dan sedikit senyum bengis di bibirnya.


“Saat aku membuka mataku, aku sudah ada disini, apakah kamu tahu ke apa kami ada disini” Ucap pria berjubah kepada anak itu.


“Yaa, aku tahu! sebelum itu, perkenalkan namaku Noir NoViFanD, Penguasa tempat ini.”


“Namaku Mal wisteriaa”


“Namaku Gilbert”


Nama anak itu adalah noir, meski terlihat kecil dia adalah penguasa tempat yang dihuni oleh monster monster mengerikan ini. Dan pria baik yang telah melindungiku tadi bernama Mal.


Para monster berjalan kearah kami dengan membawakan sebuah singgasana untuk diduduki oleh Noir.


Noir pun duduk diatas singgasana yang telah disediakan untuknya.


“Baikalah, alasan kalian berada disini adalah, untuk membunuh ankoro mochi mochi. Ditubuh kalian dipasang sebuah kutukan, jika kalian membunuhku maka kalian tidak akan pernah kembali ke dunia asal kalian. Dan jika kalian membunuh ankoro mochi mochi secara otomatis kalian akan dikembalikan ke dunia asal kalian”

__ADS_1


Mal yang terlihat sangat jengkel karna tingkah noir pun menjawab perkataanya dengan kesal


“Ankor atau apalah aku tidak peduli, aku akan membunuhmu dan mencari cara untuk kembali ke duniaku”


Sebuah pedang tiba tiba muncul dihadapan mal dan mencoba menebas noir. Jika noir mati maka aku tidak akan pernah kembali kedunia ku, akupun memberanikan diri untuk menghentikan Mal


“Mal, kumohon! aku sangat ingin pulang jadi jangan bunuh dia”


Mal menurunkan pedangnya dengan sangat kesal. “Cih!!”


Noir hanya tersenyum ketika melihat Mal yang mencoba menyerangnya.


“Jadi siapakah Ankoro mochi mochi itu, apakah dia seorang kriminal?” Aku pun bertanya karna penasaran.


“Ankoro mochi mochi adalah Sang apostel dari pohon kehidupan. Pohon besar yang tumbuh di ranah yang tidak bisa dijangkau seorangpun didunia ini. Dia diutus oleh sang pencipta untuk menyebarkan kehidupan di dunia yang awalnya hanyalah tanah tandus tanpa kehidupan. Bisa dibilang dia adalah nenek moyang dari segala kehidupan yang ada didunia ini.


Dengan bekal kekuatan yang amat dasyat dan kemampuan menciptakan kehidupan baru, dia mengubah seluruh dunia menjadi tempat tinggal dari berbagi makhluk hidup yang saling berinteraksi dengan hubungan timbal balik dan keterkaitan satu sam lain.


Dia sudah seperti saudara bagiku, karna kami merupakan apostel yang dikirim oleh sang pencipta. Namun, kami diutus dengan tugas yang sangat berkebalikan.


Dia memiliki tugas untuk menciptakan kehidupan, sedangkan aku dikirim oleh pohon kehancuran untuk menghancurkan segalanya yang ada di didunia ini.


Meskipun dia memiliki kekuatan yang jauh sangat sangat kuat, Dia ditakdirkan untuk mati setelah aku diutus. Setelah sesuatu diciptakan, maka akan ada seseorang yang diutus menghancurkanya.


Aku Noir NoViFanD


Maka akulah yang akan diutus untuk mengakhiri sejarah panjang kehidupan yang ada didunia ini. ”


Gilbert merasa menjadi beban karna dia tidak memiliki kekuatan untuk bertarung. Dia mencoba bertanya, apa alasan dia dipanggil karna alasan dia dipanggil akan menentukan berguna atau tidak dia dalam pertempuran nantinya.


“Mal memiliki kekuatan diluar nalar manusia! jadi wajar jika dia dipanggil. Tapi, kenapa aku yang hanya manusia biasa dipanggil untuk mengalahkan makhluk dengan kekuatan yang mengerikan itu”


Apa yang dia maksud dengan manusia biasa?


“Apakah kalian tidak ingat?”


“Tentang apa?”


