April & Arga

April & Arga
Musibah


__ADS_3

2 hari berlalu, Devan sama sekali tidak ada kabarnya. April ingin mengunjungi tempat tinggalnya. Tapi dia tidak tau pasti di mana Devan tinggal. Sedang nomer ponsel Devan slalu tidak aktif. Dia jadi khawatir.


Dan tiba-tiba hatinya bertambah kalut saat menemerima panggilan dari neneknya.


"Hallo Assalamualaikum nek.. "


"Waalaikum salamm.." terdengar suara nenek sedikit batuk di sana.


"Nenek sakit..? " khawatir sekali April mendengar neneknya batuk.


"Cuma batuk, kamu apa kabar nduk? "


"Alhamdulillah nek, nenek gimana kabarnya. ?"


"Nenek sehat.. " Terdengar helaan. nafas nenek di ujung sana. Pertanda ada hal yang sedang dia fikirkan dan mungkin ingin di utarakan.


"Ada apa nek ?.. " tanya April kemudian .


"Bagaimana kamu di sana.. ?"


Untul sesaat April diam, memikirkan kata yang tepat untuk dia sampaikan pada nenek tersayangnya.


"April baik nek, kerjaan juga lancar.. tapi.. " desahnya pelan.


"Arga menemui mu.. ?"


"iya nek. Aku. aku bingung.. "


"Memangnya dia bicara apa..? "

__ADS_1


"Dia memintaku pulang, melanjutkan rencana pernikahan kami, Nek. Dia tau kami belum saling mencintai, tapi dia belajar menerima yang memang kami di takdirkan bersama. Dia berani berkomitmen untuk itu..


Tapi aku ragu.. " ucaonya berusaha menyampaikan kegundahan hatinya .


"Nenek paham perasaan kamu nduk.. "


...Ahh, sungguh mendenga neneknya memahaminya sudah cukup membuat jiwa April menghangat. Dia hanya ingin di mengerti ....


..."Jangan jadikan beban apa yang sudah keluarga Pak Haji berikan pada kita. Toh mereka sebenarnya tidak pamrih dengan memaksamu menikah dengan anaknya. Mereka hanya ingin tetap terjalin silaturahmi dengan keluarga kita....


Jika kamu tidak mau dan yakin, tidak apa-apa April, mereka akan mengerti. Selama ini nenek hanya diam karna melihat kamu dulu begitu menyukai Arga.. "


Mendengar itu April meneteskan air matanya, seadainya orang tuanya bisa memahaminya seperti nenek. Seandainya. .


"Aku bingung nek.. "


"Apa yang kamu bingungkan.. ? "


''Nanti nenek bicara dengan mereka.. sudah kamu jangan nangis.. "


Obrolan itu masih berlanjut hingga satu jam. April selalu bersyukur karna apapun keadaanya, nenek selalu mendukungnya. Mementingkan kebahagiaanya.


Keesokannya , dengan malas-malas April menuju tempat kerja. Ada rasa tak nyaman di hatinya. Tapi entah apa.


Hingga tengah hari tiba-tiba open tempat memanggang kue meledak di tempat kerjanya. Semua pekerja berhamburan keluar.


"Aaaaaa.......!!!!!!" Teriak para pekerja .


Ada yang lari ke jalan, ke longkang bahkan bangunan sebelahnya. Pontang panting mereka berusaha menyelamarkan diri.

__ADS_1


"Kamu tidak apa -apa..? " Beni tergopoh-gopoh menghampiri April yang terlihat gemetaran atas insiden di depan matanya. Gadis itu terduduk di lantai melihat kobaran Api mulai memakan bagian atap bangunan.


Beni berlari ke arah luar kerumunan, membeli mineral untuk April yang tampak syok.


"Minum dulu.. " ujarnya sambil mengulurkan botol minum yang sudah di buka tutupnya


April masih gemetaran, hingga air mineral itu tumpah dan Beni dengan tlaten membantunya minum.


"Maa-kasih. " lirihnya.


Beni hanya tersenyum menepuk bahunya pelan lalu dia beranjak mengecek pekerja lain.


Sebagian juga menangis karna syok, yang lain terduduk lemas seperti April.


Tak lama tim pemadam langsung datang membelah kerumunan orang-orang yang sibuk menonton dan merekam.


"Satu orang terperangkap di dalam..!" teriak salah satu petugas. Setelah 10 menit berlalu.


Semua jadi khawatir, saling memandang mengingat-ingat siapa yang tidak berada bersama mereka. Tapi mengkin efek syok hingga otak pun tidak berfungsi dengan semestinya.


Dan saat petugas menggotong tandu semua terperangah melihat sosok yang tak berdaya itu.


"Faniiiiii........!!!!!!" Teriak mereka bersamaan.


"Ya Allah... Fani....!! "


Yaa, Fani tidak bersama mereka keluar dari bangunan tadi. Tangis histeris mengiring Fani yang lemas itu, tak terkecuali April.


Walau Fani begitu ketara tidak menyukainya. Tapi dia salah satu rekan kerja yang begitu di kagumi oleh April karna kepiawaiannya membuat adonan tanpa mesin takar.

__ADS_1


April dan yang lainya pun di minta untuk pergi ke rumah sakit. Memastikan mereka tidak terluka sama sekali. Dan untungnya Api hanya membakar bagian produksi, hingga harta benda mereka di bagian loker tidak ikut terbakar.


__ADS_2