April & Arga

April & Arga
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Dengan di atar seorang pengendara motor yang kebetulan lewat,April pergi ke kantor polisi.


Saat ini dia sedang di mintai keterangan.


"Berapa orang mbak.. ?" Tanya polisi yang menanganinya.


"3 orang pak.. " Jawabnya bergetar.


"Selain motor, apa ada yang di ambil lagi.. ?"


"Hape saya, sama dompet.. "


Polisi dengan segap mengetik sesuai keterangan dari April.


Bersamaan itu dari pintu dalam keluar Arga bersama rekan kerjanya.


Deg.


Matanya bertemu dengan mata sembab gadis itu. Keduanya tampak terkejut hingga suara rekan Arga memutus pandangan mata mereka.


"Ga.. ngopi dulu yuk.. " Ajak rekannya yang menggunakan seragam sama dengannya.


"Duluan aja, aku ada urusan.. "


"Ok.. "


Setelah kawannya berlalu, Arga berjalan mendekat ke arah April.


April segera menyeka air matanya.


"Ada apa.. ?" Tanyanya pada polisi di hadapan April.


"Ini pak, pembegalan di jalan xxxxx. Motor mbak ini di begal.. " Terang polisi yang mempunyai level di bawah Arga.


April melongo, tapi kemudian menunduk. Harapanya Arga mau menyapanya, nyatanya nihil. Lelaki itu justru seolah tidak mengenalinya sama sekali.


Setelah membaca keterangan yang di buat. Arga berjalan masuk ke dalam ruangan tanpa menoleh sedikit pun ke arah April.


"Baiklah mbak April, ini surat keterangan kehilangannya. Kami akan berusaha menemukan para pelakunya. Jika ada perkembangan apapu nnantinya, kami akan menghubungi mbak April." Ujar pak polisi yang bertugas.


"Baik pak, terima kasih. Permisi.. "


Polisi itu mengangguk, dan April segera bangkit dari duduk menuju pintu luar. Hujan di luar sudah mulai turun.


April kebingungan akan pulang bagaimana, dompet dan Hpnya juga sudah raib.Dia memilih duduk di kursi bagian luar sambil berfikir.


Tak lama pintu terbuka, Arga mengedarkan pandangan mencari April. Terlihat gadis itu mengusap lengannya kedinginan.


Mata April mengerjab gelagapan dan terkejut saat sebuah jaket tiba-tiba mendarat di tubuhnya.


Mata sayunya menengadah melihat orang yang berdiri menjulang di sampingnya.

__ADS_1


"Ayo aku antar pulang.. "


Arga lebih dulu berjalan menuju parkiran di sisi bangunan. Untungnya ada atap yang melindungi sisi bangunan. Sehingga hujan tidak langsung mengenai mereka.


Dengan gontai April mengikuti Arga. Tidak ada pilihan lain baginya kecuali menerima tawaran Arga. Langkahnya terhenti sejenak saat melihat Arga membukakan pintu mobil untuknya.


Perlahan dia masuk, masih dengan diam membisu menatap Arga.


Setelah April masuk, Arga berjalan di sisi kemudi dan mulai menjalankan mobil itu membelah hujan.


Tidak ada percakapan apapun dari keduanya.


April hanya menyandar memeluk jaket yang di pakaikan Arga. Dia melihat sisi jalan yang sekali sekala terlihat jelas karna kilatan.


Tanpa April sadari, sesekali Arga menoleh ke arah April yang hanya diam menyandar. Dia juga merasa bingung ingin berbicara apa. Ini adalah kali pertama mereka berada dalam jarak yang begitu dekat.


Ingin menghibur dan menenangkannya pun tidak bisa, padahal dia tahu pasti jika saat ini mungkin gadis itu sedang merasa ketakutan dan juga syok.


Arga menelisik ke arah penampilan April yang sedikit betantakan,Polesan make-up yang luntur. Rambut yang di ikat meninggi sedikit berantakan tapi terkesan seksi.


