April & Arga

April & Arga
Siapa Di hati Arga?


__ADS_3

April melangkah tergesa-gesa ke arah rumah. Dia sempat menyeka air matanya, juga menetralkan deru nafasnya sebelum masuk.


"Nenek.. ayok kita pulang.. " bisiknya pada nenek.


"Tapi Nduk, pak haji ngajak kita ngobrol. Ada hal yang mau di bahas katanya. Nenek nyari kamu dari tadi.. "


"Apa? " April terkejut, tapi kemudian mengikuti nenek ke bagian dalam rumah.


"Nah, kalian sudah datang.. " Pak Haji Bagas menyambut keduanya yang langsung sedikit menunduk hormat.


Di sana sudah ada Putra, Yuna, nenek dan kakek Arga.


"Ayo duduk dulu.. " Pak Haji mempersilahkan keduanya.


April membantu nenek untuk duduk dan dia baru duduk di sebelahnya.


Tak berselang lama, Arga juga datang ikut duduk. Tepat di depan April.


"Pipi mu kenapa nak, kok merah gitu.. ?" Yuna mengusap pipi anaknya yang memang kelihatan agak memerah.


Arga mengerling tajam ke arah April, sedang gadis itu menunduk menggigit bibir bawahnya. Ada rasa takut jika Arga akan mengatakan kebenarannya pada keluarganya.


"Ahh, ini. Ada nyamuk tadi ma.. "


"Nanti di kasih cream ya.. "


"Iya ma.. " Tersenyum menatap mamanya.


April menarik nafas lega. Setidaknya hari ini dia bisa lolos.


"Karna semua sudah kumpul, kakek langsung saja ya. Jadi begini, Arga, April.. kalian tidak bisa memutuskan pertunangan kalian tanpa persetujuan dari kedua belah pihak keluarga .. "


Jderr...


#🌹🌹🌹


"Hai.. bisa kita bicara.. ?"


April mengangkat wajahnya menatap wanita yang slalu bersama Arga yang datang menghampirinya.


"Sebentar saja.. " bujuk wanita itu.


April mengangguk. " Nad, aku izin bentar. "


"Oh iya.. " Nadia tampak mengerutkan keningnya heran. Tapi segan ingin bertanya lebih lanjut.


April mengikuti wanita yang tingginya bak model itu. Rambut yang di potong bob, hidung mancung. Menambah nilai plus pada polisi wanita itu.


"Ada apa.. ?" Tanya April. Mereka sudah duduk di meja luar mini market. Tempat biasa orang duduk untuk makan dan minum.


"Aku Melati. Begini, apa kamu bisa menolak keinginan kakeknya Arga.. ?"

__ADS_1


April mengerutkan keningnya, "Maksutmu.. ?"


"Aku denger semua percakapan kalian di rumah orang tua Arga. Sejujurnya aku kecewa. karna Arga ga pernah terus terang tentang statusnya yang sudah bertunangan. "


Wanita itu tampak menjeda ucapannya dengan helaan nafas.


"Aku mencintai Arga, sudah lama. Sejak awal kami pelatihan dulu.."


Sedikit nyeri April mendengar ungkapan wanita di depannya itu. Tapi dia berusaha biasa saja.


"Apa dia tau .. ? kalian pacaran.. ?"


Wanita itu tersenyum tipis menggeleng pelan.


"Aku tidak pernah mengungkapkanya. Aku ga mau dia menjauhiku seperti wanita-wanita yang mendekatinya.. "


"Maksutmu.. ?" April masih butuh kejelasan.


"Dia tidak pernah berhubungan secara serius , memang banyak yang dekat atau TTM dengannya. Tapi Arga selalu menjauhinya, jika mereka sudah mengatakan menyukainya. Aku dulu tidak tau, tapi sekarang aku tau alasannya. Rupanya dia sudah bertunangan.. "


"Ahh.. Arghano sayang. Sebegitu setianya kamu padaku. Aku jadi sedikit tersanjung.. " Batin April.


"Jadi bagaimana.. ?" Tanya Melati.


