
Sang raja demi human telah mencapai usia dimana dia harus turun dari jabatan-nya. Dikarena'kan tidak ada-nya pewaris, pewarisan gelar pun mengalami beberapa masalah. Sebuah rapat diada'kan oleh petinggi kaum untuk mencari solusi dari permasalahan ini
Ditengah kegaduhan rapat itu, seorang komandan kesatria yang bukan seorang bangsawan mengeluar'kan suara-nya.
“Apa kita masih butuh raja? bukankah satan sialan itu sudah menguasai dunia?! Kekuasaan yang kita punya sekarang sudah tidak memiliki arti” Ucap-nya.
Penghinaan yang diterima para demi human karna telah dikuasai oleh para iblis membuat sang komandan kesatria merasa bahwa diri-nya sangat 'lah menyedih'kan.
Ketidak berdayaan itu melukai harga diri mereka. Mereka terdiam setelah mendengar perkataan komandan kesatria itu.
“Apakah tidak ada cara agat kita bisa menandingi satan?!” Ucap salah seorang bangsawan.
Perkataan itu membuat membuat mereka berpikir dan mencari cara untuk menandingi kekuatan maha dasyat dari raja iblis. Namun, pada akhirnya mereka semua putus asa setelah menemu'kan jalan buntu.
TIDAK ADA SATUPUN CARA UNTUK MELAWAN-NYA.
__ADS_1
Kalimat itu terlintas dibenak semua demi human yang hadir dalam rapat itu.
Dengan bantuan tongkat, raja mereka pun berdiri dari tempat duduk-nya. “Sebenar-nya, masih ada cara.” Ucap sang raja dengan hati yang bergetar setelah melihat sebuah cahaya harapan.
Suasana menjadi tegang karena terkejut mendengar perkataan sang raja. “Untuk mengalah'kan satan, kita tidak punya pilihan lain. Kita harus melaku'kan ritual untuk mempercepat reinkarnasi yang mulia muzaka.”
Para demi human yang terperangkap dijurang keputus asaan yang gelap gulita. Telah menemu'kan cahaya harapan.
“Segera persiap'kan ritual-nya! Setelah yang mulia muzaka bereinkarnasi, kita habisi satan dan sialan itu”
Seorang gadis dengan telinga binatang sedang berjalan sembari bersenandung. Dia melangkah dengan riang menuju kedai-nya.
Dipagi hari yang cerah, sinar matahari yang hangat perlahan-lahan menghangat'kan suhu udara. Disaat sebagian orang masih terlelap, Gadis itu bangun lebih awal dari orang lain dan memulai rutinitas harian-nya.
Gadis setengah serigala yang bernama aira itu, membuka rumah makan dan memulai bisnis kecil-nya. Langakah kaki dari 3 orang terdengar mendekat dan semakin mendekat.
__ADS_1
Pagi ini, Aira mendapat'kan pelanggan pertama-nya.
Berjalan menuju pintu masuk dan menyambut pelanggan-nya. “Selamat datang” Ucap aira.
Ketika melihat wajah penggan-nya, aira cukup terkejut melihat orang seperti mereka mengunjungi tempat-nya. “Yo, tuan dan nyonya Echizen” Ucap aira.
“Sifatmu saat melayani pelanggan terasa sangat berbeda dengan dirimu yang biasa, aira!” Ucap vino.
“Ya begitulah, texas mengejek'ku saat aku bilang kalau aku ingin membuka sebuah rumah makan, dia bilang kalau orang yang tidak sopan seperti-ku mustahil melayani pelanggan.” Ucap aira sembari mengantar'kan mereka menuju tempat duduk-nya.
“Saat aku datang sendiri, kamu sangat sopan melayani ku. Tapi kenapa saat bangsawan kesini kamu malah bersikap lancang?” Ucap Charlotte.
“Hey tunggu, kenapa kamu ada disini Charlotte?” Ucap aira yang terkejut melihat Charlotte datang bersama keluarga echizen. Aira terlalu kaget melihat seorang bangsawan datang kerumah makan-nya sampai dia tidak menyadari ada Charlotte disana.
Tertawa kecil, “Maaf aku belum memperkenal'kan diri kemarin. Aku Charlotte echizen, anak yang diadopsi oleh keluarga bangsawan echizen” Ucap Charlotte
__ADS_1