
Suatu ingatan dari masa lalu kembali muncul ke permukaan. Kata-kata yang di ucap'kan roh tanah pada-nya ribuan tahun yang lalu kembali telah teringat kembali. Seseorang yang bisa membalas'kan dendam-nya terhadap kaum humanoid. Sang apostel dari pohon kehancuran yang merupa'kan perwujudan dari kehancuran itu sendiri, telah muncul dihadapan-nya!.
“Roh tanah pernah memberitahuku tentang mu, apakah kamu benar-benar bisa membalas'kan semua yang kurasa'kan selama ini pada kaum humanoid?” Ucap naga hitam.
“Maaf tuan naga hitam yang terhormat, aku yang sekarang tidak akan bisa membalas'kan dendam-mu yang teramat besar itu.” Ucap noir.
“Lalu, apakah tidak ada cara untuk membalas'kan semua penderitaan'ku ini?” Ucap naga hitam
“Tentu saja ada cara! Namun hal itu butuh suatu pengorbanan yang besar.” Ucap noir
“Untuk mencapai tujuan, aku tidak akan berusaha setengah-setengah. Apa yang harus ku korban'kan untuk membalas dendam ku ini.” Ucap naga hitam.
“Kamu mendamba'kan kehancuran bagi dunia, dan hanya akulah makhluk yang bisa mewujud'kan-nya. Untuk itu, aku butuh nyawamu!” Ucap noir.
Menggenggam leher-nya dengan jari-jari yang dipenuhi cakar yang tajam.
“Jika kamu mengingin'kan nyawa ku, maka akan kuberi'kan. Tapi hancurkanlah dunia ini sampai tak tersisa.” Ucap naga hitam.
__ADS_1
“Aku tidak se kejam itu untuk membunuh makhluk malang yang belum pernah melihat luas-nya langit. Turunkan tanganmu dan ikuti aku! Di dekat sini ada sebuah desa peri.” Ucap noir
“Desa peri, apa yang akan kita laku'kan disana?” Ucap naga.
Noir mulai berjalan keluar dari goa itu. “Ikuti saja aku!”
Untuk pertama kali dalam hidup-nya, sang naga hitam menginja'kan kaki-nya di luar gua.
Langit yang membentang luas seakan tidak memiliki ujung. Pepohonan yang lebat dan aliran sungai yang indah, cahaya matahari yang hangat dan hembusan angin lembut membawa sensasi sejuk.
Hal ini terasa begitu asing bagi dia yang menghabis'kan ribuan tahun didalam gua yang gelap dan sempit.
Noir berhenti melangkah, setelah melihat pohon besar itu.
Para peri seketika berhenti beraktifitas dan fokus pada suatu hal mustahil yang mereka lihat.
Seorang prajurit menaiki tangga menuju ruangan di puncak pohon yang tinggi. Dia membuka pintu ruangan itu dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
“Yang mulia, ada hal darurat yang terjadi!” Ucap-nya.
“Ya, aku bisa merasa'kan-nya, tekanan yang begitu kuat dari makhluk yang diluar itu. Apakah kamu tahu makhluk apa itu?” Ucap pemimpin desa.
“Saya tidak tahu pasti, tapi kemungkinan besar itu adalah naga hitam!” Ucap prajurit itu.
“Bagaimana makhluk ******** itu masih ada di tierra, seharusnya dia sudah punah ribuan tahun lalu. Kamu, segera beritahu prajurit lain untuk mengulur waktu, kita harus segera melari'kan diri!” Ucap pemimpin desa.
Prajurit itu pun bergegas keluar ruangan dan membantu para warga untuk melari'kan diri.
“Sungguh amarah yang sangat mengeri'kan. Kebencianmu pada para humanoid memang begitu nyata!” Ucap noir.
“Apa alasanmu membawaku kemar?” Ucap naga hitam sembari mencoba menahan kemarahan-nya.
“Tak perlu menahan-nya, mengamuklah! keluar'kan semua beban yang kamu tanggung selama ribuan tahun ini. Dengan begitu, kamu akan mati tanpa penyesalan” Ucap noir.
Naga hitam meregang'kan tubuh-nya yang sudah kaku. Dan melebar'kan sayap-nya.
__ADS_1
Meluncur di udara dengan kecepatan tinggi dan merata'kan desar itu dalam sekejap mata. Amukan-nya yang dasyat memporak poranda'kan daerah disektiar-nya. Dan melahir'kan dendam baru di masa depan.