Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Anita? (Revisi)


__ADS_3

Sudah 1 jam Qila di dalam UGD namun belum ada siapa pun yang keluar dari ruangan itu, mengabari kondisi Qila di dalam, membuat Fahri makin gusar.


"Fahri... Lo yang sabar ya, gue yakin Qila akan baik - baik saja."


"Apa yang sebenarnya terjadi Ray?"


"Gue nggak tau pasti, apa yang terjadi, yang gue tau di saat gue tiba, seorang wanita mendorong Qila hingga kepala Qila terbentur ke pintu."


"Lo tau? siapa wanita itu?"


"Gue nggak tau, karena setelah wanita itu mendorong Qila, dia berlalu pergi."


"Siapa kah wanita itu."


"Tenang bos, saya akan selidiki siapa wanita itu, karena tadi saya sempat memfoto plat mobil yang di pakai wanita itu, semoga dengan ini kita bisa menggali informasi ya bos."


"Saya serahkan semuanya pada Lo Ray."


"Bos... saya izin mencari informasi mengenai plat mobil ini, saya akan ke kantor polisi dulu. Saya tinggal sebentar Ngak apa apa kan bos?


Tidak apa apa... pergi lah


Baik bos.


Selang berrapa lama setelah Ray pergi, dokter yang menangani Qila keluar dari ruangan.


Bagaimana keadaan istri saya dok


Alhamdulillah keadaan istri anda sudah membaik, tapi untuk saat ini dia belum siuman, karena pengaruh obat bius.


Apakah saya bisa menjumpai istri saya dok

__ADS_1


Silahkan pak, kalau begitu saya permisi dulu pak


Terimakasih banyak dok.


***


Di dalam ruangan bernuansa putih dengan khas obat itu, Qila terbaring lemah.


"Qila maafin mas, gagal menjaga kamu, membuat kamu bahagia, mas memang lelaki lemah, pengecut tak berguna."


"Keputusan mas memang sudah bulat, mas akan jujur sama kamu mengenai masa lalu mas dengan kamu, mas akan terima resikonya, walaupun itu harus meninggalkan kamu."


"Mas ..." ucap Qila pelan


"Sayang... kamu sudah sadar."


"Saya di mana mas?"


"Mbak Anita dimana mas?"


"Siapa sayang?"


"Mbak Anita mas, Anita Nazira Saraswati."


"Anita?"


"Iya mas."


"Saya tidak tau, Rayhan menemukan kamu tadi di depan rumah sudah pingsan berlumuran darah."


"Sayang... istirahat lah kamu baru sembuh." ucap ku kembali

__ADS_1


"Qila mau jumpa Mbak Anita mas." ucap nya


"Istirahat lah, besok Kabir pulang sayang, jika dia melihat kamu terbaring di RS dia pasti sangat sedih. Istirahat lah sayang."


"Baik mas." ucap nya


***


Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, itu artinya malam telah berganti menjadi pagi. Kabir telah sampai di Indonesia. Fahri menghubungi Rayhan menjemput Kabir ke bandara.


Setelah menempuh macet hampir 2 jam, kini Kabir telah sampai di rumah baru nya.


"Om..." ucap Kabir


"Iya sayang... ayah sama bunda di mana om?"


"Hmm ...ayah sama bunda Kabir belum pulang liburan."


"Lah... kemarin Kabir nelpon bunda, bunda bilang dia udah di rumah om."


"Iya sayang, tapi tadi malam ayah sama bunda Kabir pergi lanjut hanymoon."


"Oh hanymoon. Oke deh om, Kabir langsung kekamar dulu ya om, gerah soalnya, mau mandi."


"Oke sayang, nanti selesai mandi, bangunin om ya, om tidur dulu sebentar."


"Baik om."


***


Di lain sisi di RS Qila hanya diam, tanpa bicara, pikiran nya melayang kemana mana. Kejadian dan pertemuan malam tadi, sungguh masih membekas di ingatan Qila.

__ADS_1


Suara ketukan pintu tanpa henti dari luar rumah itu, membuat Qila ragu tapi pasti membuka pintu rumah nya.


__ADS_2