Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
tamu tak di undang (Revisi)


__ADS_3

Flashback on


Malam itu, Qila sangat binggung, apa yang harus dilakukan nya, agar suaminya tak marah dan mendiamkan nya, seharian ini.


Qila sudah mencoba menghubungi suaminya berkali kali untuk meminta maaf, namun satu pun panggilan dari nya tak dijawab oleh Fahri.


Qila tak berputus asa, Qila mencoba mengirimkan chat kepada suami nya via WhatsApp, namun kendati di balas, di read saja tidak. Qila Frustasi di buat nya.


"Assalamualaikum mas... Qila minta maaf atas kejadian kemarin malam."


"Mas... hubungi Qila kembali mas, Qila mohon jangan diamin Qila seperti ini."


"Mas... Ary, please hubungi Qila kembali."


Sudah 3 pesan yang di kirim, namun satu pun tak ada dibaca Fahri.


Mas Fahri, sebenarnya kamu dimana? kenapa tak balas pesan dan hubungi Qila kembali sih mas." batin ku


Aku pun mencoba mengirimkan mas Fahri beberapa pesan kembali.


"Mas... pulang jam berapa?? Qila udah masak untuk makan malam kita."


"Mas... masih sibuk ya? mas lagi rapat ya?


Hubungi Qila kalau udah ngak sibuk ya mas."

__ADS_1


"Seperti aku harus kembali mengirimkan mas Fahri pesan, seperti nya pesan dari ku ketimbun." batin ku


"Mas... Qila tau mas marah sama Qila, tapi please mas pulang ya, kita selesaikan masalah kita di rumah mas."


"Mas... Qila takut mas meninggalkan Qila, itu sebabnya Qila tidak mau dengar masa lalu mas."


"Mas... malam itu, Qila terlalu emosi, dan tidak bisa kontrol emosi, karena Qila cemburu mas, tau fakta yang istri mas masih hidup. Qila takut mas tinggalkan Qila."


"Maaf Qila minta pisah, jujur Qila ngak sanggup kalau kebenaran yang akan mas sampaikan adalah kebenaran Qila akan di madu."


Sudah sembilan kali Qila mengirimkan pesan, namun satu pun tak dibalas Fahri.


Qila memutuskan tidur terlebih dahulu, namun semakin mencoba menutup mata, semakin tak bisa.


"Qila positif, mas Fahri mungkin lagi sibuk, makanya ngak lihat HP." batin Qila kembali


Baru 15 menit mata Qila tertutup, dan masuk ke alam mimpi, Qila di kejutkan dengan suara gedoran pintu yang makin lama makin kuat.


"Abang Kabir... buka pintu nya, saya tau kamu ada di rumah ini. Buka bang, sudah 8 tahun saya mencari dan menunggu mu. Abang..." ucap seseorang di balik pintu


"Siapa sih di luar?


Bukan kah Abang Kabir itu mas Fahri." batin ku


"Abang, jika kamu tidak mau buka pintu nya saya akan bunuh diri di depan rumah kamu." ucap seseorang yang berada di luar rumah itu

__ADS_1


"Apakah aku harus buka pintu?? bagaimana ini, jika itu orang jahat??." batin Qila


"Aku harus menghubungi mas Fahri, jika wanita itu bertindak nekat bagaimana? batin Qila kembali


Sudah beberapa kali mencoba menghubungi Fahri, namun masih tak di angkat oleh Fahri,


Qila chat aja, jika nanti terjadi sesuatu, mas Fahri tau Qila dalam bahaya. batin nya


"Mas, tolong Qila... ada seseorang di luar rumah kita, Qila takut"


Bagaimana ini, apakah aku harus membuka pintu?. batin Qila.


Dengan hati hati, Qila membuka pintu rumah tersebut, terlihat lah seorang wanita dengan pakaian dres selutut dan rambut di kuncir sedang membelakangi nya.


Maaf nona? ada yang bisa saya bantu?


Saya ingin masuk kedalam, panggilkan Kabir, saya ingin berjumpa dengan dia.


Maaf nona dirumah ini tidak ada Kabir.


Saya tau Kabir, lelaki yang di foto itu ada di dalam.


Benar nona dia tidak ada di rumah.


Hei wanita sok suci, gue mau jumpa Kabir, biarin gue masuk ke dalam rumah ini, ucap nya mendorong Qila kuat, hingga kepala Qila terbentur di pintu.

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2