
Dingin nya malam menemani Fahri dan Qila yang berada di balkon.
Qila yang ingin berbicara dengan suaminya itu, mengajak suaminya untuk mengobrol santai dengan nya di balkon kamar mereka.
Fahri hanya mengikuti kemana langkah kaki Qila membawanya. Tangan Qila sejak di dalam tadi tak pernah terlepas dari genggaman Fahri, ada rasa bahagia yang di rasakan Fahri ketika tangan itu menjalar menggenggam nya.
Bicara lah Qila, apa ada yang penting? jika tidak ada kita bicara kan lain waktu saja, mas sudah ngantuk sayang. ucap ku jujur, sungguh hari ini adalah hari yang sangat melelahkan dan menguras tenaga ku.
Qila mau bicara penting, mas mau tidur ya? tanya nya.
Mendengar Qila yang berbicara dan mata nya yang menyiratkan keinginan agar Fahri mau berbicara dan mendengarkan keinginan nya itu, membuat mata Fahri yang tinggal 5 Watt itu berubah seketika menjadi 100 Watt.
Tidak, bicara lah sayang, mas yakin banyak yang mau kamu bicara kan dengan mas.
Mas minta maaf ya sayang, selama menjadi suami kamu mas belum bisa menjaga kamu dengan baik.
Mas... sebenarnya Qila sebulan yang lalu sudah datang ke Indonesia.
Mas tau sayang...
Apa Kabir memberitahu mas?
No... kamu lupa sayang? mas Presdir, mas punya banyak kenalan dan mata mata. ucap ku
Jadi mas juga tau, alasan Qila waktu itu meninggal mas?
Mas tau, itu lah alasan nya mas tidak menemui mu sayang, mas tau kamu butuh waktu menenangkan diri. Sepulang nya kamu ke Indonesia waktu pernikahan Ray dan Nisa saya melihat kamu sayang...
Ingin rasanya mas menjumpai kamu, tapi waktu itu Ray melarang mas, dia mengatakan kalau kamu datang ke sini hanya untuk menemui Nisa, dia tidak mau jika mas menjumpai kamu waktu itu, kamu akan mengira Ray dan Nisa lah yang sengaja mempertemukan kita.
Mas sangat bahagia hari itu, mas kira kamu akan menetap di sini selama nya, ternyata malam itu juga kamu pergi ke new Zealand.
__ADS_1
Mas tau, Qila ke new Zealand.
Iya mas tau, karena waktu itu kebetulan mas melihat kamu di bandara.
Mas ngapain ke bandara?
Mas jemput ayah waktu itu di bandara...
Ayah Haris?
Bukan, ayah mas... ayah Alif. ucap nya
Sekarang ayah Alif di mana mas?
Ayah sama bunda lagi ada kunjungan bisnis selama 1 bulan ini di Eropa sayang. Itu makanya Nazira tinggal sementara waktu sama mas...
Maaf Qila tanya keluar dari topik. Suami Nazira kemana ya mas?
Suami Nazira itu seorang tentara, sekarang dia lagi di tugaskan di daerah konflik Palestina.
Ini sudah konsekuensi pekerjaan, seorang tentara mengabdi kepada negara.
Mas... kenapa ngak pernah cerita kalau punya adik perempuan sih mas? Seingat Qila ni ya, waktu kita kecil, mas hanya tinggal bertiga sama orang tua mas.
Iya sayang... karena waktu kecil Nazira tinggal bersama Tante mas di Turki, dia yang jaga Nazira sampai akhir hayat nya.
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un...
Qila ngak tau Tante mas sudah meninggal, maaf ya mas, gara gara Qila mas jadi ingat Tante mas...
Tidak apa... Tante mas meninggal saat Nazira berusia 15 tahun. Setelah Tante mas meninggal, ayah dan bunda memutuskan pindah ke Turki, menemani Nazira, sampai lah Nazira menikah, baru ayah dan bunda kembali ke Indonesia.
__ADS_1
Jadi selama ayah dan bunda mas di Turki mas tinggal sama siapa?
Mas waktu itu tinggal di London, mas kuliah di UK selama 5 tahun, setelah mendapat gelar magister, mas kembali ke Indonesia untuk mengelola perusahaan ayah alif dan ayah Haris. Mas waktu itu menjadi CEO di perusahaan tempat kamu bekerja waktu itu sayang.
Maksud mas...
Sebenarnya, kepindahan kamu 9 tahun yang lalu ke kota ini, itu semua sudah di rencanakan dengan matang.
Kamu di sarankan kerja di perusahaan tempat mas kerja, itu juga merupakan bagian dari rencana ayah Haris untuk mendekati kita.
Maksud nya mas? ucap ku.
Mas... ucap ku kembali.
Kenapa sayang?
Kepala Qila sakit mas.
Sudah kita istirahat dulu, lain kali kita lanjut.
Mas janji ya, cerita in kebenaran tentang masa lalu Qila versi mas.
Iya sayang, mas janji...
Ayo... ucap ku memapahnya ke dalam.
Tidur lah, ucap ku menyelimuti nya.
Mas mau kemana?
mas mau tidur. ucap ku
__ADS_1
Kenapa mas pergi ke sofa.
Tidur lah di samping Qila ucap nya memberi tempat.