Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku

Anak Genius : Presdir Tampan Itu Ayah Anak Ku
Kebenaran yang menyakitkan (Revisi)


__ADS_3

Suara dentingan sendok lah, yang menemani kegiatan sarapan pagi pasangan suami istri yang baru saja menikah kembali itu.


Fahri hanya menatap istrinya, yang menyendok makanan dengan pandangan mata kosong kearah kulkas yang ada di depan meja makan itu.


"Sayang..." ucap Fahri membangun istri nya dari lamunannya, namun tak di respon sama sekali.


"Ara Sayang..." ucap Fahri kali kedua memanggil istrinya, namun masih tak ada sahutan dari Qila sama sekali.


Fahri memutuskan pindah duduk di samping istrinya, dan memegang tangan istri mungil nya itu.


"Sayang..." ucap nya


"Mas, kamu bukannya duduk di depan??"


"Sayang..." ucap nya terputus


"Iya, mas mau tambah nasi goreng nya ya?" ucap Qila hendak mengambil nasi goreng untuk suami nya itu


"bukan itu sayang, mas mau ..." ucap Fahri terpotong kembali


"Mas mau apa?? Mas mau teh?? Qila buat bentar ya mas."


"Tidak sayang, mas mau ngomong sesuatu..."


"Mas mau apa??" tanya Qila


"Kamu selesai kan saja, makan kamu dulu, mas tunggu kamu di ruang tengah."


"Baik lah mas." ucap Qila


***


Fahri sudah mempertimbangkan semuanya, keputusan nya sudah final, dia akan jujur tentang semua rahasia yang di tutupi nya selama ini, kepada Qila. Fahri tidak mau, Qila tau tentang semua kebenaran itu dari mulut orang lain.

__ADS_1


Cukup lama Fahri menunggu istrinya di ruang tengah, dan akhirnya sekarang Qila sudah berada di ruang tengah, lengkap membawakan teh dan cemilan untuk sang suami.


"Mas ..." ucap nya sambil meletakkan makanan dan minuman yang dibawa nya dari dapur itu


"Sayang... mas mau cerita tentang masa lalu mas, dan hubungan masa lalu itu dengan papa Haris sayang."


"Sudah lah mas, kita bahas itu lain kali saja, Qila lagi tidak mau bahas tentang itu mas."


"Sayang... tapi semenjak kita menikah, mas belum jujur satu hal sama kamu."


"Sudah lah mas, masa lalu kita tutup saja, Qila ngak mau bahas masa lalu." ucap nya sambil menyuguhkan teh untuk Fahri


***


Qila sejatinya sangat ingin mengetahui rahasia masa lalu suami nya, dan kaitan masa lalu suami nya dengan papa nya. Namun Qila tak sanggup menerima kenyataan yang nanti nya akan membuat diri nya sendiri tak mampu menerima kebenaran yang mungkin nantinya akan menyakitkan itu.


Dering suara telpon membangun Qila dari sandaran nya di bahu sang suami.


"Hallo... Assalamualaikum."


"Siapa sayang?"Tanya Fahri sambil memainkan rambut panjang sang istri.


"Ngak tau mas, ngak ada suara nya."


"Sini HP nya", ucap Fahri mengambil hp dari tangan istrinya


"Hallo assalamualaikum, maaf siapa ya?" ucap Fahri


"Ayah..." ucap suara di seberang sana


"Kabir ya sayang?"


Iya yah, ini Kabir

__ADS_1


"Ayah sama bunda jahat, ngak ada nelpon dan nanyain kabar Kabir, selama kabir disini."


"Sayang... ayah sama bunda minta maaf ya, belum nelpon Kabir, soalnya di tempat bunda dan ayah liburan tidak ada jaringan di sana sayang."


"Bukannya ayah dan bunda sudah pulang beberapa hari yang lalu?"


"Hehe... ayah minta maaf ya sayang, lupa menghubungi anak kesayangan ayah ini."


"Bunda minta maaf ya sayang, lupa menghubungi Kabir."


"Haha... Kabir bercanda kok Bun, lagian Kabir juga ngak marah kok atau sedih bunda dan ayah ngak hubungi Kabir."


"Bunda minta maaf ya sayang, bunda janji ini pertama dan terakhir kali deh, bunda ngak ngubungin nanyain kabar Kabir."


"Santai aja Bun, Kabir ngak merajuk kok, Kabir nelpon bunda cuma mau ngabarin, besok pagi Kabir akan pulang ke Indonesia."


"Ayah... ayah..."


"Iya sayang."


jagain bunda ya ayah, Kabir ngak mau dengar bunda sedih atau nangis gara gara ayah, kalau itu terjadi, ayah siap ya, nanti Kabir pukul.


Siap sayang ...


Hei sayang, yang sopan sama ayah Fahri, jangan ngomong seperti itu, ngak sopan."


"Baik bunda." ucap Kabir


***


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pasti ada yang kesal ni kan, cerita nya gantung, sabar .... sabar.... bab selanjutnya dijamin seru deh, karena semua nya akan kebongkar😊

__ADS_1


__ADS_2