Apakah dia tidak mengingat tentang masa lalunya? Dia menanyakan tentang dirinya sendiri, dengan kata lain orang ini telah kehilangan ingatannya ketika bereinkarnasi. Aku salut pada satan yang masih memiliki ingatan meski telah bereinkarnasi puluhan kali.


“Mama, Atau yang orang orang panggil dengan sebutan pohon kehancuran telah memanggil kalian untuk bertarung melawan ankoro mochi mochi. Alasanya karena kalian merupakan reinkarnasi dari orang orang kuat dimasa lalu.


Gilbert, kamu merupakan reinkarnasi dari pemimpin perang besar melawan Manamere bluegarrel. Orang yang memiliki kekuatan sedikit lebih kuat dari raja iblis kuno, Satan.


kamu memimpin 4 panglima terkuat kerajaan kuno. yaitu, pahlawan manusia elios, Raja demi human Muzaka, Ratu Elf Emilia clarke dan raja iblis Satan.


Mal, kamu merupakan reinkarnasi dari seorang ahli sihir paling kuat dalam sejarah, yaitu panglima elf Eleanore. Dengan kekuatan dan kapasitas sihir yang luar biasa, kamu menjadi huru hara yang sangat ditakuti dimedan perang.


Perang besar melawan ratu Vampir Manamere bluegarrell berakhir dengan terbunuhnya sang ratu vampir. Karna tugas yang diemban sudah selesai, Kalian para petinggi perang memutuskan untuk menggunakan sihir reinkarnasi.


Namun, saat para petinggi perang besar menghilang. Keserakahaan menelan hati Setiap ras sehingga terjadilah perang antara ras untuk memperebutkan kekuasaan tertinggi dimuka bumi.


Energi negatif yang dihasilkan dari peperangan melahirkan benih sang kehancuran. Menjadikan Darah prajurit prajurit yang tewas sebagai pupuk untuk pertumbuhanya, pohon kehancuranpun tumbuh sebagai awal mula terjadinya kehancuran sesungguhnya.


Dan akupun dilahirkan sebagi huru hara terbesar sepanjang sejarah peradaban yang akan menghancurkan dunia.


Sekarang, kalian dipanggil kembali dari dunia yang berbeda beda. Untuk menjalankan tugas untuk membunuh apostel sang kehidupan.


Namun, sayangnya kalian kehilangan ingatan dan juga kekuatan kalian dimasa lalu. Aku butuh pemicu untuk membangkitkan diri kalian sepenuhnya”


“Aku awalnya adalah seorang penyihir elf yang bereinkarnasi menjadi manusia biasa, Kemudian meninggal dan bereinkarnasi lagi menjadi Mal wisteria. Dengan kata lain, Aku sudah bereinkarnasi sebanyak dua kali”


“Ya, bisa dibilang begitu!”


Yaa, aku hanya bisa berharap mereka mengerti apa yang aku katakan.


Disaat Noir menceritakaan itu,


Tiba tiba sesuatu meluncur dari langit dan menghantam tanah.


Noir dan mal menghindar sedangkan Gilbert yang hanya manusia biasa terpental karna gelombang kejut nya dan terluka parah.


Mal mengeluarkan aura Demigod nya, tubuh Mal dipenuhi oleh aura emas dan kedua bola matanya berubah menjadi berwarna emas


"SIALAN, berani-beraninya kau menyerang kami secara tiba-tiba," ucap Mal kesal.


Mal menatap sosok yang tadi mencoba melukai dirinya dengan tatapan marah dan diam-diam dia sedang menggunakan skill Aprasial nya ke sosok yang ada didepannya.


Ankoro mochi mochi


RAS: Supreme God


JOB: -


LEVEL: [???]


TITLE: Apostel Sang kehidupan. Anak dari pohon kehidupan.


"Dia adalah orang yang harus kukalahkan?, dia adalah Dewa tertinggi. Aku yang seorang setengah dewa mana bisa mengalahkan dia,"


Mal menutup kedua matanya, dan aura emas yang keluar dari dalam tubuhnya semakin banyak dan semakin tebal.


Ketika Mal membukak kedua matanya, mata sebelah kiri dia yang tadi mengeluarkan darah telah sembuh. Karena dia mempunyai kemampuan regenerasi yang sudah ada ditingkat S.


"Excalibur,"


Pedang besar berwarna emas dan mengeluarkan aura suci yang kuat, tiba-tiba muncul di depan Mal.


