Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Wedding Party 3 (REVISI)


__ADS_3

Aqila POV


Hari ini adalah hari dimana aku akan melepaskan masa lajang ku. Ya hari ini adalah hari pernikahan ku dengan mas Fahri.


Mas??


Ya, seminggu sebelum acara hari ini di laksanakan, aku sudah membiasakan diri memanggil Fahri dengan sebutan mas.


Itu permintaan nya sebelum kami menikah, memanggilnya dengan sebutan mas.


Setelah selesai berhias bak pengantin baru, dibantu oleh beberapa MUA. Aku duduk diatas ranjang, di temani sahabat ku Anisa sambil melafazkan doa, semoga acara nya berjalan dengan lancar.


Cukup lama Anisa menemani Qila di dalam kamar, dering telepon panggilan dari Rayhan menjadi kode Anisa harus segera keluar, karena ijab kabul telah selesai.


"Qila, gue kebawah dulu ya...


Lo jangan terlalu gugup, santai aja. Oke..." ucap Nisa berlalu meninggalkan sahabat nya di ruangan itu


Sambil menatap pantulan wajah nya di cermin, sekelibat wajah sahabat kecil yang merupakan cinta pertama nya terbayang begitu saja dalam ingatan Aqila.


Flashback on

__ADS_1


"Dira... Nadira... ana uhibukafillah" ucap nya.


"Kabir... ih gombal aja, nanti Dira bilang ke aunty ya " ucap ku


"Kabir serius Dira, Kabir cinta sama Dira, Kabir janji di saat kita dewasa Kabir akan lamar Dira ke ayah Haris." ucap nya sambil mengangkat 2 jari nya ke samping wajah nya.


"Kabir gombal aja, pakai manggil ayah Dira ayah segala lagi, Kabir kan bukan anak ayah" ucap ku


"Kabir janji, dikemudian hari Kabir akan panggil ayah Haris menjadi ayah mertua" ucapnya sambil memberikan ku gelang berlafadz kan Asmaul Husna.


"Dira sayang, ingat lah hubungan cinta yang di bangun berdasarkan kepercayaan, kejujuran dan rasa cinta mendalam tidak jarang bermuara pada pernikahan. Bi janji rasa yang ada ini kelak akan Bi buktikan dengan menghalalkan Ra. Bi hanya minta Ra menunggu dan setia mencintai Bi." ucapnya


Flashback off


Tanpa Qila sadari air mata nya menetes, karena semua janji itu tinggal janji, kabir nya tak pernah menemui dan mencarinya hingga sekarang.


"Maaf Bi Qila tidak bisa hidup hanya menunggu cinta mu. Sulit sesungguhnya hati ini membuat semua keputusan ini, masih sulit pula untuk Qila melupakan kenangan dan janji kita berdua. Suram dan seram jika ku ingat kembali bi, mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu abadi oleh sang waktu."


"Andai saja kamu datang Bi, Dara pasti senang dan akan jauh lebih bahagia, jika Bi yang akan menikah dengan Dara, tapi nasib tak dapat di ubah malang tak dapat di cegah, hari ini, detik ini, Dira akan berusaha melabuhkan hati dan cinta Dira untuk mas Fahri Bi. Semua itu Dira lakukan demi anak Dira Bi, dia sangat membutuhkan sosok ayah yang sekarang telah didapat nya dari orang yang berwujud malaikat, yaitu mas Fahri Bi." batin ku.


Mengingat kenangan masa lalu, membuat ku tak sadar, jika ada yang memanggil ku, hingga sesuatu menyentuh tangan ku, yang ku yakini adalah seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah anak ku Kabir.

__ADS_1


Reflek aku melepaskan sentuhan tersebut. Alangkah terkejutnya aku saat tangan yang ku lepas bukan lah tangan Kabir anak ku tetapi tangan mas Fahri.


"Qila... " ucap nya


"Mas Fahri..."


"Kamu kenapa?? kamu habis nangis?"


"Ngak, Qila tadi kelilipan mas."


"Jangan bohong, bohong sama suami dosa nya besar Lo sayang.


"Hmm... iya Qila habis nangis mas, karena Qila nggak nyangka hari ini Qila nikah mas."


"Kamu sedih ya nikah sama mas."


"Ngak mas, Qila bahagia kok, dinikahi sama mas, seseorang yang berwujud malaikat, yang mau menjadi ayah sambung untuk anak Qila."


"Terimakasih sayang," ucap nya sambil mencium tangan ku. Dan menarik ku menuju ke tempat acara walimah diadakan.


Aqila END

__ADS_1


__ADS_2