
Setelah semua kegiatan acara walimah selesai, semua tamu telah pulang, kini yang tinggal di rumah hanyalah Fahri, Qila, Kabir, Nisa dan Rayhan yang akan pulang.
...☘️☘️☘️...
(Di ruang tamu)
"Alhamdulillah ya bos, acara nya berjalan lancar" ucap Rayhan
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar."
"Gimana perasaan nya bos, setelah sah menikahi nyonya Qila bos."
"Kamu ini, Alhamdulillah setelah acara ijab qobul tadi, perasaan saya sudah lebih legah Ray."
"Gue turut bahagia ya bos."
"Terimakasih banyak atas bantuan nya, membantu terlaksananya acara ini dengan sukses Ray."
"Sama - sama bos."
"Btw untuk seminggu kedepan kamu saya kasih cuti, berlibur lah bersama calon istri kamu, siapkan lah persiapan untuk pernikahan kalian."
"Terimakasih bos."
"Satu lagi jika ada kendala biaya atau apapun kabari saya, jangan sungkan."
"Baik lah bos."
"Bos, seperti nya para tamu telah pulang semua, saya izin pulang dulu ya bos." ucap Rayhan
"Silahkan, sekali lagi terimakasih banyak ya, telah membantu sampai acara selesai."
"Terimakasih bos."
__ADS_1
"Ray, tunggu kamu pulang nya pakai apa? bukan nya kamu kesini tadi tidak bawa mobil?
ini bawa mobil saya saja?" ucap ku
"Ngak usah bos, saya pulang sama Anis calon istri saya saja bos, lagian dia sudah nunggu di depan?"
"Oh calon istri kamu ternyata tadi datang ya?"
"Ya ampun bos, jelas datang lah bos, kan calon istri saya sahabat dekat istri bos."
"Astagfirullah gue sampai lupa Ray, sorry ya pas acara walimah tadi saya tidak terlalu memperhatikan satu satu tamu undangan."
"No problem bos, lain waktu gue akan ajak Anis jumpa bos."
"Oke... udah Ray, noh pulang sekarang, kasian tu calon istri udah lama nungguin di mobil?
atau kalau kamu mau ngobrol panjang lagi dengan saya, suruh aja calon nya turun dulu?"
"Lain waktu saja bos, mungkin Anis sudah ketiduran di dalam mobil, saya pamit pulang ya bos. Assalamualaikum."
setelah kepergian Ray, Fahri memutuskan ingin ke kamar, karena merasakan lelah sekali dan ingin rebahan.
...☘️☘️☘️...
...🌺🌺🌺...
(Di ruang tengah)
Anisa, Kabir dan juga Qila duduk diruang tengah, dengan posisi Anis berhadapan di depan Qila, dan Kabir sendiri berada di atas pangkuan Qila sedang tertidur.
Qila?? bagaimana rasa nya? resmi jadi istri seorang Presdir? mana Presdir nya tampan lagi. Pasti bahagia sekali kan.
Usss... kamu ini, jangan besar - besar nanti mas Fahri dengar.
__ADS_1
Mas Fahri?? cieh... baru sehari resmi jadi nyonya Fahri, panggilan nya langsung berubah menjadi mas wkwk.
Kamu ini nis, jangan besar - besar nanti mas Fahri dengar.
Wih, sahabat gue ini kelihatan nya takut sekali suami nya dengar tentang dia. Jadi kepo ih sama suami kamu, kata Ray sih, suami kamu tampan.
Lah Lo belum jumpa sama suami gue??
Ya belum lah, secara setelah nemanin Lo di hias sama MUA gue kan nemanin Ray di luar nyambut tamu.
Yaudah, kita ke ruang tamu saja ngobrol nya bareng Ray dan mas Fahri.
Ngak usah deh Qila lain kali aja, tadi gue udah chat Ray, bentar lagi dia juga keluar. Gue pamit duluan ya ke mobil.
Oke deh nis, terimakasih banyak atas bantuan nya
sama sama, eits tapi ini Ngak geratis gue tagih besok saat gue nikah sama Ray, Lo harus khendel semua nya.
Siap nyonya Ray
belum resmi jadi nyonya Ray gue Qila.
Noh gara gara laki Lo, Ray gue belum jadi jadi nikahin gue.
Wkwk...
Gue pamit dulu ya, assalamualaikum. ucap nya keluar dari pintu samping
waalaikumsalam. ucap ku.
***
Setelah kepergian Nisa aku memutuskan mengantarkan Kabir ke kamar nya.
__ADS_1
Nak, bunda masing bimbang sama keputusan bunda, apakah yang bunda lakukan ini sudah benar nak. ucap ku sambil merapikan selimut Kabir.
Keluar dari kamar Kabir, aku memutuskan kembali kebawah menuju ruang tamu, tempat mas Fahri berada.