
Pesta mewah sepasang pengantin itu sudah berakhir. Hari ini rutinitas pun di mulai.
Bagaimana kabar sang pengantin baru?
Arga dan April sama-sama belajar peran mereka sebagai suami istri. Atas persyaratan dari nenek juga, mereka di haruskan tinggal di rumah nenek setelah menikah. Karna nenek tidak mau di urus oleh cucu yang lainnya.
"Ma , Pa . Kami berangkat dulu. " Pamit Arga sambil menenteng koper miliknya.
"Kalian ga makan siang dulu.. " Tanya mama Yuna saat April juga ikut salim untuk pamit.
"Iya, ini juga udah jam 11 , bentar lagi beduk.. " tambah papa Putra.
"Ada yang mau kami beli M,pa... " Arga menyambut tangan adiknya Nada yang salim sambil tersenyum.
"Jagain mama papa, jangan keluyuran terus.. "
"Yee, dari dulu juga aku yang selalu jaga mereka. Jagain tu istrinya, jangan sampe bosen sama abang.. " Ketus Nada.
Arga pun langsung menoleh ke April yang terlihat mengulum senyum menunduk.
"April, sering-sering kesini yaa.. " Yuna mengusap lembut bahu menantunya.
"Iya maa.. " sahutnya.
"Ya udah, kalian hati-hati.. " tambah Yuna lagi.
Keduanya langsung pamit dengan di hantar sampai depan menuju garasi mobil.
Dengan lambaian tangan dan senyum hangat keluarga Arga, Keduanya berlalu dari pelataran rumah keluarga Putra Adi Kusuma.
Sepanjang jalan hanya hening menyelimuti mereka berdua. Arga hanya fokus pada jalan, sedang April memilih sibuk memainkan gawai. Membalas ucapan selamat dari rekan sosial medianya yang belum sempat dia balas sejak 2 hari yang lalu.
Sesekali gadis itu tersenyum, membaca banyolan teman-temannya. Dan Arga hanya meliriknya diam-diam.
"Jadi ya beli ranjangnya.. ?" tanya April, saat menyadari mobil sudah berhenti di sebuah toko perabot.
"Iya, ranjang di kamar terlalu kecil buat berdua... " Arga memarkirkan mobil tak jauh dari pintu masuk toko. Lalu membuka pintu.
April pun membuka seatbelt , mengikuti suaminya turun. Dia tau, Arga tidak nyaman saat tidur di ranjangnya saat malam pertama mereka jadi suami istri.
Fikirannya melayang, membuatnya tersenyum sendiri. Membayang kan Malam pengantin dengan ranjang baru yang lebih kokoh dan lebar. Tentunya lebih nyaman.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri... ?" Arga mengerutkan keningnya bingung saat melihat istrinya itu.
"Eh, ga kok.. Keinget kado-kado belum di buka aja.. hee.. "
Malu. April memilih berjalan duluan meninggalkan Arga untuk sekedar melihat-lihat. Dia tau diri, suaminya yang ber'uang.Jadi jika dia tidak di ikutkan andilnya dalam memilih ranjang. Dia rasa tidak jadi masalah.
Pelayan toko pun menyambut mereka dan Arga langsung mengatakan ingin membeli ranjang tidur.
"Yang ini saja mas, ini di jamin kuat. Busanya juga nyaman, kualitas terbaik. Di jamin ga kan bunyi kalo buat goyang.. " Ujar pelayan toko ftontal.
__ADS_1
April melirik sambil menahan tawa, terlihat Arga menggaruk kepalanya .
"Bahannya apa mas.? " tanya Arga, dia pun menyusuri ranjang itu. Yang memang tampak lebih bagus di banding yang lain.
"Ini jati. Full jati mas.. " terang pelayan toko, dan Arga manggut-manggut tanda mengerti.
"Saya kasih diskon deh, Kayaknya kalian pengantin baru.. " ujar bapak-bapak yang datang menghampiri Arga. Mungkin dia pemilik tokonya.
April dan Arga saling pandang, walau jarak mereka beberapa meter. Arga dapat melihat wajah merah istrinya yang pura-pura sibuk melihat almari. Dia pun menahan tawa.
"Diskon berapa pak.. ?" tanya Arga kemudian.