Pedang tersebut, adalah pedang suci Excalibur.


"KELUARLAH," teriak Mal.


Di bayangan tubuh Mal, keluar 50 puluh naga hitam besar dan kedua matanya berwarna merah menyala.


50 naga tersebut adalah makhluk panggilan milik Mal, dan sebenarnya naga-naga tersebut bukan sepenuhnya seekor naga, melainkan undead Dragon


Naga yang telah mati, namun oleh mal dibangkitkan kembali dengan skillnya.


Kelima puluh Naga tersebut terbang diatas langit tempat Mal berdiri.


"Hanya mainan," ucap Ankoro mochi mochi.


Ankoro mochi mochi , mengibaskan tangannya keaatas kelima puluh naga undead milik Mal yang terbang di atas langit. Sebuah gelombang energi angin tercipta ketika Ankoro mochi mochi mengibaskan tangannya.


Gelombang energi tersebut, memotong ke-lima puluh naga undead milik Mal. Ke-lima puluh naga undead menjadi bayangan hitam dan kembali masuk kedalam bayangan Mal.


SHING


Mal tiba-tiba menghilang dari tempatnya berdiri, dan muncul dibelakang Ankoro mochi mochi.


Ketika dia ingin menebas kepala Ankoro mochi mochi dengan pedang Excalibur, Ankoro mochi mochi menghilang dari penglihatan Mal, dia menghilang dan berada di belakang Mal.


SHING


Mal kembali menghilang, dan kembali ketempat semula dia berdiri.


"Excalibur ultimate: Ultimate Slash,"


Mal menebaskan pedangnya secara horizontal, gelombang energi besar yang berbentuk bulan sabit berwarna emas, melesat dengan cepat menuju Ankoro mochi mochi.


"Excalibur ultimate: Rain Sword Excalibur,"


Dengan tiba-tiba muncul awas emas di langit yang biru, diatas Ankoro mochi mochi.


"Turunkan,"


Belum sampai gelombang energi besar berbentuk bulan sabit dan berwarna emas kepada Ankoro mochi mochi, ratusan pedagang berwarna emas yang turun dari awan berwana emas menghujani Ankoro mochi mochi yang berada di bawah.


Namun ketika gelombang energi dan hujan pedang akan mengenai tubuh Ankoro mochi mochi, semuanya berhenti bergerak.


CTIKK (suara jentikan jari)


Ankoro mochi mochi menjentikkan jarinya, dan semua skill yang Mal keluarkan dan mengarah kepadanya menghilang ntah kemana.


"Skill apa itu," benak Mal.


"Sylph," teriak Mal.


Sebuah cahaya bulat kecil berwarna hijau keluar dari tubuh Mal, dan terlihat sosok


Peri kecil yang mempunyai telinga runcing seperti ras Elf. Dia adalah spirit Sylph sekaligus spirit milik Mal.


"Salamander," teriak Mal.


Sebuah cahaya bulat kecil berwarna merah kembali keluar dari tubuh Mal, tak lama setelah itu terlihat kadal merah yang kepalanya terbakar oleh api. Kadal tersebut adalah Spirit Salamander.


Mal melemparkan pedang Excalibur dengan sekuat tenaga kearah Ankoro mochi mochi.


Pedang Excalibur berbelok-belok walalupun Mal melemparkannya secara lurus, dan pedang Excalibur terbakar oleh api yang sangat berwarna merah menyala.


"Call meteor,"


Dengan kepalan tangannya, Mal meninju tanah yang ada dibawahnya.


BOOM


Tak lama setelah suara dentuman tinju terdengar, di atas langit terlihat sebuah bata besar yang sedang melesat kebawah dengan sangat cepat.


Pedang Excalibur yang dikendalikan oleh Spirit Sylph dan gabungkan dengan api milik spirit Salamander, menyerang Ankoro mochi mochi dengan membabi buta.


Namun Ankoro mochi mochi, tidak terlihat kerepotan menahan pedang Excalibur. Bahkan dia hanya mengunakan kukunya yang tajam dan lumayan panjang untuk menahan pedang Excalibur.


