Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
OOM TAMPAN (REVISI)


__ADS_3

Di dalam rumah Qila mengingat lika liku perjalanan hidup nya yang hanya menjadi singel mother.


Begitu banyak pengorbanan yang telah dia lakukan, demi menjaga sang putra. tanpa Qila sadari air mata nya jatuh.


"Bunda... kenapa?? bunda menangis?? siapa yang jahat sama bunda??" tanya Kabir


"Tidak ada nak, bunda ngak nangis kok, tadi mata bunda kelilipan aja." ucap ku berbohong


"Bunda ... bunda ... sini," ucap nya sambil memukul sofa disampingnya duduk.


"Iya nak ... kenapa???"


"Bunda... coba deh bunda lihat, foto Kabir sama oom Khabir besar muka kami hampir mirip ya Bun. " ucap nya dengan lugu


Qila yang penasaran, dengan omongan anak nya, menatap tablet yang di mainkan anak nya.


benar yang di bilang Kabir, muka pria itu sebelas dua belas dengan muka anaknya.


"Bunda ... bunda... hmm... Kabir mau nanya."


"Apa nak??" jawab ku


Bunda ... selama ini Kabir ngak pernah jumpa dengan ayah Kabir, ayah Kabir sebenarnya siapa bunda??? Ayah Kabir di mana?? Apakah ayah Kabir masih hidup??" tanya anak itu bertubi dengan polosnya


Qila hanya diam menatap anak nya, tidak ada jawaban yang di lontarkan nya, karena dia sendiri tidak tau ayah dari anak nya.


Bunda ... bunda... jangan sedih... maaf Kabir nanyain ayah." ucap nya, sambil menghapus beberapa butir air mata yang keluar dari mata sang bunda


"Ngak apa apa nak sekarang kamu tidur lagi ya nak, sudah malam, besok kamu mau pergi sekolah."


"Baik big bos... i love you ... ucap nya sambil mencium pipi sang bunda."


Bagaimana cara ku menjelaskan tentang asal usul nya ya, jika aku sendiri tidak tau siapa ayah dari anak ku. Kabir anak yang memiliki otak genius diatas rata rata anak seusia dia, cepat atau lambat, dia pasti akan mencari tau sendiri asal usul nya. batin ku


***


Di dalam kamar, Kabir yang mandiri tidur sendiri, sudah mencoba memejamkan matanya, namun bayangan pria dewasa yang nama dan wajahnya nya yang hampir sama dengan nya membuat Kabir berpikir dan bertanya-tanya siapa kah sebenarnya oom Khabir yang di jumpai nya tadi.


"Kenapa Kabir merasa nyaman sama oom tadi ya??" batin nya


"Kenapa bunda ngak pernah cerita tentang ayah Kabir siapa ya??"


"Huuu... Kabir ngak bisa tidur ni. Kabir telpon oom Khabir aja deh, semoga aja di angkat." batinnya


πŸ“±πŸ“±πŸ“±


"Hallo oom Tampan"

__ADS_1


"Hallo... siapa ya??" ucap oom khabir dingin


"Ini Kabir Oom" ucap khabir


"Kabir, kenapa belum tidur?" ucap oom Khabir alias Fahri


"Kabir ngak bisa tidur oom..hehe...


Ngak apa apa kan kalau Kabir telpon oom malam malam gini.. hehe "ucap khabir


"Ngak apa apa nak, om juga ngak lagi sibuk dan belum tidur, kenapa belum mau bobok, ini kan sudah jam tidur anak kecil seperti kamu sayang?" ucap oom khabir


"Kabir rindu ayah Kabir Om, sejak kecil Kabir Ngak pernah jumpa ayah Kabir "ucap khabir sendu


"Memangnya ayah Kabir dimana?" ucap oom khabir


"Entah lah om bunda ngak pernah mau jawab, jika Kabir tanya tentang ayah" ucap bingung khabir


"Yaudah Kabir mau apa?? minta aja, nanti insyaallah oom kabulin" ucap oom Khabir


"Serius nih om??" ucap Kabir


"Iya sayang, emang kalau Kabir rindu ayah Kabir, Kabir mau apa ganti nya??." ucap oom Khabir


"Hum... biasanya Klw Kabir rindu ayah. Kabir akan tidur sama bunda, tapi Kabir sekarang nggak mau tidur sama bunda lagi."ucap Khabir


"Kabir udh besar om, Kabir ngak mau lagi tidur sama bunda, Kabir pengen bunda punya teman


om... boleh nggak Kabir manggil om dengan sebutan ayah" tanya Kabir


"Tentu saja boleh nak, om ngak keberatan kok." ucap oom khabir


"Beneran omm??" Ucap Kabir dengan antusiasnya


"Iya nak, beneran?" ucap oom khabir


"Yee ..akhirnya Kabir punya ayah, yeee...


Kabir seneng banget." ucap Khabir yang begitu bahagia


"Oke, sekarang hari kan sudah malam dan waktunya Khabir bobok, sekarang Khabir bobok dulu ya, kalau mau nelpon lagi kita telponan besok ....OKE sayang. " ucap Oom khabir


"Oke Ayaaahh hehe..."ucap khabir


"Oke sekarang tidur ya anak ayah."ucap Oom Khabir


"Oke ayah, kabir bobok dulu ya ..

__ADS_1


bayy ayah, good night, assalamualaikum " ucap khabir


"Waalaikumsalam." ucap oom khabir


🌼🌼🌼


(Di Kamar)


Setelah melayani sang Kabir kecil, Fahri memutuskan menghubungi asisten nya.


"Hallo... assalamualaikum Rayyan..."


"Hallo waalaikumsalam, Iya bos."


"Gue mau hari besok, lo kosongin semua jadwal meeting siang gue, dan siapkan makan siang spesial di restoran Indian food biasa, booking untuk gue makan siang sama orang spesial."


"Btw, Klw boleh tau orang spesial nya siapa ya bos? Apakah calon nyonya baru saya bos?" ucap Rayhan bercanda


"Ush kamu ini, siapa juga yang bilang makan siang nya sama cewek, gue mau makan siang spesial sama Kabir ... anak yang mirip gue kecil."


"Oke, siap bos."


"Apakah malam ini saya perlu menemani bos tidur bos?" tanya Rayyan bercanda, kali ini dengan nada bicara lebih serius nya.


"Kamu ini, ya ngak lah Bambang."


"Sorry bos gue Rayhan Al Rayyan." ucap nya kembali mengusik bos nya itu


"Gue tau kali Bambang."


"Lah kok masih dipanggil Bambang, Rayyan bos, jangan tukar nama orang bos, nanti gue nya potong kambing lagi." ucap nya kembali


"Biarin, saya ganti nama lo sesuka gue, nanti gue beliin deh lo kambing banyak, biar sekalian jadi juragan kambing lo."


"Jangan deh bos ... oke oke ... gue ngak bercanda lagi." ucap Rayhan kali ini serius


"Btw bos... gue perhatiin lo sama Kabir kok dekat sekali ya bos, tumben amat lo dekat dengan anak kecil bos? biasa nya juga Lo anti sama yang nama nya anak kecil"


"Entah lah Rayyan gue merasa Kabir itu adalah anak gue, setiap kali gue menatap nya, perasaan nyaman saat bersama Qila itu terasa. tapi gue juga ragu, karena nama ibunya Kabir berbeda dengan nama istri gue."


"Yang sabar bos, gue yakin suatu saat lo pasti akan berjumpa dengan anak dan istri lo."


"Aamiin, makasih ya Ray"


"Sama sama bos." ucap nya


***

__ADS_1


__ADS_2