
Hari sudah berganti menjadi malam, Fahri tetap kepada keputusan nya semalam, dia ingin jujur tentang kebenaran masa lalu nya, dia tak ingin berahasia lagi dengan Aqila Nadira Azhari istri mungil nya itu.
Qila... panggil Fahri yang sudah terlebih dahulu baring di atas ranjang.
Iya mas...
Mas boleh minta sesuatu ngak??
Apa mas??
Mas mau kamu...
Apa mas??
Apa pun yang akan mas jelaskan kepada kamu nanti nya, mas minta kamu maafin mas ya.
Emang mas mau bilangin apa sih mas? muka nya serius amat.
Kamu janji dulu ya sayang
Hmm... insyaallah Qila akan maafin mas
Terimakasih sayang.
Sebenarnya, mas mau cerita tentang masa lalu mas, dan kaitan masa lalu mas dengan kehidupan kita sekarang sayang.
__ADS_1
Hmm... Qila udah bilang kan mas, kita tidak usah bahas ini.
Tapi sayang, mas ngak bisa menutupi nya lagi, mas harus mengatakan kebenaran tentang masa lalu mas dan kaitan nya dengan kehidupan kita nanti.
Baik lah mas, jika kamu ingin cerita, Qila akan dengar kan.
Hmm...
Sayang sebelum nya mas minta maaf, sebenarnya mantan istri, hmm istri mas 8 tahun silam sebenarnya masih hidup, dan sekarang mas sudah menemui nya.
Maksud mas apa?? bukannya sebelum menikah sama Qila, mas bilang istri mas sudah meninggal.
Mas baru tau, setelah kita menikah sayang, ternyata orang yang selama ini mas rindu kan dan mas cari, masih hidup.
Mas mau kita pisah kan???
Apa yang kamu kata kan Qila, mas tidak pernah berniat sedetik pun untuk berpisah dengan kamu. Mas sayang kamu Qila.
Iya mas sayang Qila, sebagai mana sayang seorang Abang terhadap adik saja kan?
Qila ...
Maaf mas, sudah beberapa hari ini Qila memang menaruh curiga dengan sikap mas terhadap Qila, dan sekarang Qila sadar, kenapa mas bersikap seperti ini kepada Qila.
Mas masih menginginkan bak Nadira istri mas itu kan?? dan mas merasa bersalah kepada dia, karena mas sudah menikahi Qila. Benar begitu kan mas.
__ADS_1
Jika melepaskan Qila pilihan terbaik, dan mas bahagia, Qila iklhas kok berpisah dengan mas.
Qila... ucap Fahri dengan nada tinggi.
Seperti nya, mas belum bisa cerita kebenaran yang ingin mas sampai kan, kamu istirahat lah, mas keluar dulu. ucap Fahri
Qila hanya diam di posisi nya, tanpa mencegah Fahri pergi dari kamar nya, niat nya ingin mendengarkan kebenaran yang memang sejak pagi, ingin di sampaikan suami nya, namun semua itu tak terjadi, karena perasaan yang beberapa hari ini di pendam nya terluahkan begitu saja, disaat Fahri mengatakan bahwa istrinya yang bernama Nadira itu masih hidup.
***
Di lain sisi Fahri yang sudah tak bisa membendung emosi nya mendengar perkataan pisah, yang sama sekali tak pernah ingin di dengarnya oleh istrinya itu, memutuskan keluar kamar, menuju ruang tamu rumah nya.
Kenapa kamu harus meminta pisah sayang? ucap nya membanting vas bunga yang ada di ruang tamu.
Apa yang harus ku lakukan? jika semua kebenaran ini aku ungkapkan, apakah kamu akan meninggalkan aku? Aku tak sanggup jika itu terjadi sayang. ucap nya kembali, kali ini memukulkan tangan nya Kedinding ruang tamu.
Tanpa Fahri sadari dari lantai atas, Qila memperhatikan suami nya itu.
Mas ... apa yang kamu lakukan. batin Qila meringis melihat apa yang telah terjadi pada tangan suami nya itu
Kenapa kamu harus menyiksa diri mu mas? batinnya kembali
Maafkan Qila jika kata kata yang Qila ucapkan tadi melukai hati mu mas, Qila sama sekali tidak berniat mas. ucap nya.
***
__ADS_1