April & Arga

April & Arga
Masa lalu Masa Depan


__ADS_3

Sebulan berlalu, siang itu Arga mengajak istrinya jalan ke sebuah pusat perbelanjaan di kota. April tampak sumringah karna ingin membeli beberapa koleksi krudung dan baju muslimah baru .


"Aku nanti mau beli 5 ya mas , 5 pasang masing-masing.. " ujarnya antusias.


"Iya... " Arga tersenyum menoleh ke arah istrinya yang semakin hari semakin manis dan cantik di pandang mata.


April tersenyum lebar, ini juga kali pertama mereka keluar sebagai pasangan yang manusiawi. Arga sekarang sudah banyak berubah, tidak pendiam seperti dulu. Hubungan mereka semakin baik dari hari ke hari . Tahap pengenalan juga di lalui dengan penuh kelancaran. Percekcokan kecil sering juga terjadi, karna sama-sama belum bisa menempatkan posisi.


Sampai di sebuah mall ternama, Arga memarkirkan mobilnya . April segera turun saat mobil sudah terparkir rapi .


Dia menunggu Arga turun kemudian. Tak disangka, Arga langsung menggenggam tangannya erat memasuki Mall tersebut . Rasanya hati April begitu melayang, wajahnya terus fokus pada sosok tinggi tegap di sebelahnya . Yang menggenggam tangannya begitu erat .


Jika boleh jujur, dia jadi jatuh cinta pada suaminya itu . Perlakuan-perlakuan kecil yang di lakukan Arga begitu membuatnya terpana.


"Kamu pilih yang kamu butuhkan, aku tinggal dulu ke toko jam ya .. " ucap Arga sesampainya di sebuah toko terkenal .


April mengangguk, dan setelahnya Arga langsung pergi saja ke toko jam di lantai atas . Mata April terus tak lepas dari gerak suaminya yang berjalan menjauh.


Hingga sebuah sentuhan di lengannya menyadarkannya dan membuatnya menoleh.


"Yas ..." Lelaki itu tersenyum lebar, senyuman khas yang dia selalu beri di tiap mereka bertemu .


"Kamu .. " April terkejut bercampur heran melihat keberadaan Yoga .


"Kamu makin cantik aja, aku hampir ga ngenalin kamu tadi ." ucap lelaki itu dengan mata yang tak lepas dari memindai penampilan April.


Jika dulu April biasa saja saat di pandang sedemikian rupa, tidak dengan sekarang yang merasa risih atas tingkah Yoga .


"Biasa aja.. " April berlalu, berniat meninggalkan Yoga dengan masuk ke dalam pusat perbelanjaan terkenal .


"Ya elah, sombong amat sekarang Yas .. " Yoga mengejar April, membuntuti wanita itu kemanapun pergi .

__ADS_1


" Ngapain sih Lo ngikutin gue !" sebal April.


"Kangen Yas, udah lama ga ketemu .. " jawab yoga selamba.


"Gue ga perduli, minggir dan jangan ikutin gue ." tegas April.


Bukan Yoga namanya kalau menyerah, entah kenapa dia justru semakin terpesona dengan penampilan April sekarang .


"Lo ngapain sih masih ngikutin gue ? Lo ga ada kerja ? "


"Apa sih, gue juga lagi belanja Yas. PD amat Lo ih ". kilah Yoga sembari meraih kemeja berwarna biru .


"Ini cocok buat Lo Yas ".


"Sorry gue ga minat ". April berlalu meninggalkan tempat itu, berniat menyusul suaminya tanpa memperdulikan anggilan Yoga.


Sedang Arga yang ingin mengganti jamnya yang mati terus berjalan memasuki sebuah toko. Hingga tiba-tiba seorang anak kecil berumur 3 tahun menabraknya .


"Hei, hati-hati . Apa kamu tidak apa-apa.. ?" tanyanya sembari merangkul anak itu .


Anak itu tidak menjawab dan hanya menatap lekat wajah Arga .


"Di mana orang tua mu ?" tanya Arga sembari menyusuri pandanganya ke arah toko jam itu .


Dari arah depan seorang wanita berkerudung tampak tergopoh-gopoh menghampiri mereka .


"Ali.. !".


Mendengar suara wanita itu memanggil anaknya membuat Arga tersentak .


"Arga .. ". Wanita itu tak kalah terkejutnya melihat keberadaan Arga.

__ADS_1


"Mama.. " anak kecil itu langsung berlari sembari menangis memeluk mamanya yang tak lain adalah Rina .


Setelah menenangkan anaknya, Rina bermaksud kembali menyapa Arga. Sayangnya lelaki itu sudah tidak ada di sana. Rina tampak celingukan mencari keberadaan Arga .


"Kemana dia .. " ujarnya .


Sedang Arga memilih berpindah ke toko yang lain untuk menghindari Rina. Isi kepalanya berkecamuk, bukan dia tidak tau keadaan Rina. Dia hanya ingin berusaha menutup mata . Saat ini dia ingin fokus saja pada rumah tangganya .


Mengingat itu dia langsung teringat istrinya, sehingga cepat-cepat menyelesaikan urusannya dan mencari istrinya .


April juga tampak berkeliling toko yang tadi di sebut suaminya, tapi tak ternampak keberadaan lelaki itu di sana. Dia terus mencari, sedang Yoga juga ikut mengawasinya dari jauh . Membuat April semakin tidak nyaman .


Segera dia meraih ponselnya guna menghubungi suaminya .


" Mas kamu di mana ?"


April bergegas berjalan menuju tempat yang di sebutkan suaminya .


3 meter dari Arga berdiri, Rina juga berjalan mendekatinya .


"Arga.. " Sapanya sembari mendekat .


"Aku nyariin kamu dari tadi .."


Arga hanya diam menatap kedatangan Rina.


"Mas ... "


Suara April yang datang dari arah kanan membuat Arga kembali menoleh.


Membuat Arga dilema. 2 wanita yang berharga kini ada di sampingnya. Yang satu adalah teman kisah masa lalu, sedang yang satu adalah teman masa depan.

__ADS_1


__ADS_2