Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Wedding Party (Revisi)


__ADS_3

Hari ini adalah hari spesial bagi Kabir, karena dia berhasil menyatukan ayah dan bunda nya kembali.


Ya hari ini adalah hari yang sangat spesial, karena menunggu hitungan jam ayah nya (Fahri) akan mengucapkan ijab Kabul.


Penantian Kabir selama sebulan ini membuah kan hasil, akhirnya Bunda nya luluh dan mau menerima pinangan ayah nya.


Kabir yang ada di kamar bunda nya itu, meminta izin turun ke bawah, tempat bunda dan ayah nya melangsungkan akad nikah.


"Bunda..."


"Iya sayang."


"Kabir turun ke bawah dulu ya."


"Kabir temanin bunda aja di sini nak."


"Hmm... Kabir mau lihat secara langsung proses ijab kabul nya Bun.


bunda siap siap aja, setelah ayah selesai ngucapin ijab kabul nya, nanti bunda kabir jemput. Lagian kan disini ada Aunty..."


"Hei... bunda jangan nangis, harusnya bunda hari ini bahagia, karena bunda akan menikah dengan ayah."


"Iya sayang, bunda hanya menangis terharu kok sayang."


"Yaudah, Kabir turun dulu ya bunda."


***


Setelah sampai di bawah, Kabir langsung mencari keberadaan ayah nya itu.


"Ayah..." ucap Kabir


"sayang..."


"Ayah terlihat sangat tampan?"


"Bukannya selama ini ayah kamu ini memang tampan sayang."


"iya, tapi hari ini ayah terlihat lebih tampan, menggunakan baju kurung melayu di tambah tanjak yang melingkar di kepala menambah kadar ketampanan ayah." ucap ku sambil tertawa.


"Maaf tuan..." ucap om Ray


"Iya ada apa Ray?"


"Penghulunya sudah datang tuan, apakah acara nya sudah bisa kita mulai tuan."


"Bisa om, bunda juga udah siap kok." ucap Kabir spontan

__ADS_1


"Mari tuan," ucap om Ray menunjuk tempat prosesi ijab kabul di laksanakan.


***


Di lain sisi Qila bimbang, takut, bahagia, terharu karena hari ini akan menikah.


"Qila... hei... Lo kenapa sedih?


Lo ngak suka sama bos nya Ray?


Jika Lo belum siap nikah sama dia, kita masih bisa batalin kok, sebelum Ijab Kabul di mulai."


"Bukan itu, gue hanya tak menyangka dan merasa semua yang terjadi hari ini seperti mimpi, sekian tahun gue menunggu, menanti seseorang, menjalani Lika liku kehidupan hingga lah sampai dititik sekarang, gue merasa semua ini seperti mimpi."


"Gue yakin calon suami Lo orang baik, dia pasti tidak akan meminta atau memaksakan hak nya kepada Lo, gue yakin niat dia menikah dengan Lo itu niat tulus karena Allah?."


"Kenapa kamu bisa seyakin itu?."


"Ray pernah bilang ke gue, bos nya itu kembali terlihat memiliki semangat hidup setelah mengenal Kabir, gue yakin pasti dia menikahi kamu tulus karena ingin menjadi ayah sambung untuk anak kamu."


***


Setelah ijab kabul selesai di laksanakan, Kabir menarik tangan Fahri menuju kamar utama yang ada di lantai atas, tempat Qila berada.


"Selamat ayah, sekarang ayah sudah resmi menjadi ayah Kabir." ucap ku


"Ayo yah, Kabir antar menuju kamar bunda." ucap ku


"Iya sayang." ucap ayah, sambil menaiki tangga


***


Sesampainya di depan pintu kamar, aku meninggalkan ayah.


"Ayah silahkan masuk, bunda sudah nunggu wkwk." ucap ku melepaskan pelukan, meninggalkan ayah berdiri mematung di depan pintu


"Kita masuk sama - sama saja sayang." ucap ayah meraih tangan ku


"Ayah aja, Kabir mau nemuin tamu." ucap ku menolak.


"Baik lah sayang." ucap ayah


Aku memutuskan turun kebawah dan menerima tamu bersama om ray dan aunty anis


"Kabir..." ucap seseorang yang tak asing suaranya di telingaku, ya dia sahabat ku angga


"Angga, terimakasih sudah datang, kamu kesini sama siapa? Om dan buk dokter dimana?."

__ADS_1


"Angga..." ucap oom dokter


"Om, buk dokter terimakasih sudah datang."


"Sama - sama nak."


"Mas..." ucap buk dokter yang masih bisa ku dengar


"Iya, saya kesana ya..." menunjuk tempat ibu ibu lain berkumpul


"Baik lah..."


"Ayah... angga lapar,anga ambil makan duluan ya."


"Iya sayang..."


"Om ngak nyusul ambil makan kaya angga juga?."


"Tidak,om disini nemanin kamu saja, kasian kamu nerima tamu sebanyak ini sendiri."


"Nggak sendiri kok om.


ada aunty sama om ray yang juga ikut nerima tamu."


"Yauah om temanin kamu disini deh biar ngak kesepian."


"Om bisa aja."


***


Setelah menerima begitu banyak tamu, setelah sunyi om dokter memanggil ku


"Kabir."


"Iya om."


"Apa ayah dan bunda mu menikah setelah tau hasil tes itu sayang?."


Tidak om, saya belum memberikan hasil tes itu kepada bunda dan ayah."


"Kenapa belum sayang."


"Kabir masih mencari waktu yang tepat."


"Oke sayang... om tinggal dulu ya, om mau jumpai Angga dan bunda nya."


"Baik om, sekali lagi terimakasih atas bantuannya di RS dan terimakasih sudah mau datang memenuhi undangan Kabir hari ini."

__ADS_1


"Sama sama sayang."


__ADS_2