Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 31 - Gadis kecil ditengah kerumunan kota


__ADS_3

Seorang pengintai yang sedang mengamati hutan dari atas tembok mendengar suara langkah kaki yang samar.


Mengalir'kan sihir kemata untuk mempertajam pengelihatan-nya. Rombongan kesatria yang dipimpin langsung oleh seorang bangsawan terlihat sudah sangat dekat dengan gerbang kota.


“Yang mulia laurenvino telah kembali!” Ucap pengintai itu dengan suara keras kearah para penjaga gerbang.


Mendengar perkataan pengintai itu, para penjaga membuka kunci dan membuka gerbang agar para kesatria bisa kekota.


“Gerbang besarnya dibuka?” ucap seseorang didalam kota berbisik kepada teman-nya.


“Gerbang besar hanya dibuka ketika ada petinggi dan pasukan-nya akan memasuki kota.” ucap orang itu membalas perkataan teman-nya


“Apakah yang mulia Laurenvino kembali, bukankah ini terlalu cepat!”


Para kesatria yang sudah tiba di depan gerbang melepas'kan kewaspadaan mereka setelah sampai dizona aman.


“Akhir-nya kita sampai dikota, aku akan beristirahat dari segala tugas bangsawan untuk beberapa hari” Ucap vino sembari meregang'kan tubuh-nya.


Seorang kesatria dibelakang-nya memjawab perkataan vino!


“Ini memang sedikit lancang tapi, sebaik-nya anda tidak terlalu berlebihan melakukan-nya. Kasihan istri anda!”


“Jangan menggoaku ansel! Aku hanya ingin membuat yolda kembali ceria seperti dulu” Ucap vino sembari melanjut'kan langkahnya menuju kota.


Ansel dan para kesatria mengikuti vino dan berjalan melewati gerbang dan menuju kota.


“Aku ikut senang melihat keadaan yolda yang semakin membaik.” Ucap ansel


“Hei kau, bukankah lancang menyebut nama istriku tanpa penghormatan” Ucap vino dengan suara yang terdengar seperti sebuah ancaman.


Ansel tersenyum setelah mendengar perkata-an vino. “Meskipun Yolda adalah istri-mu dia tetaplah kakak-ku. yang mulia laurenvino”

__ADS_1


Vino mengambil kertas berisi laporan tentang hasil penyelidi'kan mereka terhadap dentuman itu dan memberi'kan-nya kepada ansel “Kamu masih berani seperti biasa tapi aku terlalu lelah untuk meladenimu. Ambil ini dan beri'kan pada kaisar”


Ansel mengambil laporan itu dan pergi untuk melaku'kan perjalanan menuju ibu kota.


Sebuah kereta kuda datang dan berhenti dihadapan vino. Pintu kereta pun terbuka dan seorang pelayan menyambut vino.


“Silah'kan naik tuan” Ucap pelayan itu


“Terima kasih karna sudah menjemput-ku” Ucap vino kepada pelayan itu sembari memasuki kereta kuda.


Pelayan itu pun menutup pintu kereta dan berkata “Sudah menjadi tugas saya untuk menjemput anda, yang mulia.”


Kusir memain'kan cambuk-nya dan kuda-kuda itu mulai berjalan sembari membawa kereta-nya


Vino duduk didalam kereta itu sembari menatap keluar jendela.


Apa yang harus ku laku'kan, aku sangat senang saat mengetahui bahwa enoh masih hidup. Tapi, meskipun enoh adalah anak-ku, dia tetaplah apostel pohon kehancuran.


Aku, menjadi sangat lemah.


Aku bahkan tidak tahu lagi harus berbuat apa*.


Dan tanpa vino sadari dia telah sampai di rumah-nya.


“Sial, aku terlalu banyak berfikir”


Pintu kereta terbuka dan para pelayan berdiri menyambut-nya


“Selamat datang kembali, tuan!” Ucap para pelayan dengan serentak


*******

__ADS_1


“Hei pelayan no 3, apakah kamu tahu apa yang dimaksud oleh perkata-an ayah-ku tadi!” Ucap noir pada monster yang sedang berada disamping-nya


Flashback eps 30


“Enoh!! aku tidak tau dimana kamu sekarang, tapi dengar'kan ini. Gadis serigala yang kamu tolong saat itu, sekarang dia membuka sebuah rumah makan dikota. Mungkin dia akan senang jika kamu mampir!” Dengan suara-nya yang lantang, vino berbicara dengan suara keras sehingga suara-nya bergema.


Kenapa aku bertanya pada monster, aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh karna berharap mendapat jawaban dari makhluk yang hanya memiliki hasrat untuk membunuh.


Ankoro tiba tiba berada dihadapan noir.


“Apakah kamu bodoh? mana mungkin monster itu bisa menjawab peranyaan mu.” Ucap ankoro


“Ah, kamu sudah kembali” ucap noir pada ankoro.


Tunggu, apakah gadis serigala yang ayah maksud itu adalah aira dan texas. Aku tidak menyangka gadia kanibal seberninya membuat sebuah rumah makan.


“Hei ankoro! apakah aku bisa merubah wujud-ku. Aku ingin menemui seorang kenalan ku di kota tapi aku tidak ingin dia mengenaliku.”


Ankoro tersenyum dan mengarah'kan telunjuknya pada noir. “Tentu saja aku bisa, kamu pikir aku ini siapa?”


Wujud noir yang awal-nya seperti manusia laki laki berumur 8th tiba tiba berubah menjadi gadis kecil dengan rambut pirang.



“Terima kasih ankoro, dengan ini aku bisa menemuinya tanpa harus khawatir tentang identitasku”


Bonus


Exusiai


__ADS_1


__ADS_2