Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Penjelasan


__ADS_3

Seperti biasa aktivitas Qila di pagi hari jika berada di rumah, memasak sarapan.


"Mas...


Sarapan nya udah siap, cepetan turun, nanti kita ketinggalan pesawat." ucap ku berlalu duduk di meja.


Dari samping ku seseorang mencium pipi ku.


"Mas... ih... masih pagi juga..." ucap ku memutar badan ke samping. Betapa terkejutnya nya aku, seseorang yang mencium pipi ku adalah Kabir anak ku.


"Bunda... ucap nya..."


"Kabir??"


"Iya bunda..."


"Ini beneran Kabir..."


"Beneran lah Bun, masa setan..."


"Kamu kesini sama siapa?."


"Sendiri Bun."


"Sendiri?"


"Iya Bun..."


"Mas..."


"Iya sayang..."


"Pukul Qila sekarang mas..."


"Untuk apa?" tanya nya tidak paham dengan permintaan ku


"Pukul aja ..."


"Auww..." ucap ku merasakan pukulan suami ku


"Maaf sayang...


Mas, terlalu kuat ya pukul nya? Habis nya kamu juga yang maksa mas pukul kamu." ucap nya meminta maaf sambil memeluk ku dari belakang.


"Ngak apa apa mas ...


Berarti ini beneran Kabir kan mas?" tanya ku

__ADS_1


"Iya sayang..."


"Kapan Kabir ke Bandung?"


"Kabir dini hari tadi datang..."


"Kenapa Kabir pagi pagi ke Bandung?


Bukan nya Kabir ada konser?" tanya ku kembali


"Kabir nggak jadi konser Bun, ditunda karena ada gempa bumi di dekat daerah tempat Kabir akan melakukan konser ..."


"Kabir tau bunda sama ayah di sini dari siapa?"


"Iya nak, kamu tau bunda dan ayah ada di sini dari siapa??"


"Hmm... Kabir tau dari..."


"Dari Ray?" ucap Fahri


"Bukan?"


"Aunty Nisa??" tanya ku


"Bukan..."


"Hmm... sebelum nya Kabir minta maaf, karena datang tiba-tiba ganggu ayah dan bunda liburan berdua..."


"Tidak sama sekali nak, ayah senang kok Kabir ada di sini..."


"Pertanyaan bunda tadi belum kamu jawab, siapa yang beritahu bunda dan ayah ada disini."


"Kakek..."


"Kakek siapa?"


"Kakek Haris, kakek nya Kabir"


"Kamu kenal kakek Haris sayang?"


"Kenal, sangat kenal, Kabir sudah lama kenal kakek Haris, jauh sebelum ayah dan bunda nikah..."


"Maksud kamu sayang?"


"Sebenarnya, Kabir tau ayah Fahri sebenarnya ayah kandung Kabir."


"Kamu tau dari siapa?"

__ADS_1


"Hmm... ayah, bunda, Kabir minta maaf, sebenarnya sebelum ayah dan bunda nikah, Kabir diam diam melakukan test DNA..."


"Test DNA?"


"Iya bunda..."


"Ayah dan bunda ingat kan, kejadian waktu Kabir masuk rumah sakit?"


"Iya ayah sama bunda masih ingat..."


"Sebenarnya waktu itu Kabir pura pura jatuh..."


"Maksud kamu nak?"


"Iya maksud kamu? bukannya kamu memang jatuh dan kepala kamu berdarah nak?"


"Semua itu hanya pura pura yah, darah yang kalian lihat sebenarnya hanyalah dara sintetis..."


"What?"


"Sebenarnya saat Kabir di RS, Kabir minta bantuan dokter bekerjasama dengan Kabir untuk mengelabui ayah dan bunda..."


"Untuk apa?"


"Kabir selama ini curiga, ayah itu adalah ayah Kabir, itu lah alasan nya Kabir melakukan ide itu biar Kabir bisa melakukan test DNA dengan ayah..."


"Tapi kenapa harus pura pura jatuh dari tangga?"


"Waktu itu hanya ide itu yang terlintas di benak Kabir, dengan Kabir jatuh pasti ayah dan bunda panik, dan ayah pasti tidak jadi pulang malam itu..."


"Kabir minta maaf ya ayah bunda..."


"Lalu?"


"Lalu setelah seminggu Kabir keluar dari rumah sakit, Kabir mendapatkan hasil test DNA itu..."


"Dan hasil nya?"


"Ayah Fahri adalah ayah kandung Kabir ..."


"Kalau kamu tau kebenaran itu, kenapa kamu tidak bilang ke bunda? dan tanya ke bunda tentang ayah kamu?"


"Bukannya Kabir tidak mau memberi tau bunda, atau menanyakan tentang ayah kandung Kabir ke bunda..."


"Lalu?"


"Kabir tidak sengaja mendengar pembicaraan bunda dan aunty Nisa, bunda bilang bunda tidak akan memaafkan ayah Kabir... itu lah alasan nya Kabir tidak memberitahu bunda kebenaran itu..."

__ADS_1


__ADS_2