"Tch.. Sialan dia masih bermain-main denganku, baru kali ini aku direndahkan seperti ini," ucap Mal berdecak kesal ketika melihat Ankoro mochi mochi menahan pedang Excalibur yang dikendalikan oleh Spirit Sylph dengan kuku jarinya.


Batu besar yang turun dari langit sudah dekat dengan tanah dan akan mengenai Ankoro mochi mochi, awalnya Ankoro mochi mochi tidak tau kalo ada batu besar yang turun dari langit mengarah kepadanya.


Ketika baru tersebut sudah sangat dekat dengannya, Ankoro mochi mochi melihat keatas langit sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya menahan tebasan dari pedang Excalibur.


Batu besar yang sudah sangat dekat dengan tanah dan akan mengenai Ankoro mochi mochi, tiba-tiba terpotong menjadi dua bagian.


BAMM

__ADS_1


suara batu besar jatuh ketanah.


Dua bagian baru tersebut jatuh ketanah, dan sama sekali tidak ada yang mengenai tubuh Ankoro mochi mochi. Kedua batu tersebut jatuh sangat dekat dengan sisi kiri dan kanan Ankoro mochi mochi.


"Skill apa itu sebenarnya, semua skill terkuat ku tidak ada satupun yang bisa melukai nya," ucap Mal.


"Jika sihir tidsk bisa melukai nya, maka akan ku coba dengan..."


Mal mengambil kuda-kuda, seperti bersiap untuk melesat.


Dan benar saja, Mal tiba-tiba berada dibelakang punggung Ankoro mochi mochi.


"Dengen tinju ku,"


"Hyahhh...


Tangan kanan Mal dikepalkan sangat kuat, dan dengan semua tenaga yang dia miliki, Mal mengarahkan tinju nya kearah leher Ankoro mochi mochi.


CLEB


Tinju yang mengarah ke leher Ankoro mochi mochi, berhenti dan tangan kanan Mal mengerluarkan darah.


Ternyata dengen jari telunjuknya, Ankoro mochi mochi menahan tinju dari Mal. Sampai-sampai telunjuk jari Ankoro mochi mochi menusuk tangan Mal.


"Aku masih punya kaki,"


Mal menendang sekuat tenaga kaki Ankoro mochi mochi dengan kaki kirinya.


KREK


Terdengar suara seperti tulang yang patah, suara tersebut berasal dari tulang kaki kiri milik Mal yang patah.


*SHING


Mal menghilang menjauh menjaga jarak dari Ankoro mochi mochi, menuggu kaki kiri nya yang telah patah sembuh.


"Heh kenapa kaki ku tidak kunjung sembuh?," tanya Mal heran karena kaki kirinya yang patah tidak kunjung sembuh padahal dia mempunyai kemampuan regenerasi tingkat S.


*SHING


Mal merasakan sebuah bahaya yang datang dari atas.


Ternyata Ankoro mochi mochi menghilang dari tempatnya, hal itu membuat Mal panik.


BAMM


Ankoro mochi mochi yang tadi berada diatas kepala Mal, dengan kakinya yang terangkat sampai kepala.


Menendang kepala Mal dengan kakinya, namun bukan kepala Mal yang dia tidak tendang. Tendangan Ankoro mochi mochi sama sekali tidak mengenai Mal, tendangannya hanya mengenai tanah dan tanah yang terkena tendangan dari Ankoro mochi mochi menjadi sebuah kawah yang lumayan besar.


"Sialan, tadi berbahaya sekali. Untung saja aku masih sempat berteleport, dan sepertinya ada yang salah dengan regenerasi ku. Kaki yang patah tidak sembuh-sembuh dari tadi," ucap Mal.


Mal saat ini sedang berada terbang di atas langit.


Pedang Excalibur melesat keatas, dan mendarat di genggaman tangan Mal.


*SHING


Ketika Mal sedang menyiapkan sebuah skill, Ankoro mochi mochi tiba-tiba berada tepat didepan Mal.


Terlihat Ankoro mochi mochi seperti akan meninju Mal, dengan sigap Mal tinju dari Ankoro mochi mochi mengunakan kedua tangannya. Karena dia tau, menggunakan satu tangan saja tidak cukup.


Tak berhenti dari satu tinjuan saja, Ankoro mochi mochi kembali meninju Mal. Namun sekarang dia sangat jelas-jelas mengincar telapak tangan Mal.


