April & Arga

April & Arga
Bad Mood gara-gara Dia


__ADS_3

Namaku Aprilia Yasmin. Umur ku baru 21 tahun kurang 4 bulan lagi.


Aku bekerja sehari-hari sebagai kasir di sebuah mini market yang mendunia di Indonesia ini.


Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari diriku ini. Semua biasa saja.


Wajahku tidak secantik Anya Geraldine, tidak se pintar Prili Latuconsina atau sekaya Cinta laura. Mungki sedikit seksi aja kayak artis yang ketangkep itu.. hihi..


Heis.. aku ini hanya anak tukang bakso. Ya, ayah dan ibuku kerja sebagai tukang bakso di Bandar Lampung.


Aku tinggal bersama nenek tersayangku, Nenek siti. Kakekku sudah lama meninggal . Beliau jadi korban tabrakan pemuda yang sedang mabuk masa itu. Tapi atas kejadian itu, keluarga si penabrak menjamin sekolah anak-anak nenek dan kakek, termasuk ibuku.


Mereka membiayai sekolah pakde dan mbokde ku. Bahkan keseharian nenek sekeluarga.


Semua menjadi pegawai dan hanya ibu ku yang gagal.


Sepertinya aku tau kenapa otakku ini terbatas. Dan itu menurun dari ibu ku. Itulah sebabnya hanya ibuku dari 3 saudara yang tidak bergelar sarjana.


Ok kembali pada diriku. Aku biasa menghabiskan waktuku setiap hari untuk kerja. Aku sadar aku ini punya otak sangat pas-pasan. Tapi aku ini pekerja keras (kalau lagi mood)


hehe..


Jangan pada tanya statusku ya ? Aku masih anak perawan, belum merit. Aku bukan jomblo loh ya. Hikz


Aku udah tunangan sama laki-laki yang katanya polisi. Anaknya orang yang udah berjasa sama keluarga besarku.


Kalau ada cewe yang bangga punya tunangan, apalagi seorang polisi. Tapi aku enggak ada bangga-bangganya.


Udah hampir 2 tahun tunangan, tapi aku juga cuma sekali ketemu dia yang ku panggil . Mm.. Apa ya. aku tu ga punya panggilan khususi buat dia.


Maaf ya, aku jadi Bad Mood kalo ngomongin dia .


Bayangin aja geng, hampir 2 tahun tunangan, tapi dia jarang banget ngubungi aku.


Hello Geng . Ini tahun 2021 .


Miris ga sih tunangan cuma di telpon 2-3 bulan sekali.


Ok.


Cukup.


Mood ku ga baik kalau ngomongin dia. Lebih baik kita balik ke novel.


Kisah ku... ekhem...


"April.. pulang kerja kita nongki yuk, mumpung malem minggu. Pasti rame di cafe Minie 21 . Biasanya ada band nya. Lumayan kan buat cuci mata. "


Suara cempreng Nadia temenku menggema di seluruh ruang mini market.


Aku tu sebenernya jarang Nongki-nongki. Irit biaya sih haha..


Tapi apa salahnya coba, kali aja dapet suasana baru. Cowo baru. Berhubung seminggu yang lalu aku baru putus dari Bima.


Ekhemm... maafkan aku tunanganku. Aku juga butuh perhatian dan kasih sayang dari cowok saat kau jauh dariku.


"Ok.. Yuk kita cap cus...! "


Nadia langsung sumringah. Berdua kami langsung bertukar rupa, ekhh.. maksutnya bertukar penampilan. Cukup ganti atasan aja, poles-poles dikit dan Cuss.. OTW cafe.


"Rame banget Nad.. " Aku memarkirkan motor matic ku di pinggir motor gede yang terparkir.


Aku bayangin kalau punya cowo punya motor gede gini, enak kali ya. Berasa keren gitu.


Nadia langsung menggandengku masuk. Memang cafenya cukup rame malem ini. Mungkin karna malem minggu. Banyak banget muda mudi Nongki.


"Kita duduk di sana.. " Nadia lebih dulu mendudukan diri di bangku kayu berbentuk panjang.

__ADS_1


"Mau pesen apa kak.. ?" Seorang cewe berjilbab menghampiri kami.


"Pesen es jeruk sana kwetiau goreng ya mbak. Kamu pesen apa Pril.. ?" ucap Nadia.


"Samain aja.. " Ku dudukkan bokong ku di kursi itu.


"Ok. 2 es jeruk 2 kwetiau ya mbak.. "


Setelah kita mengangguk tu cewek langsung masuk ke dalam.


"Gila.. cakep banget..! " Nadia ikut-ikutan heboh tepuk tangan saat sebuah band naik ke atas panggung memberi kata sambutan pembuka.


Aku males ngladeni karna ponselku bunyi terus, nenek nelpon. Mungkin beliau khawatir karna aku belum pulang . Terpaksa aku keluar dari cafe untuk mengangkat telpon.


