Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Nisa (Revisi)


__ADS_3

Hari ini genap sudah seminggu Fahri dan Qila menikah. Sesuai janji beberapa hari dulu yang di sepakati antara Ray dan Fahri, hari ini mereka mengajak pasangan masing - masing untuk berlibur di Lombok.


Pagi itu setelah mengantarkan Kabir menuju ke bandara Qila dan Fahri kembali pulang ke rumah mereka yang sudah 3 hari ini di tempati oleh Fahri, Qila dan Kabir.


Ya rumah itu adalah rumah yang dibeli Fahri untuk Qila 3 hari sebelum acara pernikahan di laksanakan.


Kabir yang memiliki acara studi tour ke Malaysia bersama guru dan teman seniman nya tidak bisa ikut liburan ke lombok bersama bunda, ayah, uncle dan aunty nya.


Setelah mengantarkan Kabir, sekarang Fahri dan Qila sudah berada di rumah menunggu Ray menjemput, karena sebelumnya Anisa telah berada di Lombok 1 hari yang lalu, bersama keluarga nya.


Nisa berada di Lombok 1 hari yang lalu, karena dia pergi resepsi pernikahan salah satu saudara jauh nya, Ray yang setelah acara langsung pulang ke kota X untuk menjemput Fahri dan Qila.


Hampir 1 jam Fahri dan Qila menunggu Rayhan, akhirnya Rayhan muncul.


(Di dalam mobil)


Maaf bos, gue lama jemput, soalnya tadi gue kesiangan dan macet di jalan bos.


No problem...


Calon Lo mana?? bukannya kita janji liburan berempat? tanya Fahri


Anis sudah berada di Lombok satu hari yang lalu bos, sorry saya ngak bilang ke bos, kemarin saya dan Anis sudah duluan ke Lombok.


Lah kalau kamu kemarin sudah berangkat ke Lombok? kenapa kamu pulang lagi ke sini oon. ucap Fahri spontan


Haha ... Anu bos, yang ngajak Lo liburan ke Lombok kan gue bos, jadi nya gue harus tanggung jawab lah jemput Lo dan nyonya Qila Al Ghifari.


Haha ... kamu bisa aja Ray. ucap Qila yang dari tadi diam.


Benar Qila sekarang itu kamu sudah menjadi nyonya Qila Al Ghifari, bukan Qila my queen. gurau Rayhan.


Queen??. tanya Fahri spontan


Haha ... becanda bos.


Haha kamu bisa aja Ray. ucap Qila.


Tanpa Qila dan Rayhan sadari, raut wajah Fahri berubah menjadi cemburu melihat interaksi sahabat dan istri nya itu.


***


Sesampainya di Lombok mereka semua telah di jamu oleh Anisa.


silahkan makan pak Fahri, Qila, Baby ... ucap Anisa.


Terimakasih sayang, ucap Qila dan Rayhan kompak.


Terimakasih nona Anis, ucap Fahri sambil memainkan ponselnya, tanpa menatap lawan bicara nya.


Tidak sopan sebenarnya tamu tidak memandang tuan rumah, tapi berbeda dengan kasus Fahri, di saat Anisa menyapa Fahri memang tidak menatap Anisa baik baik, hanya menatap sekilas saat tiba di rumah Anisa. Ya Anisa memiliki rumah di Lombok, rumah tersebut adalah rumah peninggalan arwah kakek Anisa.


***


Setelah selesai makan di ruang makan, sekarang mereka berempat berada di ruang tamu.


Di sini lah untuk pertama kali nya Fahri menatap Anisa lama.

__ADS_1


wajah itu?? seperti familiar. batin Fahri.


Mas, Qila ke belakang dulu ya, mau buatin mas kopi, ucap Qila.


Iya sayang...


Oh... so sweet nya....


Baby, kita kapan lagi sih kaya mereka. ucap Anisa spontan


Sayang, malu tau, masa bicr seperti itu di depan bos... ucap Rayhan


Santai aja Ray, kita lagi liburan bukan di kantor, saya ini sahabat mu, bukan bos mu. ucap Fahri


Haha... Rayhan... kaya kamu ngak tau sifat Anis saja Ray, saya kebelakang dulu ya? kamu mau sekalian saya buatin kopi? tanya Qila pada Rayhan


Boleh juga, udah lama juga kan, ngak nikmati kopi buatan kamu, secara kopi kamu adalah kopi ternikmat di dunia ini. bos... eh Fahri Lo harus coba deh kopi istri Lo, dijamin betah dirumah deh.


