
Suara jangkrik menggema di luar sana, hiruk pikuk yang semula mengisi ruang tengah sebuah rumah kini nampak sunyi . Sepasang pengantin baru yang juga sedang merasai ranjang baru tampak kikuk .
Arga sedikit menoleh ke arah istrinya yang entah kenapa malam ini tampak terasa lain dengan setelah baby doll nya .
April tak kalah menegang , memegang kuat ujung selimut yang iya kenakan. Ingin berbalik membelakangi Arga pun terasa segan.
"April"
Suara itu seolah menggema, membuat si empunya nama menoleh menatap jakun lelaki bergelar suaminya yang terlihat naik turun .
Tak lama setelahnya Arga juga ikut menoleh, mata keduanya saling bertemu .
Pengalaman pertama keduanya saling bersama dalam satu ranjang membuat saling berdebar .
Arga berinisiatif memiringkan tubuhnya tubuhnya lebih dulu ke arah istrinya .
"Kamu udah ngantuk.. ?".
April hanya menggeleng tapi setelahnya justru mengangguk, membuat lelaki di sampingnya tersenyum tipis.
Dapat Arga lihat yang wajah wanita yang terlihat acuh pada biasanya itu menegang dengan pipi merah .
Tangan Arga terulur mengusap pipi April, membuat gadis itu menoleh juga akhirnya .
__ADS_1
Mata keduanya saling bertemu, saling memandang satu sama lain.
Entah kapan mulanya, saat sadar bibir mereka sudah saling bertaut dengan debaran dada yang saling membuncah .
Arga menci penuh kelembutan, merasai bibir wanit yang sudah sah jadi istrinya itu, yang sudah halal dia pegang .
Arga menyudahi ciumanya saat nafas keduanya tersengal dan detak jantung sama-sama berlari .
"Bolehkah aku meminta hak ku sebagai suamimu malam ini ,?" tanya Arga lembut, dengan mata yang tak lepas menatap wajah istrinya .
April hanya mengangguk pelan, membuat Arga langsung kembali menyebar bibirnya .
Tangan lelaki itu mulai turun bergerilya, memegang benda yang sangat di idamkan semua lelaki . Yang membuatnya begitu penasaran saat gadis itu dulu hanya memakai handuk kala dia mengantarnya pulang .
"Ach..'' desis April saat Arga memegang gunung Kem bar miliknya.
Arga mengabsen tiap inci tubuh istrinya hingga pada titik keduanya saling menyatu untuk merasai nirwana dunia.
April meringis menahan sakit saat benda pusaka berhasil menembus mahkota yang dia jaga selama ini .
Arga yang semula ragu akan kesucian gadis itu tersenyum puas , nyatanya meskipun selama bertunangan April sering gonta ganti cowok. Gadis itu bisa menjaga dirinya dengan baik .
Di kecupnya kembali bibir istrinya agar sedikit meredakan kesakitan ya .
__ADS_1
"Sakit .. ," desis April.
Bagi April rasanya sangat tidak nyaman dan panas, bulsit baginya jika pertama kali orang langsung merasa enak melakuan penyatuan.
Arga terus berusaha membuat istrinya nyaman. Tapi tangis April membuatnya tak tega, hingga terpaksa mencabut miliknya meski sedang menegang penuh semangat .
"Sakit banget ?" tanyanya khawatir .
Di peluknya tubuh pol OS istrinya yang terisak.
April mengangguk, membenamkan wajahnya di dada kekar suaminya .
Sedang Arga terus membelai dan mencium kepalanya agar lebih tenang .
Dan akhirnya acara malam itu menggantung saja tanpa penyelesaian. April yang berhenti menangis langsung tertidur di pelukan suaminya. Sedang Arga terpaksa mengikuti istrinya karna tidak mau melanjutkan ya karna terpaksa.
Sudah lama Hiatus,
Maaf kan jika bikin panas malam-malam ini .
Entah kenapa tiba-tiba otor dpt email dr MT ,ktnya udah lama g update.
Jujur Otor sebenarnya nganggur selama ini , tp mau nulis ga punya inspirasi .
__ADS_1
Thank You untuk yang sudah Sudi membaca karya otor .
lope .