
Sudah hampir 2 bulan aku tidak pernah bertemu aunty Anisa dan om Rayhan. Hari ini di hari ulang tahun ku mereka memberikan ku kabar bahagia.
Ya...
Aunty memberitahu kami semua kabar bahagia tentang kehamilan nya.
Om Ray yang juga baru mengetahui kabar bahagia itu pada hari ini tidak bisa berkata kata, dia langsung memeluk aunty di depan semua keluarga.
"Sayang, apa kah ini mimpi?" tanya om Ray yang masih kaget mendapatkan kejutan dari aunty Anisa.
Aunty Anisa yang gemes dengan pertanyaan om Ray, mencubit pipi om Ray.
"Auu... sakit." ucap om yang membuat kami semua yang ada di ruangan itu tertawa kompak
Om sayang, om ngak lagi mimpi, sebentar lagi Kabir akan dapat adik dan memiliki teman, benarkah aunty?"
"Iya sayang... insyaallah "
"Asyik..." ucap ku kegirangan
***
Bunda dan ayah yang baru datang dari luar negeri membawa kado ulang tahun untuk ku, bertanya tanya, apa yang sebelumnya terjadi, yang membuat suasana di ruangan rumah itu menjadi heboh.
"Apa kalian begitu kegirangan, kami berdua pulang tepat waktu?" ucap bunda kepedean.
"Hahaha bunda terlalu pede...
Suasana ulang tahun Kabir kali ini suasana nya terlihat heboh, karena kita semua hari ini mendapat kabar bahagia?"
"Kabar bahagia?" sela ayah
"Apakah kamu mendapatkan penghargaan lagi sayang?" tanya ayah
"Ini lebih dari itu yah, Kabir akan menjadi Abang."
__ADS_1
Kakek yang sejak tadi diam, langsung bersuara memberitahu kan kabar bahagia yang kami ceritakan tadi.
"Fahri dan Qila anak ku, sebentar lagi kita akan mendapatkan satu lagi tambahan anggota keluarga." ucap ayah
"Maksud ayah nazira hamil lagi? apakah benar dek?."
"Kok nazira kak? Nazira kan baru saja memiliki debay..." balas aunty
"Yang sedang hamil itu sahabat kamu kak, kakak Anisa." ucap nya memeluk aunty Anisa.
"Really?"
Aunty Anisa hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
"Alhamdulillah..." ucap bunda memeluk aunty Anisa.
"Rayhan..." panggil ayah
"Iya bos..."
ucap ayah, dan kami semua kompak tertawa
"Iya Fahri..."
"Mulai hari ini kamu tidak usah ke kantor lagi."
ucap ayah.
"Apa? saya di pecat? apakah kamu setega itu sahabat ku? istri saya lagi mengandung dan kamu ingin memecat saya?"
"Hahaha, kamu mikir terlalu jauh. Tidak mungkin saya akan memecat asisten sekaligus sekretaris yang sudah bekerja lama dengan saya, dan apalagi sahabat saya."
"Lalu apa maksud ucapan mu?" ucap om Ray serius.
Tidak hanya om Ray, kami semua yang ada di sana juga ikut panik, dengan apa yang akan di katakan ayah kepada om Ray.
__ADS_1
"Hei, kenapa kalian semua ikut tegang...
Saya hanya mengatakan Ray tidak usah kekantor lagi, saya tidak bilang memecat Rayhan. Kalian tidak usah tega seperti itu semua. Saya tidak akan sekejam itu."
"Mas... to the poin saja." ucap bunda
"Baiklah my wife."
"Rayhan, hari ini kita mendapatkan kabar bahagia dengan kehamilan Anisa, saya mau kamu mengikuti semua perkembangan calon anak kalian. saya mau kamu hanya memprioritas kan Anisa dan calon anak kalian, untuk urusan pekerjaan, kamu bantu saya bekerja dari rumah saja."
"Fahri, kamu terlalu berlebihan saya bisa bekerja di kantor, kami sudah membicarakan ini sebelum nya, jika Anisa hamil, kami akan pindah kerumah bunda sampai nanti Anisa melahirkan."
"Saya sudah mempertimbangkan semua nya, kamu bekerja dari rumah saja, saya ingin kamu mengikuti perkembangan calon anak mu, saya anggap ini sebagai perantara penembusan rasa bersalah saya kepada Qila yang tidak mengikuti perkembangan Kabir waktu dulu.
"Terimakasih sahabat ku." ucap om Ray
***
Saya merasa seperti patung diacara ulang tahun saya, karena sibuk mendengarkan drama ayah dan om Ray.
Hmmm...
"Apakah acara potong kue nya sudah bisa kita lakukan ayah, bunda, om, aunty, uncle dan kakek?"
"Oh My God kita sampai lupa dalam rangka apa kita semua berkumpul disini." ucap uncle yang dari tadi asik menidurkan debay di pangkuan nya.
"Hahaha... sayang maafkan aunty, gara gara kabar kehamilan aunty kita jadi lupa tujuan utama kita berkumpul disini."
"Bunda juga minta maaf ya sayang."
"Iya sudah, semuanya sudah Kabir maafkan...
Apakah sekarang sudah bisa kita potong kue nya? Kabir udah lapar hehehe..."
"Of course..." ucap mereka semua kompak
__ADS_1