Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Ayah? (Revisi)


__ADS_3

Pikiran Fahri sangat kacau, kini dia sendiri tak tau harus meminta bantuan siapa? agar istrinya itu mau mendengar penjelasan nya, dan mau memaafkan kesalahannya.


Baru beberapa bulan merasakan kebahagiaan kembali, kini Fahri harus menelan semuanya. Akibatnya diri nya yang dari dulu kurang terbuka tentang masa lalu nya.


Panggilan dari Ray


"Hallo assalamualaikum Ray."


"Waalaikumsalam bos... ada info penting."


"Apa?"


"Kemarin nona Qila tidak sengaja bertemu dengan nona Anita."


"Anita saudara tiri istri saya dulu?."


"Iya bos..."


"Apa yang terjadi di sana?"


"Nona hanya mengobrol singkat dengan anak nona Anita."


"Anita? Saudara tiri istri ku dulu?." tanya nya tak yakin dengan ucapan sahabat nya itu


"Iya bos."


"Apa kah Anita mengenal istri saya?."


"Seperti nya dia tidak mengenali nona bos."


"Syukur lah."


"Apa masih ada informasi mengenai istri saya?."


"Untuk saat ini baru itu bos, tapi bos tidak usah khawatir selama anggota kita ada di dekat nona, dia akan baik baik saja."


"Terimakasih bantuan nya Ray."


"Sama sama bos."

__ADS_1


"Saya tutup dulu ya, saya mau lanjut menuju kantor."


"Tunggu bos, saya sampai lupa."


"Apa?"


"Tuan Haris sekarang berada di rumah lama kalian bos."


'Baik lah, saya segera kesana, tolong kamu khendel meeting hari ini."


"Baik bos."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam bos..."


***


Fahri memutuskan memutar mobil nya menuju ke rumah lama mereka.


"Assalamualaikum ayah..."


"Ray tadi ngabarin ke Fahri yah."


"Anak itu wkwk, sudah di bilang jangan kabari ke kamu, malah dia ngabarin kamu. Maaf ya sayang kamu jadi repot mengunjungi ayah."


"Tidak sama sekali yah."


"Masuk nak..."


"Iya yah..."


"Ayah kapan ke Indonesia?."


"Sudah 3 hari yang lalu."


"Kenapa tidak ngabarin Fahri?."


"Oh itu, ayah bukan tidak mau ngabarin kamu, tapi sekarang ayah bukan prioritas kamu lagi, sekarang kamu sudah punya istri dan anak yang menjadi prioritas kamu."

__ADS_1


"Tidak begitu yah, walaupun Fahri sudah menikah kembali, ayah tetap lah prioritas Fahri."


"Terimakasih nak, karena masih menjadi kan ayah prioritas."


"Maaf yah, sebenarnya maksud kedatangan Fahri kesini, selain ingin mengunjungi ayah, Fahri ingin jujur tentang satu hal."


"Tentang apa nak?"


"Tentang istri Fahri..."


"Istri kamu kenapa?"


"Sebenarnya istri Fahri adalah Dira yah."


"Maksud nya nak."


"Istri yang baru Fahri nikahi, ternyata dia adalah wanita yang sama 9 tahun lalu Fahri nikahi, dia Dira anak ayah."


"Ayah tidak mengerti, maksud nya bagaimana?


Istri kamu mirip dengan anak ayah?"


"Bukan mirip yah, tapi dia memang Dira anak ayah. Maaf Fahri baru bilang sama ayah sekarang, karena Fahri sendiri baru tau jika Dira dan Qila orang yang sama belum lama ini yah."


"Kenapa kamu harus minta maaf, kamu tidak salah nak, ini sudah ketetapan takdir."


"Tapi yah... andai saja Fahri dulu berusaha lebih mencari anak dan istri Fahri, pasti semua hal yang sekarang tidak terjadi."


"Maksud nya sayang?"


"Qila kabur dari rumah yah, setelah mengetahui fakta bahwa dia istri saya yang sama dengan istri yang saya nikahi 9 tahun dulu."


"Kenapa bisa jadi seperti ini? Apa kamu tidak menunjukkan dia foto anak ayah yang dulu."


"Maaf yah, memang Fahri tidak pernah memberikan foto Dira sebelum nya, Fahri hanya mengatakan bahwa dulu nya Fahri pernah menikah dan memiliki anak, namun sebelum Fahri menikah kembali kabar kematian yang kita duga Dira ada, oleh sebab itu Fahri tidak pernah menjelaskan detail tentang Dira yang dulu yah."


"Sekarang Apa yang harus kita lakukan sayang?"


"Entahlah yah, tapi ayah tidak perlu khawatir, karena tanpa sepengetahuan Qila, sekarang ini dia diawasi sama bodyguard Fahri."

__ADS_1


"Syukurlah, biarkan lah dia menenangkan diri dia nak, jangan khawatir Qila tidak akan meninggalkan kamu, dia hanya butuh waktu menerima semuanya."


__ADS_2