Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 48 - Hewan buas V


__ADS_3

Suara langkah kaki dan bau yang terasa tidak asing mendekat. Aira bergegas menuju pintu masuk untuk menyambut tamu-nya.


“Selamat siang, tuan vino! apa anda ingin makan siang?” Ucap aira.


“Tujuan ku kali ini bukan untuk makan siang. Tapi ada hal penting yang ingin kubicara'kan dengan mu” Ucap vino.


Aira menuntun vino menuju meja tamu-nya. “Apa yang ingin anda bicara'kan tuan?” Ucap aira.


Vino meleta'kan 2 lembar kertas diatas meja yang diarah'kan pada aira. Aira pun mengambil kertas itu. “Biodata siapa ini?” ucap aira


“Mereka adalah demi human dari suku serigala yang ingin tinggal di benua manusia, sama sepertimu!” Ucap vino.


“Lalu kenapa kamu memberi'kan biodata mereka padaku?” ucap aira


Vino tersenyum “Apa kamu pikir aku sebodoh itu untuk membiar'kan ras lain tinggal di daerah'ku?” Ucap vino


“Jadi karna kamu belum sepenuh-nya mempercayai mereka. Kamu ingin aku mengawasi mereka?” Ucap aira.

__ADS_1


“Ya, mereka akan tinggal bersamamu sampai kita yakin bahwa benar-benar bisa dipercaya atau tidak” Ucap vino.


“Mengawasi seorang janda dan anak perempuan-nya. Aku tidak menyangka kamu semesum itu tuan vino! Aku akan melaku'kan-nya tapi aku ingin bayaran setimpal dengan ini” Ucap aira.


“Tidak ada bayaran apapun untukmu kali ini. Aku memberimu izin untuk membuka usaha, jadi kamu berhutang padaku. Dengan ini hutang mu lunas!” Ucap vino.


*****


Para pemburu tersenyum dengan ganas setelah membanjiri tanah dengan darah buruan-nya.


“Aku berpikir dari mana asal bau yang menyengat ini. Ternyata ada suku serigala dihutan ini” Ucap liyd.


Para pemburu lain pun tertawa terbahak bahak mendengar perkataan mereka. Trauma yang tertidur didalam hati karen terbangun.


Karen menggigil ketakutan setelah mengingat kepergian suami-nya. “Tenanglah ibu, aku akan membalas'kan dendam ayah!” Ucap leona


__ADS_1


“Dendam ayah? apakah kamu adalah anak dari pria bau itu. Aku tidak menyangka sampah seperti-nya punya anak yang sangat cantik.” Ucap liyd


“Takdirmu jelek sekali gadis kecil. Seperti-nya kamu akan membuat kami bekerja keras malam ini. Jangan khawatir, awalnya memang sakit tapi kamu pasti akan menikmati-nya nanti” Ucap seorang pemburu lain


“Aku sangat menanti'kan kenikmatan apa yang akan beri'kan padaku malam ini. Tapi sayang-nya kalian tidak akan bisa hidup hingga malam tiba” Ucap leona


Pemburu itu mengeluar'kan pedang-nya dan mencoba membunuh leona. Liyd memukul pemburu itu dengan cukup keras hingga gigi-gigi-nya berterbangan. “Jangan coba-coba membunuh mainanku. Sialan!” Ucap liyd.


“Tangkap mereka berdua tanpa melukai-nya. Kita akan bersenang-senang malam ini!” Ucap liyd.


Namun, para pemburu lain tidak merespon perkataan liyd. Menoleh kebelakang dan liyd pun melihat rekan-nya terbaring ditanah dengan sebuah anak panah yang menancap di dahi-nya “Kamu bahkan tidak menyadari bahwa rekanmu telah kubunuh, dan kamu masih memanggil dirimu pemburu. Dasar sampah!” Ucap leona.


“Lacvr sialan! bagaimana caramu membunuh mereka!” Ucap liyd sembari memasang kuda-kuda bertahan.


Retakan dimensi muncul tepat didepan mata liyd dan sebuah anak panah keluar dari retakan dimensi tersebut dan menembus kepala liyd.


Leona memeluk ibu-nya yang menggigil ketakutan. “Ibu, aku berhasil membalas'kan dendam ayah.”

__ADS_1


__ADS_2