
Kabir yang baru saja pulang dari RS dan baru selesai makan siang bareng keluarga Angga, setelah mengucapkan salam, langsung masuk ke kamar dan mengganti seragam nya.
Setelah mencari bunda nya di kamar, dapur, ruang baca dan di balkon, yang di cari tak kunjung terlihat.
Akhirnya Kabir melihat bunda bersama aunty Anis di taman halaman belakang, mereka duduk di sana, sambil melihat kupu-kupu yang banyak terbang dan hinggap di dekat tanaman bunga bunda.
Di sana tanpa sengaja Kabir mendengar pembicaraan aunty Anis mengenai ayah nya.
Kabir yang memang penasaran ayah kandung nya siapa, menguping pembicaraan bunda dan aunty Anis.
Qila, sampai kapan kamu diam dan tidak mencari tau kebenaran siapa ayah dari anak kamu?
Saya binggung mencari kemana lagi kebenaran ayah anak itu nis. Kamu masih ingat kan, kejadian 6 tahun silam?
Jelas saya masih ingat Qila. Tapi Qila, kita kan baru sekali mengunjungi rumah itu. Apa kamu tidak berniat mengunjungi rumah itu kembali.
Kamu masih ingat kan nis terakhir kita kesana, rumah tersebut kosong, hanya ada beberapa pembantu dan penjaga rumah.
Iya Qila, tapi itu sudah lama, siapa tau pemilik rumah tersebut sudah ada di rumah itu.
Jika ada?? Jika rumah tersebut sudah di jual dan pemilik rumah tersebut sudah berubah bagaimana?
__ADS_1
Benar juga Qila, tapi apa salahnya kamu mencoba mendatangi rumah tersebut.
Nis, sudah lah, saya juga sudah berdamai sama keadaan, saya sudah tidak perduli siapa ayah anak itu.
Aqila kamu jangan egois, bagaimana pun anak itu berhak tau siapa ayahnya.
Saya tau Nisa, tapi saya sendiri binggung, kemana harus mencari tau kebenaran nya.
Qila ...
Iya Nis.
Lo pernah bilang ke gue kan. Anak Lo itu sekilas mirip dengan lelaki yang sekarang dekat dengan anak mu. Apa kamu tidak mencurigai kalau sebenarnya Kabir itu anak lelaki itu Qila.
Kalau misalnya, benar dia ayah Kabir??
Jika itu terjadi, aku akan menanyakan alasannya, kenapa aku bisa mengandung anak itu. Entahlah Nis, aku tak tau apa yang harus kulakukan, jika hal itu sampai terjadi.
Qila ...
Iya...
__ADS_1
Seandainya pak Fahri itu bukan suami orang, apa kamu mau membuka hati menikah dengan nya?
Ush kamu ini. Jangan ngada ngada deh ngomongnya.
Aku serius, semisalnya itu yang terjadi, bagaimana??
Jika itu yang terjadi, mungkin aku akan nerima nya demi anak ku, tapi jika itu terjadi aku binggung harus bagaimana?
Binggung kenapa??
Aku binggung, apa yang akan aku lakukan jika hal itu terjadi. Kamu tau kan, sampai sekarang aku ....
Qila, kamu masih berharap sama cinta pertama mu? kamu masih berharap dia datang dan melamar mu???
Qila hanya diam menunduk, mencerna kata kata sahabat nya itu.
Qila, maaf kalau kata kata ku, menyinggung perasaan mu. Kondisi dan situasi keadaan sekarang sudah berbeda dari yang kamu impikan Qila. Sudah 8 tahun Qila, sosok Ary yang kamu tunggu tak pernah menghubungi atau pun menjumpai kamu Qila.
Satu lagi Qila, apakah mungkin Ary akan menepati janjinya menikahi kamu? sekarang kondisi nya kamu memiliki anak yang kamu kandung sendiri, walaupun notabene nya kamu masih perawan Qila.
Entahlah, jujur jika aku tidak memikirkan agama, aku pasti sudah membenci lelaki, ayah dari anak ku ini, karena dia aku jadi seperti ini, menjalani hidup seperti ini. ucap Qila sambil menangis.
__ADS_1
Sabar Qila semua ini ujian Allah untuk kamu, yakin lah dibalik semua ujian ini, pasti akan ada yang indah. ucap Nisa sambil memeluk sahabatnya itu.