
Fahri yang sudah 1 jam menunggu adik nya di bandara itu, tak dapat membendung kebahagiaan, setelah 4 tahun tidak bertemu dengan adik nya itu, dia reflek memeluk adik nya yang cantik itu.
Nazira Az - Zahra adik nya yang sangat cantik itu kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa, sudah lama tak bersua Fahri yang rindu dan sedikit jahil, mengelus perut adik nya yang membuncit itu.
."Sayang... Maaf mas jemput nya kelamaan, macet di jalan." ucap ku lembut
"Tidak apa mas, yang penting mas jemput adek." ucap nya
"Hmm... anak nya mas, baik baik ya di dalam, jangan buat bunda nya kecapean ya sayang." ucap ku, sambil mengelus perut adik ku dan berbicara kepada calon keponakan ku yang masih di dalam perut adik ku yang cantik
"Mas ih, udah jangan di elus elus, malu tau." ucap nya
"Malu kenapa sayang?" ucap ku
"Mas ih, ngak berubah." ucap nya melepaskan pelukan ku
"Kenapa harus berubah?" tanya ku kembali memeluk nya
"Lupakan..." ucap nya
"Mas, masih ingat ngak kejadian memalukan sebelum Ra hamil?" ucap nya kembali
"Pas mas nungguin kamu di halte sampai malam." ucap ku
"Benar, dan mas salah memeluk wanita." ucap nya menahan tawa
"Jangan di ingat kan lagi itu memalukan." ucap ku kesal, kemudian melepaskan pelukan ku.
"Mas, ingat hal yang memalukan akan menjadi hal yang sangat kita rindukan, saat semua telah menjadi kenangan dan abadi oleh sang waktu."
__ADS_1
"Tapi bukan kenangan konyol yang memalukan itu, sudah lah kita pulang ke rumah, baby di dalam perut pasti capek dan ingin istirahat." ucap ku mengalihkan pembicaraan
"Bilang aja mas yang ingin istirahat, rindu ya sama masakan Ra wkwk." ucap nya
"Tentu siapa yang tak rindu dengan masakan mu sayang." ucap ku reflek mencium adik ku yang sangat cantik itu.
"Oh... mas ku ini, pakai acara cium - cium adik" ucap nya kesal
***
Nazira tanpa sadar mendengar dumelan seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari tempat nya berdiri.
"Lelaki munafik, bilangnya cinta sayang dan rindunya ..." samar samar ku dengar dari mulut wanita yang berdiri tak jauh dari tempat ku.
Seperti nya kakak itu lagi kecewa deh sama pasangan nya.
"Persetan semua dengan ucapan mu waktu itu, semua hanya gombalan semata." ucap nya kembali, kali ini jelas.
"Ra kesana sebentar." ucap ku menunjuk kearah belakang badan Abang ku
"Ada yang ketinggalan." ucap nya masih setia dengan posisi nya.
"Kakak... ucap ku reflek mengejar wanita yang berada tidak jauh dari tempat kami berdiri.
"Ra... kamu mau kemana." ucap nya
***
Fahri samar samar mendengar suara mirip dengan suara Qila istri nya, tapi Fahri menepis pendengaran nya.
__ADS_1
Fahri... sadar, suara wanita yang kamu dengar itu pasti bukan Qila, jangan halu. batin ku.
"Mas..."
"Ra kesana sebentar." ucap Nazira membuyarkan lamunan ku
"Ada yang ketinggalan?." tanya ku melihat wajah adik ku yang khawatir.
"Kakak... ucap nya reflek berlari ke belakang ku
"Ra... kamu mau kemana." ucap ku, kemudian membalikkan badan.
"Oh... anak itu jeli juga matanya, ternyata dia mau nolong perempuan itu."
"Mas..." ucap nya kembali
"Iya Ra... bantuin angkat kakak ini."
"Tapi Ra..."
"Cepat mas, ini darurat..."
"Dia wanita, lagian dia menggunakan cadar." tolak ku
"Mas ... jangan banyak pikir, mas kan tidak menyentuh nya secara langsung, tolongin kakak ini, adik ngak sanggup menggendong nya, kita harus cepat bawa kakak ini ke RS "
"Baik lah..." ucap ku, kemudian berlari ketempat adik ku berada.
"Ya Allah... maafkan hamba, hamba tidak sengaja ingin menyentuh wanita ini, kondisi nya urgent." batin ku
__ADS_1
Aku pun mengangkat wanita itu, menggendong nya menuju mobil ku.
***