Anak Dari Pohon Kehancuran

Anak Dari Pohon Kehancuran
Episode 44 - Hewan buas I


__ADS_3

Disuatu siang disebuah daerah hutan terpencil dibenua byuma, cahaya hangat dari matahari terhalang oleh gumpalan awan yang kelabu.


Langit dibenuhi awan kelabu yang mengandung air. Udara dingin yang disebab'kan oleh gagal-nya cahaya mencapai permukaan membuat para demi human kedinginan dan bersembunyi di rumah-rumah yang mereka diri'kan.


Langit mendung namun yang tidak kunjung hujan. Udara dingin yang berkeliaran dihutan membuat siapapun yang menyentuh-nya menggigil kedinginan.


Disebuah rumah sempit yang lapuk ditengah hutan. Angin lembap masuk melalui lubang lubang di dinding dan menerpa seorang wanita dari suku serigala dengan pakaian yang lusuh dan tubuh-nya yang penuh memar.

__ADS_1


Wanita itu bernama karen, seorang demi human dari suku serigala. Seorang demi human dari suku serigala sangat dibenci oleh demi human lain tanpa sebab yang jelas. Suami-nya yang sedang berburu makanan dihutan untuk karen yang sedang hamil. Suami karen dibunuh oleh orang-orang dari sebuah desa yang dekat dengan hutan yang mereka tinggali.


Karen yang sangat kelaparan mencari suami-nya yang tak kunjung pulang. Dia pun memutus'kan untuk mencari suami-nya karna khawatir. Karen yang sedang hamil tua itu berjalan menyusuri hutan yang lembab dan tanah-nya yang licin mengikuti jejak dari sepatu suami-nya yang tertinggal ditanah.


Berlari dengan kaki-nya yang lemah dimedan yang licin. Beberapa kali dia terjatuh menghantam tanah, namun dia terus berdiri dan berlari membawa rasa sakit akibat benturan.


Dia terus mengikuti jejak ditanah hingga dia melihat 3 orang pria dari suku yang berbeda-beda sedang melempari sesuatu mengguna'kan batu sembari tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Air mata yang mengalir diwajah-nya menghapus darah dari luka dipipi-nya akibat lemparan batu. Dia menyeret tubuh suami-nya yang tidak sadar'kan diri itu untuk pergi menajuh. Namun, ketika pria itu tanpa rasa bersalah sedikitpun terus menerus melempari batu hingga mereka bosan lalu pergi.


Tubuh suami-nya terkoyak dan hancur akibat sayatan pedang dan hantaman batu. Darah terus bercucuran dari berbagai tempat, karen terus menyeret tubuh suami-nya yang perlahan-lahan mulai dingin. Sesaat sebelum dia mencapai rumah, sang suami menghembus'kan nafas terakhir-nya.


Rasa sedih yang diakibat'kan kehilangan seseorang yang dicintai-nya disertai rasa sakit yang tiba-tiba muncul dari perut-nya. Karen yang bahkan belum berhasil membawa tubuh suami-nya, sekarang kehilangan kesadaran akibat rasa sakit yang amat tak tertahan'kan.


Darah keluar dari suatu lubang ditubuh-nya. Isi perut-nya yang meronta-ronta menyobek rahim dan oragan perut-nya. Seorang bayi laki-laki pun berhasil terlahir dengan menyobek tubuh ibu-nya sendiri.

__ADS_1


Bayi itu terlahir dengab berat 3,1 kg dan terus tumbuh dengan kecepatan diluar nalar hingga mencapai berat 9,1 kg. Bayi itu secara tidak sadar mengaktif'kan sihir penyembuh dan menyembuh'kan luka-luka ditubuh karen yang nyaris tewas dengan sobekan diperut dan beberapa organ tubuh yang ikut keluar saat melahir'kan.


Dengan ajaib, luka karen dan suami-nya merapat dan menghilang dari tubuh mereka seakan-akan luka itu tidak pernah ada sebelum-nya. Namun, seseorang yang mati tidak akan bisa hidup kembali, meskipun luka-nya menghilang, nyawa suami karen tidak terselamat'kan.


__ADS_2