"Baby... "ucap Anisa cemburu


"Haha ... noh, calon bojo mu cemburu, becanda nya terlalu sih" ucap Qila berlalu menuju dapur.


Kini di ruang tamu tinggal lah Fahri, Ray, dan Anisa.


Fahri dari tadi, masih saja menatap Anisa, ya wajah itu masih sangat familiar di ingatan Fahri sampai sekarang, wajah sahabat istrinya sekarang itu sangat lah mirip dengan wajah Anisa teman lama Nadira mantan istri nya.


"Bos ..."ucap Ray, membuyarkan lamunan Fahri.


"Gitu kali lihat calon istri saya bos? bikin cemburu aja."


Nisa yang sadar ditatap Fahri menunduk seketika.


"Silahkan." ucap Fahri.


"Iya baby" ucap Nisa


Kini tinggal lah Fahri dan Anisa di ruangan tersebut.


"Pak Fahri," ucap Anisa


"Iya..." ucap Fahri


"Gimana?? pasti bahagia kan nikahin sahabat saya?"


Fahri hanya tersenyum dengan pertanyaan Anisa.


"Maaf nona Anisa, apakah saya boleh bertanya?"


"Tanya kan saja pak, tidak perlu sungkan."


"Nama lengkap kamu siapa ya nona, kalau saya boleh tau?"


"Nama saya Anisa Maharani"


"Nisa..." ucap Fahri reflek


"Iya tuan, kenapa???"

__ADS_1


"Kamu tidak mengenali saya Nisa?"


"Haha ... bapak bercanda saja, ya saya kenal lah sama bapak, secara bapak kan bos calon suami saya."


"Bukan itu maksud saya. Kamu tidak mengenali saya sebelumnya?"


"Saya kenal bapak ya, setelah bapak nikah dengan sahabat saya."


"Aqila Nadira Azhari pasti kamu sangat kenal pemilik nama itu kan?..." ucap Fahri


"Bapak bilang apa pak??"


"Aqila Nadira Azhari..." ucap Fahri kembali


"Nama itu kan, nama ..." ucap Nisa terpotong


"Kamu lupa dengan saya?? saya Ary..." ucap Fahri


"Ary???"


"Iya saya Ary teman dekat sahabat kamu Aqila Nadira Azhari."


"Bapak bercanda deh."


"Saya serius, saya Ary."


"Ary?? Alhamdulillah ternyata Qila nikah nya sama kamu."


"Maksud kamu??"


"Iya saya senang sekaligus lega, karena sekarang yang menikahi sahabat saya kamu, orang yang di tunggu nya selama ini?"


"Maksud kamu Qila istri saya??"


"Iya lah Fahri Qila yang lagi di dapur."


"Wait?? maksud kamu Qila istri saya adalah Aqila sahabat kamu Aqila Nadira Azhari?? Tapi bukan nya nama istri saya Aqila Nindia Maheswari??"


"Iya Fahri, kedua nama yang kamu bilang itu, orang nya sama saja. Qila ngak cerita ya kenapa dia merubah identitas nama nya?


Lah kamu juga, masa kamu ngak mengenali dia sih. Kamu ini bercandanya kebangetan wkwk ..."


"Hei... sayang ketawa nya kencang sekali," ucap Rayhan yang baru masuk kedalam rumah setelah mengangkat telepon.


"Wkwk... ngak ada sayang, tadi kami berdua cerita masa lalu kami."


"Maksud nya baby?"


"Sayang, ternyata bos kamu Fahri ini adalah teman dekat nya sahabat saya Qila, Ary cinta pertama sahabat saya. Kamu kok Ngak bilang dari awal sih bos kamu adalah Ary?"


"Dunia sempit ya bos." ucap Rayhan menahan tawa.


Qila sudah siap dengan minuman dan cemilan yang ada di tangan nya.


"Hei... kalian bertiga lagi bahas apa??


Ketawa nya sampai di dapur tau."

__ADS_1


"Ntar deh gue ceritain Qila." ucap Nisa.


"Yaudah ini makanan dan minuman dimakan dan diminum keburu dingin." ucap Qila.


__ADS_2