
Fahri POV
Setelah mengantarkan dedek bayi, aku kembali ke kamar, sesuai niat awal, ingin menjumpai istri mungil ku itu.
Aku masih mengingat permintaan konyol istri ku meminta cerai seminggu yang lalu, hari ini aku putuskan akan menemui istri ku, dan menanyakan apa sebenarnya titik permasalahan, sehingga dia tiba - tiba meminta cerai. Perkataan yang paling tidak mau aku dengar dari ucapan nya.
Dengan ragu tapi pasti, aku membuka pintu kamar tanpa mengetuk ataupun mengucapkan salam. Pemandangan pertama yang ku lihat adalah rambut istri ku yang tergerai indah.
Mas... ucap nya.
Qila yang tengah menyisir rambut, menghentikan aktivitas nya.
Mas... ucap nya kembali
Aku masih diam tanpa bergeming, melihat pemandangan langka yang ada di hadapan ku.
Dia mengenakan pakaian yang berbentuk lingerie panjang, di padukan dengan kimono yang menutupi lekuk tubuh nya, ini perdana.
Mas... ucap nya kembali sambil membalikkan badan kearah ku berada.
Aku masih diam, tanpa bergeming sedikitpun.
Mas ... ucap nya kembali, kini berjalan kearah ku berdiri, disentuh nya tangan ku dan di genggam nya.
Reflek aku melepaskan genggaman tangan nya. Aku masih terkejut dengan penampilan nya malam ini yang terlalu ****, sungguh sebenarnya aku datang kekamar ini untuk menyelesaikan permasalah kami yang tertunda. Namun pandangan langka yang ada di hadapan ku kini, membuat badan ku terasa panas dingin, ya... aku manusia normal, aku menginginkan hak ku, tapi itu tidak mungkin, mengingat keinginan nya, dan permasalahan diantara kami yang belum selesai.
__ADS_1
Mas... kamu kenapa? tanya nya
Tidak apa apa, mas kekamar mandi dulu, mau mandi. ucap ku berlalu meninggalkan.
Kini di dalam kamar mandi aku mendinginkan tubuh ku yang sudah panas dingin hanya dengan melihat penampilan istriku dengan rambut di gerai dan menggunakan baju yang terbilang sexy itu.
Cukup lama di kamar mandi, setelah selesai bermain solo dengan guyuran air dingin itu, aku memutuskan menyelesaikan mandi ku, lalu menggunakan baju tidurku.
Mas ... ucap nya memanggil ku
Hanya menatap nya sebentar, aku berlalu menuju meja hias nya, menghidupkan hairdryer untuk mengeringkan rambut ku.
Mas... ucap nya mengikuti ku , dan berdiri di belakang ku.
Apa yang sebenarnya terjadi sama istri ku, kenapa setelah pulang kembali ke rumah ini sikap nya seperti ini ? Wanita ini apa dia ngak tau? Saya lelaki normal, saya bisa saja khilaf kalau dia terus di sini. Batin ku
Qila bantu ya mas. ucap nya ingin meraih hairdryer yang berada di tangan ku.
Tidak usah, saya bisa sendiri QILA. ucap ku menekan nama nya.
Apa apa an ni? Apa dia sedang menggoda ku.
Mas ... ucap nya kembali
Ambil lah, jika kamu menginginkan ini. ucap ku memberikan hairdryer yang ku pegang lalu berdiri dari tempat duduk ku.
__ADS_1
Mas... mau kemana? tanya nya
Qila kamu mau apa sih sebenarnya? Jangan mencoba menggoda ku sayang. batin ku
Mas... rambut mas belum kering, Qila boleh ngak bantu mas ngeringin rambut mas? ucap nya memohon sambil menelungkup kan kedua tangan ku di dada.
Silahkan ucap ku kemudian, lalu duduk kembali di kursi di depan meja hias Qila.
"Mas... Qila mau bicara." ucap nya kembali sambil mengeringkan rambut ku
Hmm... ucap ku.
Apa yang mau dibicarakan gadisku ini?
Sudah siap... ucap nya
Hmm... ucap ku mengerutkan kening.
Qila... ucap ku kembali, karena tak ada respon dari nya.
Iya mas...
Kamu bilang, kamu mau bicara? Bicara lah? kamu mau apa? tanya ku to the point
Fahri END
__ADS_1