
Kecurigaan dan rasa cemburu masih melanda pikiran dan hati Qila. Qila diam- diam mengikuti suaminya dari belakang.
"Sorry Ray, gue tinggal ke atas sebentar?"
"Oke ... tak masalah."
"Btw kamu kok lama sekali di dalam toilet nya?"
"Oh itu, gue tadi habis ngangkat panggilan dari Nisa di lantai atas, sekalian gue tadi ke toilet atas."
"Haha... pantasan, gue panggil - panggil tadi di toilet bawah, ngak ada suara."
"Bos... gue pamit dulu ya? Terimakasih hadiah nya, pasti Nisa suka, tas yang bos kasih."
"Sama - sama."
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..." ucap Fahri
***
__ADS_1
Di lain sisi Qila yang curiga dan masih dibakar api cemburu, sedikit lega karena kecurigaan yang tak mendasar itu, memang tidak benar.
"Astagfirullah Qila... bodoh, apa yang kamu lakukan tadi bodoh..." Tutik ku pada diri ku
"Bagaimana aku akan bertemu dan menghadapi mas Fahri kalau begini. Aku harus segera keatas, seperti nya harus pura - pura tidur, agar mas Fahri tidak mempertanyakan perlakuan dan perbuatan ku yang aneh tadi." batin ku
***
Setelah mengantarkan sahabat nya ke depan pintu, Fahri langsung menuju ke kamar, menanyai sikap istrinya yang tiba tiba berubah seperti kerasukan itu.
"Sayang..." ucap ku sembari membuka pintu kamar.
"Mungkin memang sudah tidur" batin ku
Fahri masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya itu. Yang dilakukan Qila sungguh mengejutkan, bersikap manja dan seakan agresif. Sungguh bukan sifat Qila yang selama ini dia kenal.
***
Sudah 3 hari setelah kejadian malam yang sangat memalukan itu, Qila tidak berani menatap suami nya.
Sejujurnya Qila ingin sekali dekat setiap saat dengan suami nya, namun ego mengalahkan semuanya.
__ADS_1
Qila masih tak berani mendekati suaminya itu.
Kini setelah semua sarapan pagi selesai, Qila menyuruh pembantunya memanggil suaminya untuk makan, sementara suaminya belum turun, Qila buru - buru menghabiskan makanan nya.
Qila... ucap seseorang yang tak lain Fahri itu
Qila yang sedang makan pun tersedak, dan segera berdiri ingin meninggalkan meja makan.
Duduk lah...
Maaf mas, Qila keatas sekarang ya, Qila mau siap - siap ke kantor.
Qila... please duduk... temani mas makan
Tapi mas...
Qila, duduk... ini perintah bukan permintaan. ucap nya tegas.
Baik lah mas. ucap Qila tanpa bisa membantah
***
__ADS_1