Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 50 - Akhir dari kisah tragis


__ADS_3

Sebuah kerajaan berdiri diatas genangab darah, kastil yang didiri'kan dari tulang belulang naga hitam menjadi simbol persatuan kaum humanoid.


Dibalik kebahagiaan kaum humanoid itu, seekor naga hitam menetas di dalam ruangan gelap dan sempit.


Naga polos yang tidak tahu apa-apa itu keluar dari cangkang telur-nya dan berjalan keluar dari ruangan sempit itu.


Bau bangkai yang busuk, genangan darah yang sudah mengering menghasil'kan bau amis yang pekat.


Seorang roh tanah terkejut setelah mendapati dirinya sedang dipandang oleh seekor bayi naga hitam.


“Hai bayi naga, apa kamu bisa melihat'ku?” Ucap roh tanah.


Bayi naga yang polos itu mencoba menggenggam roh tanah yang ia kira sebagai orang tua-nya.


Namun, tubuh-nya tak bisa menyentuh roh tanah itu. Hanya mata-nya lah yang bisa mengetahui keberadaan roh tanah. “Aku adalah roh tanah! sebagai roh, aku tidak memiliki tubuh fisik. Pada umum-nya makhluk sepertimu yang memiliki wujud fisik tidak dapat melihat kaum roh, mungkin kamu adalah makhluk spesial.” Ucap roh tanah.

__ADS_1


“Jika kita bukan satu kaum, apakah kamu bukanlah orang tua-ku?” Ucap bayi naga.


“Orang tuamu adalah onggo'kan daging busuk yang disana” Ucap roh tanah sembari menunjuk kearah mayat baga hitam.


Dengan panjang lebar, roh tanah mencerita'kan tentang kematian dari orang tua si bayi naga. Dan memperingati bayi naga itu agar tidak keluar dari gua ini atau dia akan berakhir sama seperti orang tua-nya.


“Aku sudah terlalu lama di dunia ini jadi aku harus kembali ke dunia roh. Jagalah dirimu bayi naga, suatu saat aku akan mengunjungi mu!” Ucap roh tanah.


“Sampai jumpa lagi!” Ucap bayi naga itu.


Sesaat sebelum menghilang, roh tanah mengucap'kan beberapa kata terakhir. “Jika kamu ingin membalas dendam orang tuamu. Maka tunggulah hingga sang apostel kehancuran terlahir, dia pasti akan membalas'kan dendam-mu.”


Namun setelah toh tanah pergi, bayi naga itu mulai merasa'kan kesepian. Dia terkurung sendirian didalam sebuah gua yang gelap.


Melihat keluar gua dan menyaksi'kan dunia yang penuh warna. Namun, jika dia keluar mak dia akan mati.

__ADS_1


Kisah menyedih'kan dari seekor bayi naga yang meratapi setiap detik dari hidup-nya sembari melihat makhluk hidup lain yang berkeliaran bebas dialam terbuka.


Rasa kesepian di lubuk hati-nya di iringi rasa cemburu melihat kebebasan makhluk lain.


Terbesitlah suatu hal di dalam hati-nya.


“Jika para humanoid tidak ada, maka aku bisa bebas terbang dilangit bersama orang tuaku. Hidupku tidak akan semenyedih'kan ini.”


Dendam yang setiap detik-nya semakin bertambah. Dan kemarahan yang berkobar-kobar dalam jiwa-nya. Setelah ribuan tahun, kemarahan-nya tidak terbendung lagi dan menguasai akal sehat-nya.


“Aku mengharap'kan kehancuran!!” Ucap naga hitam.


Seorang humanoid berdiri di mulut gua dengan senyuman yang begitu lebar


“Apakah kamu benar-benar mengharap'kan kehancuran?” Ucap humanoid itu.

__ADS_1


“Siapa kamu? kenapa ada humanoid disini?!” Ucap naga hitam itu.


“Aku adalah perwujudan dari kehancuran itu sendiri. Akulah apostel sang kehancuran, anak dari pohon kehancuran telah datang untuk membantu-mu membalas dendam”


__ADS_2