
Cahaya matahari yang menembus awan mulai menyebar kepermukaan seusai badai panjang dipagi hari. Air yang tersisa setelah badai terus menetes dari dedaunan dan atap rumah-rumah di desa.
Orang-orang membuka pintu-pintu dan jendela-jendela mereka untuk memulai kegiatan diluar ruangan. Tanah yang penuh dengan genangan air menjadi tempat bermain bagi anak-anak yang ceria.
Seorang anak yang berlarian diatas lumpur kehilangan gaya gesek dan mulai kehilangan keseimbangan. Sesaat sebelum anak itu menghantam tanah, seorang demi human dengan tubuh kekar yang gagah menyelamat'kan anak itu.
“Terima kasih, kak liyd” Ucap anak itu.
Anak itu kembali bermain bersama teman-teman-nya dan liyd pun melanjut'kan langkah-nya.
Liyd adalah seorang demi human laki-laki yang bertubuh kekar dan berwajah tampan. Seorang demi human yang berada pada kasta tertinggi didesa-nya. Dia merupakan pemburu yang disanjung banyak orang, seorang laki-laki yang kuat dan berwajah tampan seperti-nya menjadi idaman para wanita.
Liyd membawa sebuah pedang besar ditangan-nya dan berjalan menuju lokasi berkumpul yang telah ditentu'kan.
Liyd tiba ditempat itu paling akhir namun tidak satupun pemburu lain yang berani protes pada-nya. “Ayo, kita mulai perburuan hari ini.” Ucap liyd.
******
Berlari di tanah yang licin menuju rumah kecil ditengah hutan. “Ibu, aku pulang!” Ucap leona
Karen membersih'kan tangan-nya yang kotor dan menghampiri leona “Leona! dari mana saja kamu tadi malam, ibu sangat khawatir karna kamu tidak kunjung pulang.”
__ADS_1
“Aku membawa'kan ibu bunga sebagai permintaan maaf.” Ucap leona.
“Dari mana kamu mendapat'kan pakaian sebagus itu?” Ucap karen.
“Aku menyelamat'kan beberapa petualan wanita dari bandit dan mereka memberiku pakaian ini. Meski ini terlihat tipis, pakaian ini memiliki sihir khusus untuk menangkal serangan.” Ucap leona.
Jiwa miskin-nya yang bergetar melihat pakaian mahal yang bahkan memiliki atribut sihir pelindung. “Leona, apakah benar mereka memberimu harta karun ini pada suku serigala seperti mu, kamu tidak mencurinya kan” Ucap karen.
Memaling'kan mata-nya “A, aku ti, tidak mencuri-nya, sungguh!” Ucap leona.
“Baiklah, ibu akan percaya padamu.” Ucap karen.
“Kamu anak yang aneh, tidak ada demi human atau bahkan makhluk lain yang memiliki pertumbuhan secepat dirimu. Ini baru 14 hari dan kamu sudah tumbuh sebesar ini” ucap karen.
“Ibu, aku lapar! Apakah masih ada sisa makanan kemarin?” Ucap leona sembari mengelus perut-nya yang mulai bernyanyi karna lapar.
“Tidak ada makanan yang tersisa, ibu akan pergi ke luar untuk mencari makanan.” Ucap karen sembari mengambik keranjang-nya.
“Aku ikut!” Ucap leona.
__ADS_1
Karen dan leona pun pergi untuk mencari makanan. Mereka berjalan menuju tepi sungai dimana terdapat banyak buah-buahan.
Genangan air beriak dan burung burung berterbangan dari pohon pohon.
“Dari suara yang dihasil'kan-nya, ini adalah hewan dengan tubub besar dan berlari menggunakan empat kaki. Aku bisa mencium bau darah dari-nya.” Pikir leona.
“Ibu, mundurlah 3 langkah” Ucap leona.
Karen pun melangkah mundur sebanyak 3 kali dan beberapa saat setelah dia selesai melangkah, seekor **** hutan raksasa yang punuh luka melintas didepan-nya.
**** itu mengabai'kan mereka berdua dan terus berlari dengan sekuat tenaga-nya. Leona menarik karen kebelakang sesaat sebelum sebuh pedang besar melaju dengan kecepatan tinggi.
Dalam sekejap, pedang itu mengenai **** hutan itu dan merenggut nyawa-nya.
Leona tersenyum dengan hawa yang mengintimidasi memancar dari tubuh-nya “Akhir-nya kita bertemu, pemburu sialan!”
******
Mohon dukungan-nya agar author pemalas ini bisa semangat nulis.
Like dan komen kalian akan mempercepat update-nya
__ADS_1