Tinju kedua masih bisa ditahan,


Tinju ketiga masih bisa ditahan,


Mal sangat terkejut ketika tinjuan dari Ankoro mochi mochi bertambah cepat, setiap satu detik Ankoro mochi meninju tangan Mal sebanyak sepuluh kali.


Tak terhitung jumlah tinju dari Ankoro mochi mochi yang sudah ditahan oleh Mal.


Walaupun tidak merasakan sakit, Mal melihat telapak tangannya sudah terlika sangat parah, bahkan ada beberapa jari yang menghilang.


"Aku harus mundur, jika terus menhan tinju dia dengen tanganku. Tanganku pasti akan hancur," benak Mal.


*Swoosh


Pedang Excalibur yang tadi terjatuh ke tanah, melesat dengan cepat keatas langit menuju Ankoro mochi mochi.


Ankoro mochi mochi mengalihkan pandangan nya, Mal memanfaatkan celah tersebut untuk menjauh dari Ankoro mochi mochi.


"Aku tidak bisa mengalahkan nya, skill Regenerasi ku tidak bekerja dengan baik, luka ku tidak akan kembali sembuh dan Energi ku yang telah habis tidak akan terisi lagi," ucap Mal memasang wajah yang putus asa.


Ankoro mochi mochi mengangkat tanganya dengan telapak tangan terbuka. Dia menekan telapak tanganya dengan telunjuknya beberapa saat.


“Kamu terlalu lemah, Sekarang tidurlah untuk beberapa saat!”


Dia mulai menutup telapak tanganya secara perlahan lahan.


“Apa yang terjadi? Kesadaranku tiba tiba menjadi kabur” Mal pun jatuh karna kehilangan kesadaranya akibat sihir milik ankoro mochi mochi.


Ankoro mochi mochi menoleh kearah Noir yang sedang menyaksikan pertarungan dari jauh.


“Apakah ini cukup bagimu enoh? aku sudah mengalahkan berdua”


Bagaimana dia bisa mengetahui nama itu? Padahal aku belum pernah memberitahukan nama itu pada siapapun.


“Ini belum selesai loh, kamu terlalu cepat mengira bahwa kamu sudah menang!” Noir tersenyum sangat lebar seakan akan bibirnya akan ikut robek karna senyumanya itu.


Gilbert terluka parah dan dalam keadaan separuh sadar, dia menyaksikan pertempuran dari matanya yang sudah sedikit buram karna terluka.


Tiba tiba, luka luka ditubuhnya mulai menutup! darah darah yang telah keluar dari selah selah sobekan ditubuhnya kembali masuk dan menutup lukanya seakan akan luka itu tidak pernah ada.


Ingatan ketika dia masih menyandang nama loyard masuk kedalam otaknya secara bertahap. Kekuatannya dimasa lalu kembali secara bersamaan dengan ingatan itu.


“Aku pasti akan membunuhmu dan kembali kedunia asliku!” Ucapnya dengan raut wajah marah. Keinginan membunuh yang kuat memancar melalui gelombang otaknya.


Ankoro mochi mochi tersenyum melihat musuhnya yang sekarat kembali bangkit


“Jika hanya seperti ini tidak akan menyenangkan” Ucap ankoro mochi mochi dengan wajah datarnya


Dia mengangkat tanganya dan menunjuk kearah Mal yang kehilangan kesadaranya.


Sebuah cahaya asing menyelimuti tubuh mal dan menyembuhkan luka lukanya. Kesadaran mal pun pulih dengan kembalinya ingat ingatan dirinya sebagai Eleanore.


“Hey Gilbert, ayo satukan kekuatan kita! Kamu pengguna pedang kan? akan kupinjam kan excalibur padamu. Dan juga aku akan memperkuat tubuh dan sihirmu dengan seluruh energi yang kupunya.”


“Baiklah”


Gilbert menggenggam excalibur dan memasang kuda kuda untuk serangan terbaiknya. Diikuti dengan sihir penguatan yang diberikan oleh Mal.


Gilbert meluncur dan excalibur menjawab panggilannya


“Tebasan penghakiman!!!!”


