
Rasa bersalah, tak tenang menyelimuti Fahri, membuat dia memutuskan menginap malam ini di kantornya.
Semenjak pagi tadi Fahri memang mendiami istrinya, bukan tanpa alasan. Fahri mendiami istrinya, untuk menyadarkan Qila, perkataan yang di ucapkan nya malam tadi bukan lah perkataan yang ingin di dengar Fahri dari mulut istrinya itu.
Jam di dinding telah menunjuk kan pukul 10 malam. Sudah 10 kali panggilan tak terjawab dari Qila, dan sudah ada 10 chat yang masuk dari Qila di ponsel Fahri.
"Assalamualaikum mas... Qila minta maaf atas kejadian kemarin malam."
"Mas... hubungi Qila kembali mas, Qila mohon jangan diamin Qila seperti ini."
"Mas... Ary, please hubungi Qila kembali."
"Mas... pulang jam berapa?? Qila udah masak untuk makan malam kita."
"Mas... masih sibuk ya? mas lagi rapat ya?
Hubungi Qila kalau udah ngak sibuk ya mas."
"Mas... Qila tau mas marah sama Qila, tapi please mas pulang ya, kita selesaikan masalah kita di rumah mas."
"Mas... Qila takut mas meninggalkan Qila, itu sebabnya Qila tidak mau dengar masa lalu mas."
__ADS_1
"Mas... malam itu, Qila terlalu emosi, dan tidak bisa kontrol emosi, karena Qila cemburu mas, tau fakta yang istri mas masih hidup. Qila takut mas tinggalkan Qila."
"Maaf Qila minta pisah, jujur Qila ngak sanggup kalau kebenaran yang akan mas sampaikan adalah kebenaran Qila akan di madu."
"Mas, tolong Qila... ada seseorang di luar rumah kita, Qila takut"
Itulah isi chat Qila.
Fahri kaget membaca isi chat Qila terakhir, niatnya yang ingin menenangkan diri dan tidur di kantor, tidak di laksanakan, karena Qila yang mengatakan ada seseorang yang mengetuk pintu luar rumah mereka.
Fahri memutuskan menelpon Rayyan, memastikan apa kah benar ada seseorang di depan rumah nya.
"Hallo assalamualaikum Ray, maaf gue ganggu malam malam."
" Hmm... gue minta tolong, Lo kerumah saya sekarang, dan pastikan apakah benar ada seseorang di depan rumah saya."
"Kenapa Lo ngak keluar sendiri sih bos, lihat sendiri."
" Gue masih di kantor Bambang, Qila chat gue bilang dari tadi ada orang di depan rumah, dia pasti ketakutan, saya hubungi telpon nya ngak di angkat."
"Baik lah bos, gue kesana sekarang."
__ADS_1
***
Sudah hampir 1 jam setelah menelpon Rayyan, namun sampai sekarang Rayyan belum memberikan informasi.
"Kenapa anak ini tidak bisa di hubungi sih?
Seperti nya aku harus pulang. Siapa kah sebenarnya seseorang itu. Kenapa Qila juga tidak bisa di hubungi?"
Karena jam sudah menunjukkan jam 11, jalanan tidak terlalu ramai lagi. Cukup waktu setengah jam, Fahri sudah sampai di depan rumah nya.
Di depan rumah nya, dia melihat Rayyan menggendong seorang wanita.
"Rayyan... apa yang terjadi??"
"Kita bisa bicarakan hal ini nanti saja bos? kita harus bawa Qila, maksud saya nyonya Qila ke RS dulu." ucap nya memberikan Qila kepada ku
"Baik lah, tolong buka kan mobil saya Ray."
Rayhan membawa mobil nya dengan kecepatan diatas rata - rata karena takut terjadi apa - apa terhadap istri sahabatnya itu.
"Suster ... tolong ..."
__ADS_1
Perawat yang ada di depan RS langsung bergegas membawa Qila ke dalam UGD menggunakan Bad hospital.
***