
...🍁🍁🍁...
Haris yang mendapat kan kabar dari menantu nya itu sangat kaget, dia yang ada di Malaysia langsung menggunakan jet pribadi nya langsung menuju kota X tempat menantu nya itu tinggal.
Sesampainya Haris di kota X, Haris langsung menuju RS X yang sudah di beritahu menantu nya. Di sana dia sangat sedih melihat kondisi mayat yang di duga anak dan cucu nya itu.
"Fahri" ucap Haris
"Ayah" ucap Fahri
"Apa kamu sudah yakin wanita dan anak laki-laki tersebut anak dan cucu ayah?"
Fahri hanya diam saja, dan memberikan beberapa barang yang di duga milik istri nya.
"Ini tidak mungkin" Isak haris tak tertahankan lagi.
Cukup lama diam dan memperhatikan bos dan mertua bos nya itu, akhirnya Rayhan angkat suara.
"Maaf bos, tuan, jika bos dan tuan masih ragu mayat di dalam adalah nona Dira dan Anak nya, lebih baik kita lakukan saja test DNA dan otopsi jenazah" saran Rayhan
"Saya ngikut keputusan ayah Haris saja."
__ADS_1
ucap Fahri
"Kalau saya pribadi sudah ikhlas dari dulu, jika anak saya memang sudah meninggal, tapi jika nak Fahri masih mau melakukan test tersebut, ayah ikut saja. Ayah tidak tega melihat mayat di dalam itu masih belum di kubur kan, sementara jasat nya sudah mulai membusuk."
"Kalau ayah sebagai ayah Dara saja sudah ikhlas, Fahri juga sudah ikhlas yah."
"Baik lah jika tuan dan bos tidak mau melakukan test lagi, dan sudah yakin mayat yang di dalam adalah nona Dara dan anak nya, saya akan mengurus surat kematian jenazah"
"Silahkan Rayhan, saya serah kan semua kepada kamu."
***
...🍁🍁🍁...
Sudah hari ke 40 dari hari pertama tahlilan, itu artinya sudah 40 hari Fahri dan Haris kehilangan Aqila Nadira Azhari dan anak nya yang berusia 6 tahun.
Perasaan sedih masih menyelimuti Haris dan Fahri, merasa tidak ada lagi alasan Haris berlama di Indonesia, Haris pun pamit kembali ke Malaysia.
Nak Fahri...
Iya yah...
__ADS_1
Karena acara tahlilan hari ke 40 telah kita laksanakan seperti tradisi pada umumnya, ayah pamit pulang ke Malaysia ya nak, kabari jika kabar baik nya jadi.
Baik yah, apa pun ke putusan Qila, Fahri akan kabari ayah, karena bagaimanapun Kabir telah anggap ayah seperti papa. ucap ku
"Nak Fahri ayah tau, kamu ingin menikahi Qila karena ingin memiliki hak penuh atas kabir, agar bebas bersama anak itu, ayah tau kamu belum bisa menggantikan anak ayah di hati kamu, tapi ingat sayang pernikahan itu sakral, jika kamu sudah menikah kembali, jangan sia sia kan istrimu ya sayang."
"Iya yah."
"Fahri, satu hal yang harus kamu ingat sayang.
Takdir tidak akan bisa di rubah oleh manusia, semua sudah di atur dalam skenario nya, jalani dan nikmati karena di balik kesedihan terdapat sebuah kebahagiaan yang begitu besar, yakin lah atas apa ketentuan Allah."
"Mungkin Allah telah mengambil anak ayah, dan mengganti nya dengan ibu Kabir, mungkin semua itu sudah ketetapan Allah, agar kamu move on nak. Sudah 6 tahun nak, kita kehilangan jejak anak ayah, sekarang saat nya kamu bahagia, dengan membuat keluarga kecil mu nak."
Bismillah yah, semoga niat Fahri di permudahkan Allah.
Flashback on
Beberapa hari setelah kepergian Qila putri nya, Fahri memutuskan menyampaikan niat nya ingin menikahi Qila.
Fahri ingin menikahi Qila, agar dia sendiri bebas bertemu kapan pun bersama Kabir.
__ADS_1