Arga tiba-tiba merasa sesak sendiri. Hujan dan dingin membuat otaknya sedikit tidak beres. Dia mendesah pelan, memilih fokus kembali pada kemudi yang mulai memasuki kawasan desa yang di tempati April.


Sesamapinya pada rumah sederhana khas bangunan lama. Terlihat nenek bersama tetangga sebelah sedang berkumpul di depan teras. Terlihat raut wajah khawatir nenek.


"Ya Allah... Aprilll... !!!" Nenek menghambur ke depan saat melihat April turun dari mobil.


April mendekat dan memeluk nenek.


"Maafin April nek.. " Ucapnya sesenggukan.


"Nak Arga.. "


April yang masih sesenggukan memilih masuk ke dalam rumah.


"Bagaimana bisa sama-sama dengan April.. ?"


"April jadi korban begal nek,kita ketemu di kantor tadi.. " Arga menyalami nenek, juga tetangga yang datang.


"Astagfirullahalazim.. " Pekik Nenek.


Tetangga pun ikut terkejut mendengar kabar itu.


"Pasti di jalan arah masuk kampung, di karetan.. " Ujar Sodik tetangga sebelah nenek.


"Apa memang sering pak .. ?" Tanya Arga penuh selidik.


"Sering di situ, udah 3 orang. ini ke 4 nya malah April.Kasian banget dia, pantesan langsung pucat gitu.. "


Ucap Sodik.


"Ayo masuk dulu Nak. Ayo Dik, masuk dulu.. " Tawar Nenek.

__ADS_1


"Tidak usah nek, kami pulang saja. Yang penting April sudah pulang dengan selamat.. " Giliran Tino yang bersuara.


"Iya nek, ini juga sudah malam.. " Sodik menyalami nenek juga Arga.


"Kami pulang dulu.. "


"Iya, terima kasih ya.. " Jawab nenek.


"Ayo Nak Arga, masuk. "


Arga pun masuk ke rumah itu. Ini kali ke 3 nya dia kemari.


"Duduk dulu, nenek bikinkan minum.. "


"Ga usah nek, ngrepotin aja. Arga sudah minum tadi.. "


"Ga papa.. " Nenek tersenyum lalu menuju ruang dapur.


Pintu kamar samping terbuka, terlihat April keluar melilitkan handuk di lehernya. Dia berjalan tanpa melihat sedikitpun ke arah Arga.


Mata Arga tak lepas sedikitpun dari gerak langkah April.


Tak lama nenek kembali membawa segelas teh. Dengan senyum mengembang, meletakan di atas meja depan Arga.


"Ayo di minum Nak.. "


"Terima kasih nek.. "


"Iya, untung saja ketemu kamu. Kalau enggak gimana nasib April.. "


Arga hanya tersenyum, menyesap teh nya.


"Terima kasih ya Nak Arga.. " Ucap Nenek penuh haru.


"Sama -sama nek.. "


Tak lama saat mereka mengobrol, April kembali hanya dengan melilitkan handuk di tubuhnya tapi di tutup dengan handuk di bagian tubuh atas.


Nenek mengikuti arah pandang Arga . Dan matanya melotot tak percaya.


"Astaggirullah April.. Apa kamu ga malu, ada Nak Arga di sini..!"


April tidak menoleh, tidak juga menjawab dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Maafkan kelakuan kurang sopan April ya nak Arga. Dia ini memang bandel.. " Nenek memegang dahinya pening.


Walau sedikit membuatnya bergejolak, Arga berusaha terlihat biasa saja.


"Ga papa nek, saya pamit dulu. Karna tadi saya cuma izin satu jam.. "


"Oh iya iya. Hati-hati ya Nak, terima kasih sekali lagi.. " Nenek ikut berdiri saat Arga berdiri.

__ADS_1


"Sama-sama nek.. " Dia menyalami nenek " Assalamualaikum" ucapnya


" Waalaikum salam.. " Nenek menghantar Arga hingga pemuda itu hilang dari pandangan bersama mobilnya.


__ADS_2