Tebasan yang membawa berbagai macam hal disekitarnya. Tebasan vertikal dengan kecepatan tinggi membawa berbagai elemen pada setiap momentum seranganya.


Dentuman keras terdengar hingga ke penjuru dunia, Saat kabut dari serangan itu menghilang. Terlihat bekas tebasan yang membekas ditanah dengan kedalaman yang sangat mengerikan.


Dan terlihat ankoro mochi mochi yang terbaring ditanah. Meskipun tidak ada luka pada tubuhnya, tapi tetap saja dia telah tumbang!


“Kita berhasil!” ucap mereka dengan sangat bahagia


“Dengan ini, aku bisa pulang ke dunia asal ku” Ucap gilbert dengan penuh harapan yang memancar dari tubuhnya.


Noir tertawa dari kejauhan melihat ekspresi mereka yang sangat bahagia itu.


Tiba tiba, tubuh mereka menggigil. Sesuatu yang tidak mungkin bisa mereka kalahkan telah berdiri dihadapan mereka.


Ankoro mochi mochi pun tersenyum dan memegang pundak mereka berdua


“Tadi itu pertarungan yang cukup menyenangkan. Sebagai hadiahnya akan kuantarkan kalian menuju dunia kalian masing masing”


“Apakah kamu bersungguh sungguh dengan perkataann mu?” ucap mal dengan sedikit keraguan.


Ankoro mochi mochi mengangkat tangannya dan menebas udara disampingnya. Retakan pun terbentuk sehingga dimensi pun mengalami kerusakan dan akhirnya menciptakan lubang hitam antar dunia.


“Dengan memasuki portal ini kalian akan kembali ke dunia kalian”


“Apa aku bisa mempercayai perkataan mu?” ucap mal yang masih ragu dengan perkataan Ankoro


“Tentu saja” Senyuman hangat dari ankoro mochi mochi membuat keraguan di hati mereka menghilang.


Mereka pun memasuki portal itu dan kembali ke dunia mereka. Saat mereka kembali ke dunia mereka masing masing, ingatan soal dunia dan apa yang telah terjadi pada mereka di dunia ini pun menghilang bagaikan sebuah mimpi yang terlupakan.


Portal yang terbentuk dari retakan dimensi yang dibuat secara paksa untuk menciptakan lubang cacing yang bisa mengirim orang ke dimensi lain.


Cara dia mengembalikan orang sedikit berbeda dengan cara mama memanggil mereka. Mama tidak membuat sebuah media portal untuk membawa mereka masuk. Namun menggunakan energi untuk menarik mereka untuk menembus pembatas dunia


Retakan dimensi yang perlahan lahan kembali kebentuk semula dan portal itu pun lenyap tanpa bekas


“Padahal tidak mungkin mereka bisa mengalahkan mu, Tapi kenapa mama memanggil mereka ke dunia ini?”


“Apakah yang kamu maksud dengan mama itu adalah yang mulia Pohon Kehancuran?”


“Ya begitulah, Mama memanggil mereka untuk bertarung dengan mu. ketika kalian bertarung, aku diperintahkan untuk mengamati kalian dan belajar dari pertarungan itu”


Ankoro hanya terdiam dan menatap ranting pohon kehancuran. Meskipun dedaunanya sangat lebat, masih tampak langit yang berwana biru muda disela sela dedaunan yang rindang.


“Hey Enoh, suatu saat kamu pasti akan membunuh semua makhluk hidup kan”


“Yaa, itulah takdir tabu yang harus aku emban. Meskipun sebenarnya aku tidak ingin melakukanya. Apakah kamu tidak ingin mati?”


“Bukan begitu, aku hanya berpikir bahwa takdir yang kamu pikul terlalu berat untuk anak yang masih berusia 5 bulan sepertimu.”


Aku tidak paham apa yang dia maksud terlalu berat. meskipun aku masih berumur 5 bulan, tapi aku sudah jauh lebih kuat dari makhluk manapun yang telah berusia 10 tahun. Yaa meskipun karna takdir ini aku sudah pernah mati satu kali. Dan kenapa dia mengkhawatirkan diriku?


“Ankoro, maukah kamu menjadi sahabat ku?”


Senyuman yang begitu hangat menghiasi wajah ankoro yang tadinya murung

__ADS_1


“Tentu saja aku mau!”


__ADS_2