
tanggal 5 bulan eleanor tahun 3038....
Disebuah dataran yang tandus, para prajurit berdiri ditengah teriknya matahari.
Panglima perang duduk dipunggung kudanya yang perkasa. Deklarasi perang yang terakhir telah keluar, dan peperangan akan segera dilaksanakan.
“Wahai para prajurit berani yang mengabdi pada kerajaan ini. Ingatlah! kalian tidak akan pernah mati, meskipun jasad hancur dan jiwa telah terburai. Selama kerajaan ini masih berdiri, kalian akan tetap hidup. Dan pengorbanan kalian akan tetap dikenang dihati seluruh umat manusia”
“Menggilalah kalian para pejuang, dan hancurkan musuh yang ada didepan kita”
“Seluruh pasukan, segera bentuk formasi dan...”
“Maju!!!!!”
Suasana sangat panas digaris depan peperangan. setiap saatnya satu persatu nyawa melayang, tanah kembali dihiasi warna darah.
Suara pedang, ledakan, teriakan para pejuang terdengar keseluruh medan peperangan.
Berbeda dengan garis depan yang langsung berhadapan melawan musuh, garis tengah sedikit lebih tenang.
Digaris tengah terjadi lebih sedikit bentrok langsung dengan musuh.
Diatas bukit, dipohon, di semak, diatas bangunan dan sebagainya. para prajurit dengan kemampuan bertempur dengan jarak jauh menyerang musuh dalam diam.
“Hei bocah, apa kamu tersesat? apa yang di lakukan bocah sepertimu ditengah peperangan”
Bocah? panggilan itu mengingatkanku pada aira dan texas. aku sudah 2 bulan tidak bertemu dengan mereka. Bukan berarti aku tidak merindukan mereka, tapi aku mungkin tidak akan menemui mereka dalam waktu dekat.
“Maaf paman, aku tidak berniat membunuhmu! tapi, ini salahmu karna menemukanku”
__ADS_1
“Ha! apa yang kamu bicarakan? segera pulanglah kerumahmu, ibumu akan khawatir karna kamu menghilang”
“Paman sangat pengertian, tapi aku belum bisa bertemu ibuku”
Sedikit menundukan padan dan melompat kearahnya, Dengan pengalaman berperangnya yang sudah bertahun tahun, laki laki itu sadar! bahwa yang dia lawan bukanlah manusia.
Dia menghindar dan menangkis seranganku dengan pedangnya, Dia membalut dirinya dengan sihir. Kecepatan dan kekuatanya meningkat.
“Jangan remehkan aku, sialan!”
Pedangnya berubah arah dengan cepat dan mengganti sasaran dari kaki menuju leherku.
Seranganya cukup bagus untuk seorang prajurit, tapi sayang! Lawanya adalah aku.
Pedangnya mengarah tepat di leherku, dengan cepat mengangkat tangan kemudian menjatuhkan siku dengan tenaga penuh.
Pedang itu hancur setelah dihantam oleh siku. Ekspresi laki laki itu sangatlah indah, wajah seorang manusia yang dipenuhi oleh keputus asaan adalah sebuah karya seni yang diciptakan langsung boleh tuhan.
“Aku berlebihan! hanya terkena oleh tumitku tapi kepalanya langsung terlepas.”
Pergi kemedan perang memanglah pilihan yang bagus. dengan membantai siapapun yang kulihat akan membuatku semakin kuat.
Darah mereka akan menjadi tumpuan bagiku untuk mencapai puncak kekuatan, dan melampaui dominasi dunia.
“Roh pemangsa serap mayat itu,”
Makanan yang terakhir kali kumakan adalah sup serigala buatan Aira. berkat kemampuan penyerapan energi milik roh pemangsa aku bisa bertahan hidup tanpa memakan apapun.
Tapi, entah kenapa aku sangat ingin memakan masakanya sekali lagi. kira kira apa yang sedang dia lakukan dikota sekarang.
__ADS_1
Mungkin mereka sedang menikmati acara televisi atau menonton informasi perang ditemani alkoholnya.
“Hey hey! apa apaan monster itu”
“Di.. dia menelan Jean!”
“Tenang, tenang saja. Dia sendiri dan kita berdua, kita pasti bisa mengalahkanya.”
Ah, aku ketahuan lagi! mungki sebaiknya aku harus pergi ke baris depan agar bisa membunuh tanpa ketahuan.
Tapi sebelum itu, aku akan membunuh dua serangga yang mengganggu ini.
“Oya oya, apakah paman ingin bermain denganku juga?”
“Monster sialan, Kubunuh kau!”
***********
Bonus!!!
Gadis berambut merah suatu saat akan muncul. Jadi maaf, karna gambar ini mengandung sedikit spoiler
Karna Texas sepertinya lebih populer dibandingkan Aira. Saya akan lebih sering memberikan gambar Texas dibandingkan aira
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca novel ini