"Saya kasih 30% mas.. "
"Ga bisa tambah lagi diskonnya . ?" tawar Arga.
"Sekalian lainnya ya, nanti saya tambahin diskonnya.. "
"Saya tanya istri saya dulu ya pak.. "
"Oh. iya silahkan. Saya rasa istrinya pasti setuju.. " balas pemilik toko.
April mendengar itu, hatinya terasa menghangat karna di ikut sertakan andil dalam pemilihan aset kamar.
"Kamu pilih yang mana.. ?" Arga berjalan mendekat, membuat April salah tingkah.
"Aku-aku terserah mas aja.. " April menyeka keringat yang membasahi keningnya. Hari ini cukup terik. Apalagi toko itu hanya memakai kipas angin .
April menganga mendengar penuturan suaminya.
"aapa sih mas, malu tau.. "
"Aku kan cuma nyampein apa yang di bilang mas-mas tadi.. " jawab Arga polos.
"Mahal sih, tapi kayaknya yang itu memang lebih tahan lama, ga akan di makan rayap. Masa gunanya sedikit panjang . Emang kamu mikirnya apa. .?"
"Bukan apa-apa kok.. " . April yang malu melengos ke kiri dan kanan.
"Dasar.. " Arga mendorong kening April dengan jarinya. Hingga gadis itu sedikit mundur.
"Kamu pasti mikirnya mesum kan.. ?" bisik Arga yang membuat April merona bak kepiting rebus.
"Mana ada, ngaco.. " elaknya. Tapi wajahnya tidak menggambarkan demikian.
Arga menarik bibir tipis, " Banyakin zikir, biar ilang tuh fikiran kotor.. " ujarnya, sembari berlalu menuju penjual tadi.
April malu setengah mati, otaknya memang sudah traveling kemana-kemana sejak masuk toko tadi.
Saat Arga kembali menoleh padanya, dia segera membuang pandangan ke lain tempat.
"Saya ambil ini pak, satu set sama Almari dan meja rias.." Arga menyerahkan kartu pada pelayan.
__ADS_1
"Bisa langsung di antar hari ini kan pak.. ?"
"Sip, jadi saya kasih diskon 40% ya mas. Bisa mas, Setelah ini langsung kami antar.." Jawab pemilik toko sumringah.
Arga hanya mengangguk. Sambil melihat-lihat perabot lain.
"Mas, alamatnya di mana.. ?" Tanya pelayan .
"Saya ga hafal mas, bentar.. " Arga menoleh ke arah istrinya.
"April.. !" panggilnya
April pun mendongak, menatap suaminya.
"iya mas.. " Gadis itu pun langsung mendekat.
"Aku ga hafal alamat rumah nenek.. "
"Ohh.. " Dia pun langsung ke meja kasir untuk membagi alamatnya. Tak lama transaksi pun selesai.
"Semoga nyaman ya mas mbak dan terima kasih.. " Senyum lebar memenuhi wajah pemilik toko. Saat April dan Arga pamit untuk pulang.
''Iya pak, sama-sama..Mari.. " Arga lebih dulu berjalan keluar di ikuti April yang hanya menundukkan kepala sedikit memberi hormat.
"Mau makan diluar atau di rumah..? " Arga bertanya saat keduanya mulai melaju di dalam mobil.
"Aku terserah mas aja.. "
"Apa nenek kira-kira masak..? " Sesekali Arga menoleh pada istrinya itu.
"Kemungkinan masak, ibu sama bapak kan masih di sana.. "
"Ya udah, kita makan di rumah saja. Mumpung bapak sama ibu ada di rumah.." putus Arga yang di sambut anggukan April tanda setuju.
"Kamu ada yang mau di beli gak, mumpung kita di luar ..? "
April menoleh, "Apa.. ?"
"Ya ga tau, kali aja ada yang mau kamu beli."
April diam mulai berfikir. Apa yang dia butuhkan untuk di beli. Rasanya tidak ada.
"Kayaknya ga ada deh mas.. "
"Oh ya , kirain mau beli sesuatu untuk persiapan nanti malam.. "
April menelan ludah kasar mendengar ucapan suaminya. Dia mau berfikir tentang anu, nanti takut salah lagi.
Tik tok tik tok...
Ngode atau mancing sih mas Arga... ?
__ADS_1