Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 46 - Hewan buas III


__ADS_3

Suatu hari aku tersadar dan mendapati diriku disuatu tempat yang gelap dengan tekstur lembek dan hangat. Saat itu aku belum cukup terbentuk hingga belum bisa berfikir dengan benar. Sebuah benda didekat ku terus menerus bergerak tanpa henti dan mencipta'kan sebuah suara berisik setiap gerak-nya. Namun, suara itu justru membuat'ku nyaman.


Aku tidak ingat sudah berapa lama waktu berlalu, namun kesadaranku semakin berkembang setiap saat-nya. Aku yang dulu tidak bisa berpikir dengan jelas, sekarang perlahan-lahan semakin mahir dalam berpikir.


Aku tidak tahu pasti apa dan dimana aku, namun yang bisa ku pasti'kan adalah saat aku terbangun disini itu adalah pertama kali-nya wujudki terbentuk. Aku yang saat itu belum sempurna, seiring berjalan-nya waktu tubuh fisik ku terus berkembang dan berkembang.


Suatu hari, suatu dorongan muncul dari dalam diriku. Dorongan yang menguasai akal sehat ku, sesuatu memerintah'kan ku untuk keluar dari tempat ini. Tubuh ku yang sudah mulai sempurna bergerak mengikuti dorongan tersebut dan mencoba keluar dari tempat ini.


Tempat ini sangat sempit, ini membuat ku kesulitan untuk bergerak. Aku berusaha keluar dengan paksa sehingga langit-langit nya terkoyak dan cahaya yang menyilau'kan membuat mataku perih. Suatu cairan yang kental dan hangat keluar dari sobekan dan membasahi tubuh ku.


Aku berusaha keluar dari sobekan kecil itu dengan cara merobek-nya menjadi lebih besar. Aku berhasil keluar dan dorongan itu menghilang. Saat aku melihat sekeliling ku, aku melihat sebuah benda yang besar didepan ku. Benda itu merupa'kan tempat dimana aku terbentuk, kemungkinan besar benda itu hidup dan benda itulah yang mencipta'kan ku.

__ADS_1


Tubuhku bergerak dengan sendiri-nya dan mengeluar'kan suatu energi dari dalam tubuh ku. Sobekan yang kubuat untuk keluar tiba-tiba merapat dan menghilang tanpa bekas. Sesaat setelah sobekan itu menghipang, aku kehilangan kesadaran ku dan tertidur karna kelelahan.


Ketika aku membuka mataku, aku melayang dan mengalami gesekan dengan sebuah benda yang terasa lembut namun sedikit kasar. Penciptaku memakai'kan suatu benda aneh untuk melampisi tubuhku.


Suatu dorongan kembali muncul dan mendorongku untukmengisi tubuhku. Aku tidak tahu dengan apa aku harus mengisi-nya, karna itu aku mencoba berkomunikasi dengan penciptaku.


Untunglah dia paham maksudku dan memberi'kan sesuatu setelah beberapa saat pergi.


Ibu adalah sebutan untuk makhluk yang telah melahir'kan ku. Dari pengamatan yang kuliahat, seperti-nya makhluk seperti kami adalah penguasa karna kami makhluk hidup lain.


Ibu memberiku nama mereoleona, dan memanggilku dengan sebutan leona. Ibu terlihat kesulitan dalam hidup karna telah dikucil'kan oleh kelompok-nya. Aku ingin membuat orang-orang yang mengucil'kan ibu mendapat'kan balasan-nya.

__ADS_1


Maka dari itu aku harus menjadi lebih kuat dari semua makhluk hidup dan membuat mereka semua berlutut dihadapan ibu.


Aku sangat lemah saat ini, maka dari itu aku berusaha mejadi mahir mengguna'kan anggota tubuh sama hal-nya dengan ibu.


Aku memperhati'kan ibu beberapa saat, dan ketika ibu pergi. Aku menginjak lantai dengan kaki ku dan mulai berjalan.


Dalam sekejap aku menjadi mahir berjalan, meski aku masih sulit menyeimbang'kan tubuhku ketika mempercepat langkah.


Pertama-tama aku akan menguasai tubuh ku. Dan kemudian aku akan menghancur'kan semua yang merendah'kan ibuku. Meskipun mereka berasal dari bangsaku sendiri!!


******

__ADS_1


__ADS_2