
Hari ini sesuai jadwal kepulangan Qila dan Fahri. Sebenarnya Qila masih ingin menikmati hanymoon dengan suaminya, namun Qila tidak bisa egois, Qila harus mengalah karena suaminya bukan lah laki laki biasa dia adalah seorang Presdir perusahaan terbesar di Indonesia, jika dia egois memaksa suaminya meninggal pekerjaan demi dirinya, maka nyawa ribuan karyawan akan terancam.
"Mas..."
"Iya sayang, apakah kamu masih ingin disini?"
"Hmm iya tapi ngak deh?"
"Katakan saja, jika kamu masih ingin menikmati liburan, kita tidak jadi pulang, saya akan suruh Ray membatalkan jadwal saya."
"Tidak usah mas, kita pulang saja."
"Lagian Qila sudah lama tidak bertemu Kabir, Qila rindu sama anak genius itu."
"Baiklah, kamu bersiaplah satu jam lagi kita berangkat menggunakan jet pribadi mas."
"Apa Qila Ngak salah dengar mas?"
"Ngak, kita akan di jemput pakai jet pribadi kita, kamu bersiap lah, mas harus meeting online dengan klien sekarang."
"Baiklah mas." ucap ku berlalu meninggalkan nya di dalam kamar
***
Sesampainya di rumah Qila dan Fahri di kejutkan dengan suasana rumah yang begitu gelap tanpa ada lampu.
"Mas... kenapa rumah kita gelap?"
"Saya juga tidak tau.?"
"Lucu aja ya mas, rumah seorang Presdir terkaya di Indonesia bisa mati."
__ADS_1
"Kamu ini, mungkin ada masalah dengan listrik nya, saya akan telpon tukang dulu, kita masuk aja kerumah dulu." ucap nya menarik tangan ku ke depan pintu.
Door... suara balon meletus, saat pintu di buka.
"Happy anniversary bunda ayah ucap Kabir dalam kegelapan dengan membawa sebuah kue yang sudah di hiasi lilin diatasnya.
Setelah Fahri dan Qila meniup lilin, lampu rumah menyala semua. Qila sangat terkejut, bukan karena lampu yang menyala serentak, tapi karena seseorang.
Qila terkejut karena orang yang berada di samping anaknya adalah ayahnya.
Air mata Qila jatuh tak terbendung, saat tangan kekar yang sudah mulai keriput itu menarik dan memeluknya.
"Anak ku..."
"A...yah." ucap ku terbata
"Aqila anak ku, maafkan ayah nak, semua yang terjadi pada mu, semua itu karena ayah, Fahri tidak bersalah. ucap nya menangis di pelukan ku.
"Aqila anak ku, maaf kan ayah yang tidak menyadari keberadaan mu begitu dekat dengan ayah selama ini."
"Ayah tidak salah, ini semua sudah takdir. Qila juga salah, tidak menemui ayah di saat Qila sadar dari koma."
"Bagaimana ayah bisa sampai kerumah ini? apa semua ini kejutan yang ayah dan mas Fahri rancang untuk Qila."
" Bunda..."
"Anak ku sayang, bunda sangat rindu sama kamu."
"Kabir, ini kakek Haris ayah kandung bunda." ucap bunda memperkenalkan kakek...
"Hahaha bunda, Kabir udah lama tau kali, kakek Haris ini kakek Kabir."
__ADS_1
"Apakah kamu berjumpa kakek bersama ayah mu diam diam di belakang bunda?"
"Bunda sayang, jangan sudzon dengan ayah, ayah tidak tau dengan kejutan hari ini, dan yang merencanakan semua ini adalah Kabir dan kakek."
"Sebenarnya Kabir sudah lama kenal kakek, dan tau dia kakek Kabir, jauh sebelum bunda dan ayah menikah, tapi Kabir diam aja."
"Kamu ini sayang, sudah pandai rahasia sama bunda."
"Bunda juga main rahasia sama Kabir, hingga Kabir nekad mencari tau sendiri tentang ayah kandung Kabir." ucap ku pura pura marah dengan bunda.
Ayah sedari datang hanya diam menyaksikan drama kami, akhirnya bersuara.
Kabir, nak...
Jangan salahkan bunda...
Dia tidak salah, bunda mu tidak memberitahu kamu siapa ayah kandung mu dulu, karena bunda mu memang tidak mengetahui tentang ayah. Semua ini salah ayah, jika kamu ingin marah, marahlah kepada ayah, jangan kepada bunda mu."
"Hahaha ayah... jangan kebawa suasana, Kabir hanya bercanda. Kabir tidak lagi marah, Kabir sekarang itu sangat senang, karena semua kebenaran telah terungkap."
***
Aunty dan oom yang sedari tadi hanya menonton drama kami akhirnya bersuara.
"Hai semua, apa kalian akan berdiri disana sepanjang hari?"
"Ayo masuk, kita makan malam bersama dulu, sekalian merayakan ulang tahun pernikahan kalian yang ke 8 tahun."
"Kamu tau hari ini adalah hari jadi pernikahan kami."
"Sangat tau, karena setiap tahunnya tanpa kakak, kami selalu merayakan hari ini bersama Abang. Benarkan bang?"
__ADS_1
"Iya benar..."