
Setelah selesai membuatkan minuman untuk ayah dan suaminya, Qila memutuskan kembali ke kamar nya.
Qila masih tidak menyangka, ternyata tamu yang datang tak di undang itu adalah ayah kandung nya sendiri.
Sedih ...
Tentu Qila sangat lah sedih, ayah kandung nya sendiri, tidak mengenali diri nya.
Ya... Qila masih bergelut dengan pemikiran nya.
Bahagia karena bisa melihat ayahnya yang sudah 8 tahun lebih tak pernah di jumpai nya. Siapakah sebenarnya istri mas Fahri dulu? mungkinkah istri mas Fahri Anita? batin Qila
Tidak mungkin, kak Anita namanya bukan Nadira, kak Nita nama panjangnya Anita Nazira Saraswati. Jika bukan kak Anita, apakah mungkin aku? yang dimaksud ayah anak nya? tapi ngak mungkin, bagaimana bisa aku menikah dengan Fahri dan menjadi istri nya dulu. batin Qila
Jika itu terjadi, aku tidak bisa memaafkan mas Fahri, karena jika itu benar, mas Fahri lah orang yang bertanggung jawab atas hidup ku yang hancur selama 8 tahun ini. Batin Qila kembali
Tapi mungkin saja Nadira yang dibilang mas Fahri sebenarnya adalah kak Anita. Nadira, Nazira nama yang sangat sangat mirip.
Jika istri mas Fahri adalah kak Nita, berarti kak Nita sudah meninggal. inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un. batin Qila
__ADS_1
Aku harus menanyakan kebenaran semua ini dengan mas Fahri. batin Qila
Aku tidak boleh menduga-duga. batin nya kembali
Qila pusing memikirkan kebenaran ucapan ayah nya, sampai lah dia tertidur diatas kursi yang ada di balkon kamar nya.
***
Di lain sisi setelah mengantarkan ayah mertua nya pulang kerumah mereka yang di beli 8 tahun lalu. Fahri memutuskan duduk di kursi yang berada di teras depan rumah nya.
Apa yang harus aku kata kan kepada Qila?
Bagaimana cara ku menjelaskan kebenaran yang sebenarnya dia adalah istri ku yang sama dengan istri yang ku nikahin dulu.
Apa aku harus mengatakan kebenaran ini?
Sementara Qila pribadi pernah mengatakan kalau dia sangat membenci orang di masa lalu nya yang telah membuat nya, kehilangan semuanya. Batin Fahri
***
__ADS_1
Fahri memutuskan kembali masuk kedalam rumah nya, setelah cukup lama menimbang semua nya, akhirnya Fahri memberanikan diri menjumpai istri nya, dan mengatakan kebenaran sesungguhnya.
Sesampainya Fahri di kamar, Fahri tidak melihat keberadaan istrinya di ranjang, atau pun di sofa kamar nya, dia memutuskan melihat istrinya di dalam kamar mandi namun juga nihil, terakhir Fahri mencari Qila di balkon, dan disana dia melihat istrinya tertidur, dengan mata sembab seperti orang siap menangis.
"Qila, Dira ku maaf kan mas ya sayang, mas telah membuat kamu menderita selama ini. mas janji mulai sekarang akan menembus semua kesalahan mas di masa lalu, sayang." batin Fahri sambil mengangkat istrinya ke atas ranjang mereka.
Ini kali kedua Fahri mengangkat istrinya yang ketiduran diatas kursi yang berada di balkon, dengan mata yang sembab.
"Apa yang sedang ada di pikiran istriku? ini sudah kali kedua dia seperti ini." batin Fahri
"Harus kah aku mengatakan semua nya?
Apakah dia bisa menerima semua kenyataan, yang akan aku jelaskan?
Jujur aku tidak sanggup kehilangan Qila Dira ku untuk kedua kali nya." batin fahri kembali
Setelah mengangkat istrinya, dan menyelimuti istrinya itu, untuk kali pertama setelah pernikahan nya dengan Qila, dia mencium lembut bibir istrinya itu.
"Sayang... besok semuanya akan mas terang kan, semua yang menjadi kegundahan mu beberapa hari ini. Mas akan terima semua konsep kuensinya, mas ngak mau pernikahan kita di landasi kebohongan." batinnya
__ADS_1
"Tapi untuk ciuman ini dan ciuman sebelum kita menikah dan di saat kamu koma, mas tidak akan mengatakan kebenaran nya kepada mu, biar lah itu menjadi rahasia mas sendiri." batinnya kembali
***