Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Wedding Party 2 (Revisi)


__ADS_3

Fahri POV


Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi seorang Fahri, karena setelah penantian berbulan bulan akhirnya Aqila ibu Kabir, anak genius yang telah dianggap nya sebagai anak kandung nya itu menerima pinangan nya, dan hari ini adalah hari pernikahan nya dengan Aqila.


Pernikahan yang diadakan sangat lah sederhana, pernikahan tersebut diadakan di rumah Aqila, cuma mengundang rekan kerja Qila dan Fahri.


"Aku tidak tau apa yang akan di tulis takdir untukku, aku hanya bisa berharap kau adalah salah satu bagian dari takdirku"


Kegugupan menyertai ku, karena ini adalah untuk kedua kali nya aku mengucapkan ijab kabul, setelah 6 tahun lalu.


Dengan satu tarikan nafas, nama Aqila berhasil ku lafadz kan.


"Saya terima nikah dan kawin nya Aqila Nadira Azhari binti Haris Azhari Maheswari dengan mas kawin tersebut tunai." ucap ku dengan satu tarikan lafadz.


sah... ucap saksi kompak


Alhamdulillah.


***


Setelah ijab kabul selesai di laksanakan, Kabir menarik tangan Fahri menuju kamar utama yang ada di lantai atas, tempat Qila berada.


"Selamat ayah, sekarang ayah sudah resmi menjadi ayah Kabir." ucap Kabir


Iya sayang. ucap ku, sambil mengangkat Kabir ke dalam pelukan ku


"Ayo yah, Kabir antar menuju kamar bunda." ucap nya

__ADS_1


iya sayang. ucap ku, sambil menaiki tangga


***


Sesampainya di depan pintu kamar, Kabir meninggalkan Fahri.


"Ayah silahkan masuk, bunda sudah nunggu wkwk." ucap Kabir melepaskan pelukan, meninggalkan nya


"Kita masuk sama - sama saja sayang." ucap ku meraih tangan kabir


"Ayah aja, Kabir mau nemuin tamu." ucap Kabir


"Baik lah sayang." ucap ku


***


"Assalamualaikum." ucap ku namun tak ada jawaban dari dalam kamar.


Masuk atau tidak ya,


masuk aja deh, lagian kamu juga sudah halal untuk dia kok. batin ku.


setelah membuka pintu secara perlahan, akhirnya sekarang posisi ku sudah berada di dalam kamar.


dari depan kamar, tepat nya di atas ranjang, duduk lah seorang wanita lengkap dengan hijabnya membelakangi ku.


"Assalamualaikum bidadari ku." ucap ku, namun tak ada jawaban dari nya.

__ADS_1


"Qila... " ucap ku


Dengan ragu aku menyentuh bahu Aqila yang sudah sah secara agama dan negara menjadi istri ku itu.


"Mas Fahri..." ucap nya


"Kamu kenapa?? kamu habis nangis?" tanya ku, khawatir melihat mata istriku yang memerah


"Ngak, Qila tadi kelilipan mas." ucap nya


"Jangan bohong, bohong sama suami dosa nya besar Lo sayang." ucap ku reflek memanggil nya sayang.


"Hmm... iya Qila habis nangis mas, karena Qila nggak nyangka hari ini Qila nikah mas."


"Kamu sedih ya nikah sama mas?"


"Ngak mas, Qila bahagia kok, dinikahi sama mas, seseorang yang berwujud malaikat, yang mau menjadi ayah sambung untuk anak Qila."


"Terimakasih sayang, ucap ku sambil mencium tangan nya. Dan menarik nya menuju ke tempat acara walimah diadakan.


***


Setelah mengucapkan lafadz Ijab Kabul, aku merasakan getaran yang sama, saat pertama aku menikahi mantan istri ku.


Rasa Ingin memiliki, membahagiakan, melindungi, rasa itu yang kini ku rasakan. Tanpa sadar aku terbawa suasana dan selalu menggenggam tangan istriku, sesekali mencium punggung tangan nya.


Aku tau, pasti kini istriku canggung, tapi menurut ku, ini semua tak salah, dia sudah halal bagi ku, hanya menyentuh tangan nya, kurasa tidak akan bertentangan dengan perjanjian pranikah yang kami lakukan.

__ADS_1


Fahri END


__ADS_2