Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 45 - Hewan buas II


__ADS_3

Kegelapan menghilang dan dunia kembali disinari cahaya. Awan-awan yang awal-nya berwarna abu-abu, telah menghilang setelah turun-nya hujan sepanjang dimalam hari.


Tubuh yang terasa berat dan kepala yang pusing. Karen yang baru saja sadar'kan diri mencoba mengangkat kepala-nya. Ingatan yang masih samar dikepala-nya, namun dada-nya terasa berat seakan-akan baru saja mengalami kesedihan dan keputus-asaan.


Air mata-nya perlahan menetes setelah kembali-nya ingatan tentang apa yang telah terjadi. Menoleh kesamping dan melihat tubuh suami-nya yang terbaring ditanah.


Luka-luka yang hilang ditubuh suami-nya itu membuat sebuah harapan dihati-nya. Dia bergegas mengecek detak jantung suami-nya.


Tubuh-nya telah menjadu dingin dan kaku. kehampaan didalam tubuh-nya itu tercipta akibat berhenti-nya kerja jantung dan seluruh sel ditubuh.


Karen berdiri dan mengangkat tubuh suami-nya untuk di bersih'kan. Mengguna'kan ranting kayu yang patah, dia menggali lubang ditanah untuk suami-nya.


Karen duduk didepan makam suami-nya

__ADS_1


“Suami yang kucintai, harta paling berharga ku telah terbunuh oleh tebasan senjata dan hantaman dari batu-batu dari tangan saudara-saudaraku sendiri. Aku yang hidup dalam kemiskinan dan deskriminasi, sekali lagi telah kehilangan harta akibat ketidak mampuanku. Sekarang harta yang kupunya hanyalah kenangan indah bersama dirimu dan bayi dalam perut ku ini.” Ucap karen sembari mengelus perut-nya.


Dia terdiam ditempat, keringat dingin yang mulai bercucuran dari tubuh-nya. Mencoba mencerna apa yang sedang terjadi, dia menoleh kebawah untuk memasti'kan-nya. Namun, perut-nya telah kembali normal dan bayi dalam tubuh-nya telah menghilang.


Karen berlari menuju tempat dia pertama kali terbangun. Setelah sampai disana, dia melihat seorang anak yang terlihat berumur 3 tahun sedang terbaring ditanah.


Tanah yang penuh darah disekitar anak itu dan tali pusar yang belum terlepas. “Apakah dia bayi ku?! Tapi kenapa dia sudah sebesar ini.” Ucap karen.


Menggendong anak-nya itu dan membawa-nya masuk kedalam rumah kecil-nya. karen membersih'kan tubuh dan memberi'kan sehelai kain agar anak-nya tidak kedinginan.


Setelah sekian lama tertidur, leona terbangun dan membuka mata-nya untuk pertama kali. Dia melihat dengan kedua mata-nya dan mempelajari segala hal disekitar-nya. “Ara, leona sudah bangun! Apa kamu lapar?!” Ucap karen.


Leona membuka mulut-nya dan mengelus perut-nya memberi kode kepada karen bahwa dia sedang lapar. “Ah, kamu beneran lapar. Tapi, kamu sudah tumbuh besar dalam semalam jadi kamu tidak perlu minum asi lagi.” Ucap karen.

__ADS_1


Karen pergi keluar dan mencari beberapa buah-buahan dan serangga disekitar rumah-nya.


Setelah beberapa saat mencari, karen kembali kerumah-nya dengan tergesa-gesa karna khawatir tehadap leona. Namun, leona bahkan tidak bergerak dari posisi-nya seakan-akan dia mengetahui bahwa dia akan dalam bahaya jika bergerak kesana kemari. “Leona, apa kamu adalah anak jenius? Diusiamu yang masih 1 hari kamu sudah memiliki kepintaran yang luar biasa.”


Leona terus memperhati'kan karen yang sedang mengupas buah-buahan dan membersih'kan serangga yang didapat-nya. Dengan kepala dan otak-nya yang kecil, leona terus mempelajari berbagai hal disekitar-nya.


Seorang monster dengan kepintaran dan kekuatan luar biasa telah terlahir di benua hyuma.


*****


New cover!!!


__ADS_1


bonus!



__ADS_2