"Iya nek.. "


"Koe nengdi nduk.. ?"


"Aku lagi makan bareng temen nek, setengah jam lagi aku balik kok. Udah dulu ya nek.. "


"Tapi Nduk.. "


"Apa nek, ga jelas suaranya. Di sini brisik.. udah ya aku tutup.. Assalamualaikum.. "


Aku kembali ke dalam bersamaan vocalis band yang nulai menyanyikan sebuah lagu. Cukup merdu.


#


Kau bukan hanya kekasih hatiku


Dimataku kau arti, cinta yang sesungguhnya.


Kau telah mengisi hari-hariku.


Teruskanlah Engkau begitu


Hingga Tuhan mempertemukan kembali.


Tenanglah sayang ku disini


Kan slalu disini hingga ku mati


Jangan bersedih tersenyumlah


Hapus air matamu dan genggam tanganku.


Dengar bisik ku


Jangan lah takut


Dan yakinlah semua


Akan baik-baik saja..


#


Tak sadar pun aku terbuai akan suaranya. Dan menatap lekat ke arah cowok tampan yang lagi nyanyi.


Ohh God.. !!


Dia ngedipin matanya saat pandangan mata kami bertemu.


Ehh.. aku ga mau GR ya. Ku toleh kanan kiri emang banyak cewe yang lagi merhatiin dia.


Ok. CalmDown beb.


"Anjay.. suaranya keren Pril.. ya ga sih.. "

__ADS_1


Aku hanya ngangguk dan mulai memakan kwetiau goreng yang ternyata cukup enak itu. Tentu saja di iringi lagu-lagu band itu.


Sekali-sekali aku nglirikin ke dia yang ternyata fokusnya juga ke arah ku.


Hmmm... menarik juga hahaha .


"Balik yuk. Udah malem, Nenek nelpon mulu.. " Ajakku sambil melambai pada mbak-mbak yang nyamperin kita buat mesen tadi. Ga kerasa loh, kita ningkrong di situ udah sejam.


"Berapa mbak.. ?" tanyaku


"Udah di bayar kak sama mas-mas di sana.. " Menujuk pada sekelompok cowok-cowok berpakaian serba hitam.


"Siapa yang bayarin Pril.. ?"


"Aku juga ga tau.. " jawabku.


"Samperin ga sih, ucapin makasih kek.. " Nadia juga sibuk merhatiin sekumpulan cowok di sana.


Mataku menemukan 1 wajah yang samar-samar ku inget. Sedang menatap tajam ke arahku, meski bibirnya seperti tersenyum tipis.


Masa iya dia di sini sih, dia bukannya di kalimantan ?


"Gimana Pril.. samperin ga.. ?"


"Ga usah deh Nad, lagian rame gitu.."


"Yaudah Yukk... " Nadia menggandengku menuju luar.


"Hai... " Aku terkejut saat vocalis yang tadi nyanyi, nyamperin aku dan Nadia di parkiran.


"Hai... " Nadia yang memang aslinya kecentilan lebih dulu ngulurin tangan.


"Aku Nadia, Mas yang nyanyi tadi ya.. ?"


"Aku Yoga.. iya. "


Cowo itu gantian ngulurin tangan ke aku. Aku malah bengong sampe Nadia nyenggol lenganku.


"Ehh sorry, aku April... "


"Aku mau donk jadi Mei nya.. biar seiring sama kamu terus.. " katanya.


Aku melongo, sedang Nadia ketawa lepas . Untung tu lalat ga singgah .


"Bercanda Pril. Besok dateng lagi ya, kita manggung lagi besok.. "


"Pasti mas, tenang wae... " jawab Nadia sambil cengingisan.


"Panggil Yoga aja ya, kita kayaknya sepantaran.." Ucapnya masih dengan menatapku intens. Aku jujur aja agak risih.


"Iya ya kita sepantaran.. " Nadia menyenggolku lagi. Apaan sih anak, ga tau aku tu lagi ketar ketir sama orang di belakang tadi.


"Yuk Nad.. " Ajak ku. " Duluan ya Yoga... "


"Ok hati-hati .. " Tersenyum semanis gula di tambah madu dan sedikit sari pati kurma.


"Bye Yoga... " Nadia sibuk nglambai-lambai. Aku yang ga sabar langsung nylonong ke parkiran.


"Pril.. ini motor gede ada lebel polisinya. Emang tadi di dalem ada pak polisi ya.. ?"


"Ga tau, ga merhatiin.." Ucapku sambil make helm dan menstard motor metic ku.


"Kamu ni kenapa tiba-tiba Bad Mood gitu .. ?" Tanya Nadia pas kita mulai melaju di aspal.


Aku pengen banget ngomong, Bad Mood gara-gara Dia.


Iya. Dia.

__ADS_1


Arghani Adi Kusuma namanya.


__ADS_2