April & Arga

April & Arga
Sudah Ada Yang Ngantri


__ADS_3

Hari ini April sudah mulai bekerja kembali. Meski harus berangkat dengan menaiki ojek online, baginya tidak masalah.


"Terima kasih, silahkan datang kembali.. " Ucapnya ramah pada seorang pelanggan.


Kini tiba giliran ibu-ibu yang menggendong anaknya yang membayar.


"Ini saja bu, pempersnya ukuran L ya bu. Susu xxxxx untuk usia 2 tahun rasa coklat. " Sambil menscan belanjaan.


"Total semuanya 245 ribu ibu " Senyum terbaik dia berikan.


Saat dia sibuk, dia tidak menyadari seorang pria baru masuk, berdiri di depan tempat pajangan aneka roti untuk memperhatikannya meski dengan curi-curi pandang.


"Terima kasih, silahkan datang kembali.. " Begitu ucapannya setiap memberikan resit bon juga uang kembalian.


Saat dia sedang fokus ke layar monitor, seseorang meletakkan minuman kemasan dan mineral kecil.


"Ini saja kak.. ?" mengscan tanpa melihat dengan seksama siapa yang ada di depannya .Dia hanya memandang sekilas saat lelaki itu membuang pandangannya ke samping.


"Semua 12 ribu k.. " suaranya hilang saat matanya bertemu mata elang seseorang di depannya.


Lelaki itu menyerahkan uang 50 ribuan. April segera berdehem lalu mengambilkan kembalian.


"Ga, kamu ga beli makanan.. ?" Seorang wanita berambut sebahu dengan wajah oval menawan menghampiri lelaki itu .


"Enggak, aku ga laper.. " Menjawab di sertai senyum hangatnya.


April diam beberapa saat melihat interaksi keduanya. Bahkan tangannya yang akan menyerahkan kembalian, terhenti di udara.


"Sekalian sama punya dia.. " 1 mineral botol besar, 1 kopi dan 2 pack roti sobek di letakkan di meja kasir.


April segera mengscan semuanya, tidak ada senyum ramah atau basa basi seperti pada pelanggan umumnya.


"Semua 52 ribu.."


Arga langsung meraih dompetnya.


"Biar aku bayar sendiri Ga.. " pinta wanita itu.


"Gapapa " Menyerahkan uang 10 ribuan yang langsung di terima oleh April. Tanpa melihat wajah April.


"Aku ga enak, kamu slalu bayarin makanan aku.. " Manja suaranya sungguh mendayu-dayu . April sempat meliriknya sebentar, wanita itu cukup cantik. Dengan kulit bersih, baju kaos panjang warna hitam memperjelas postur tubuhnya terlihat sangat proposional.Sepatunya juga serupa yang di pakai Arga.

__ADS_1


Ya, dia yakin wanita itu juga seorang polisi. Hanya mereka tidak sedang menggunakan baju dinas.


"Kembaliannya mas.. " menyerahkan uang 8 ribuan.


"Buat kamu aja.. " Arga mengambil kantong belanjaan miliknya juga punya teman wanitanya.


April sigap memasukan uang kembalian pada kotak amal di dekat meja kasir . Hal itu tak lepas dari pandangan Arga yang langsung menatapnya tajam.


Pura-pura acuh, April pergi ke belakang seolah sedang membantu pembeli memilih beberapa produk shampo .


"Ga, kamu kenapa.. ?" Tanya teman wanitanya. Mengikuti arah mata Arga yang sedang menatap April.


"Ahh, enggak. Ayoo.. " berjalan beriring keluar. Bahkan Arga sempat menahan pintu hingga teman wanitanya itu keluar.


Semua itu tak lepas dari pandangan April. Tiba-tiba ada rasa nyeri di hatinya. Sekembalinya Nadia dari mushola, April cepat-cepat lari menuju toilet. Dia tidak mau temannya tau matanya memerah menahan tangis .


.


Hingga malam, semangat April seolah menguap. Tidak ada lagi senyum cerianya. Yang ada hanya tampang lesu dan kusut.


"Prilll.. li latuconsina..! " Suara Nadia memecahkan gendang telinga.


"Apa.. ?" Meraih ponsel dari tas.


"Gila, hp lo baru. OMG...!! " Merebut paksa dan mengamati dengan seksana.


"Lo kena begal terus beli hp baru gitohh?"


"Enggak, " Merampas kembali dan mulai mengotak atiknya.


"Terus, maksutnya ini..? "


"Ini.. ?" Meraih ponsel Nadia, menulis nomernya dan men dial. Setelah tersambung segera menyimpannya.


"Ini di beliin camer.. "


"Ohh Prilliiiii.... ! baik bener camer lo."


"Hust, mulut lo. Nanti orang-orang pada denger. " April menonyor kepala Nadia gemas.


"Denger apa Prill.. ?"

__ADS_1


keduanya kompak menoleh pada sumber suara.


"Yoga.. !" Ucap mereka bersamaan.


"Hai Yoga.. " Seperti biasa Nadia lebih dulu menyapa.


"Hai Nadia.. " Kembali menatap April.


"Tadi ngomongin apa kalian, kok pake orang-orang pada denger. .?"


"Ehh, Anu. . itu si lebay Nadia kan suka ngomong lebay. Takut orang pada denger.. " kilah April sambil tersenyum.


"Oh, aku tunggu di depan ya.. "


"Maksutnya.. ?" April mengerutkan keningnya tidak paham.


"Bentar lagi kamu pulang kan, aku anterin ya, aku tunggu di depan .. " Melambai keluar toko.


"Dia jemput kamu..? " Bisik Nadia dan April hanya mengangkat bahunya.


Tak lama jam pulang pun sudah datang. Bertiga yaitu April, Nadia juga Dika menutup toko dan menyerahkan kunci ke pemiliknya.


"Lo naik apa pulangnya. .?" Tanya Dika sambil mengambil helmnya.


"Dia di jemput Yoga. " Nadia lebih dulu menjawab.


"Yoga.. ? mereka pacaran Nad. . ?"


Nadia mengangkat bahunya dan langsung memakai helm. Sedang April berjalan ke arah Yoga yang sedang memainkan ponselnya di atas motor.


"Ga.. "


"Eh, udah.. ? ayok " sebuah helm dia berikan pada April. Yoga juga dengan telaten membantunya memakaikannya. April tidak berhenti tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari Yoga.


"Ayo.. "


April naik di motor gede itu, dan Yoga perlahan melajulannya. Tak lupa melambai sebentar pada Nadia juga Dika.


Sedang di sebrang jalan, di dalam sebuah mobil warna merah maroon. Seorang lelaki memperhatikan gerak gerik keduanya.


Wajahnya datar, tidak tau exspresi senang atau sedih yang sedang dia rasakan.

__ADS_1


"Kamu ga perlu khawatir Ghani , setelah lepas dari kamu udah ada yang nunguin April . Tadi pas mama kesana, ada cowo main ke rumah dia. April juga terlihat sumringah menyambutnya. Dia juga cukup perhatian, mama perhatikan cowo tu datang membawa makanan dan minuman sendiri. Yang artinya ga mau ngrepotin April.. "


Ucapan mama Yuna tadi sore seolah kembali terngiang di telinga Arghani.


__ADS_2