"Apanya yang bagaimana.. ?" April justru balik bertanya. Dia jadi tidak fokus gara-gara tahu tentang Arga.


"Bisakan, kamu bicara sama kakeknya. . ?"


Wanita bernama Melati itu terlihat murung. Sejujurnya April jadi tidak tega. Tapi apa yang bisa dia lakukan.


"Mbak, Aku selalu membebaskan Arga. Karna dia juga bersikap begitu..


Walau kami di jodohkan. tapi aku yakin jika dia juga mencintai mbak. Dia pasti akan berjuang.. "


"Ahh, apa yang aku katakan.Apa aku justru menyarankan wanita ini merebut Arga dariku.. "


"Apa kamu tidak mencintainya.. ?" Tanya Melati yang justru membuat April gelagapan.


"Apa.. ? " April terkejut.


"Mana ada wanita yang tidak jatuh cinta padanya. Haha.. Tentu saja aku mencintainya. Tapi aku percaya, jodoh ga akan kemana.. " April bangkit dari duduknya.


"Aku masuk dulu ya mbak, ga enak udah lebih 5 menit aku izin. ." pamitnya sambil tersenyum manis.


.


Sepanjang jalan pulang, April terus-terusan menatap Arga yang sedang mengemudikan mobilnya. Ya. karna kakek, sekarang Arga di minta menyempatkan diri untuk mengantar jemput calon istrinya.


"Kenapa kamu liatin aku terus.. ?" Tanya Arga.


April mengembangkan senyumnya,

__ADS_1


"Ga papa.Emang ga boleh ya.. ?" tanya nya manja.


"Ga ! nanti kamu naksir lagi sama aku.. " Ejek Arga.


"Bagus donk.. Kita kan akan nikah, malah bagus kalau saling menyukai.. " April menaik-naikkan alisnya menatap Arga yang mengerutkan keningnya bingung.


"Kamu yakin kita akan nikah.. ?" Tanya Arga dengan tetap fokus menatap aspal.


"Yakin lah. 3 bulan lagi kan.. ?" Jawab April enteng.


"Aku ga mau menikah sama kamu.. "


April langsung menoleh, menatap wajah serius Arga. Tadi hatinya sedikit berbunga saat mendengar cerita melati. Tentang Arga yang tidak pernah menjalin hubungan serius, hingga membuatnya melambung ke angkasa karna merasa Arga setia pada pertunangan mereka. Tapi kemudian dia merasa terhempas mendengar ucapan Arga.


"Aku mencintai orang lain, bagaimana mungkin aku menikahimu.. "


"Kamu mencintai siapa.. ? Melati.. ?"


"Melati ? haha.. Tidak. aku hanya berteman dengannya.. "


"Lalu.. ?" April penasaran sekali pada siapa Arga menempatkan hatinya. Tapi sepertinya lelaki itu tidak berniat menjawab dan hanya diam fokus ke jalanan.


"Sudah sampai, kamu ga mau turun.. ?"


Mendengar itu, April langsung tersadar dari lamunanya.


"Ahh iya, makasih ya mas Arga.. " tersenyum membuka seat beltnya . Kemudian meraih tangan Arga untuk salim.


Tentu saja Arga terkejut, sudah lama rasanya April tidak bersikap manis seperti itu.


"Hati-hati ya mas kerjanya. Assalamualaikum.. "


"Waalaikum salam.. " Jawab Arga.


April turun dan langsung berjalan masuk tanpa menoleh sedikit pun ke arah Arga.


"Gadis aneh.. " Arga melajukan mobilnya kembali ke jalan besar.


Sepanjang malam, April terus memikirkan ucapan Arga tadi sore.


"Aku mencintai orang lain, bagaimana mungkin aku menikahimu .. "


Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya seperti kaset rusak.


"Siapa ya.. ??" Gumam April sendirian.


Dia harus mencari tau, tapi bagaimana caranya. Mereka juga tidak begitu dekat. Baru akhir-akhir ini saja mereka bisa berbicara layaknya manusia pada umumnya. Tidak menggunakan otot seperti biasanya.


Selamat berjuang April.


😁😁

__ADS_1


__ADS_2