April & Arga

April & Arga
Kebangkitan Musuh


__ADS_3

Di sebuah rumah besar, seorang wanita paruh baya terlihat murka hingga menampar wajah putranya.


Plak.


"Bodoh.. ! kenapa kamu diam saja melihat pernikahan mereka hah. ?" makinya berapi-api.


Anak lelaki wanita itu tampak meringis menahan sakit akibat tamparan dari ibunya.


"Aku ga tau bu, aku kira hubungan mereka sudah berakhir. Aku taunya April di jakarta " ucapnya sambil mengelus pipi yangbterasa panas.


"Bagaimana kamu bisa tau, kalau kamu saja sibuk dengan band tidak bergunamu itu..! " makinya lagi.


"Sudah ibu katakan, dekati dia. Ibu ingin anak itu rusak. Agar keluarga Adi Kusuma merasakan malu.. "


"Semua gagal karna kebodohan kamu.. "


Wanita itu membanting vas bunga yang semula bertengger di atas meja dengan serta merta pecah berkeping-keping.


"Aku akan memikirkan cara lainnya bu.. " ujarnya berusaha menenangkan emosi ibunya.


Wanita itu hanya melirik tajam, lalu beranjak pergi ke kamar. Tak lupa membanting pintu hingga menggelegar di seluruh ruangan rumah.


Yoga sedikit berjingkat, tapi setidaknya itu lebih baik. Ketimbang mendengar kemurkaan ibunya.


Dia sekarang sedang di surabaya, banyak perlombaan band indi yang dia ikuti. Hingga dia abai pada kelajutan hubungan April dan Arga. Saat dia sadar, temannya mengabari yang mereka akan menikah. Dan Yoga tidak bisa meninggalkan surabaya hingga akhir bulan karna keikut sertaannya pada perlombaan.


Itu yang membuat ibunya marah.


Ya, dia adalah anak bungsu Sherli. Mantan kekasih Putra Adi Kusuma. Gagalnya pernikahan mereka dulu masih membekas di hati seorang Sherli.


Harapannya menjadi menantu orang terpandang musnah gara-gara kehadiran Yuna.


Sherli tetap merasa tidak terima, hingga pernikahnya yang pertama pun gagal karna dia selalu membandingkan kemapanan Putra dengan suaminya.


2 tahun setelah menjanda dia kembali menikah dengan jejaka asal Medan. Tapi kembali kandas saat lelaki itu justru tak mau mengakui anaknya sendiri.


Kini dia tinggal di surabaya, kembali menikah dengan Duda kaya keturunan tionghua. Hidupnya sudah bak sosialita sekarang. Rumahnegah mobil newah sudahdia dapatkan.Tapi hatinya tetap hampa karna merasa tidak sebahagia Yuna.


"Honey, anak mu tidak menginap di sini.. ?" Suara seseorang membuka pintu,membuyarkan lamunan Sherli. Di usapnya air mata yang sempat membasahi pipinya.


Seorang lelaki berumur 60an tahun berjalan mendekat padanya.

__ADS_1


"Tidak Honey. Dia sedang sibuk latihan dengan band nya. " senyum terpaksa yang di buat semanis mungkin dia terbitkan jua.


"Kenapa ga suruh dia belajar kerja di kantor saja.. " tutur lelaki sambil membuka dasinya. Dia baru pulang dari kerja.


Sherli pun beranjak, membantu lelaki yang sudah menjadi suaminya selama 5 tahun itu melepas pakaiannya.


"Anak itu masih ingin bebas, aku tidak bisa memaksanya honey.. "


Lelaki itu tersenyum lembut, membelai pipi istrinya.


"Berlian baru lagi.. ?" ucapnya saat melihat kslung baru bertengger di leher istrinya .


"Ah, ini arisan ibu-ibu kompleks honey.. "


Kilah Sherli.


Kediaman Adi Kusuma


Mbak Min, Janda yang berasal dari kampung Yuna yang di minta membantu membereskan rumah paska mantu kemarin. Terlihat tergesa-gesa menghampiri Yuna yang sedang memberi makan ayam peliharaan di bagian belakang.


"Bu, ada tamu.. "


Yuna pun menoleh karna sedikit terkejut akan kehadiran mbak Min yang tiba-tiba.


"Wanita cantik buk, tapi saya lupa gak nanya namanya siapa. . "


"Ohh.. " Sedikit mengerutkan kening bingung, Yuna pun beranjak kearah keran untuk cuci tangan.


"Saya buatin minum dulu ya bu.. " pamit Mbak Min yang di angguki oleh Yuna.


Setelah selesai dengan urusannya,Yuna pun berjalan menuju ruang tamu melalui pintu samping. Sekilas dia bisa melihat wanita cantik berkerudung duduk di sofa ruang tamu. Tapi wajahnya tak jelas.


"Assalamualikum.. " sapa Yuna.


"Waalaikum salam... " Wanita itu langsung berdiri dan berbalik arah. Senyum merekah dari wajah ayunya. Lesung pipi menambah nilai plus pada wanita itu.


Yuna tersenyum kaku menyambut uluran tangan wanita itu untuk salim.


"Apa kabar tante..? " tanyanya ramah.


"Alhamdulillah baik.. ayok uduk dulu.. "

__ADS_1


Beriringan mereka kembali ke sofa dan duduk berhadapan.


Tak berselang lama mbak Min pun datang membawakan 2 cangkir teh juga sepiring kue untuk tamu dan Yuna.


"Mari mbak, di minum tehnya.. " ucap Minul seraya meletakkan teh di meja depan wanita itu.


"Terima kasih ya mbak.. "


"Sama-sama, saya kebelakang dulu bu, mbak. Marii.. " pamit mbak Min.


"Iya.. " jawab keduanya hampir bersamaan.


Hening beberapa saat antara kedua wanita itu.


"Ayo di minum dulu teh nya.. " ucap Yuna membuka obrolan.


"Iya Tan, aaku denger Arga baru menikah Tan, apa dia di sini? " Kepalanya terangkat melihat ruang atas berharap yang di tanya ada di sana.


"Maaf ya Tan, aku ga dateng kemarin tapi aku bawain kado buat dia, sekalian mau ngucapin selamat.. " tanhannya terulur meletakkan bungkusan kado di aras meja .


"Ga papa, kan memang jauh. Ghani di rumah istrinya.. " jawab Yuna kemudian.


"Loh, ga di sini mereka Tan.. ? padahal aku pengen kenalan sana istri Arga. "


"Enggak, mereka tinggal bersama nenek istrinya Ghani. Karna neneknya tinggal sendirian. " terang Yuna.


Terlihat wajah Wanita itu bergurat kecewa. Yuna berusaha membuang fikiran kotor yang ada di otaknya. Dia berharap kehadiran wanita itu tidak akan membuat Arga kembali menjadi lelaki labil.


"Rumahnya dimana sih Tan.. ?" tanyanya penasaran.


"Lumayan jauh, Oh iya kamu kapan nyampek sini. Anak suami kamu mana..? " Yuna berusaha mengalihkan pembicaraan.


Wanita itu tersenyum kaku.


"Anak aku di rumah mama sama suami aku Tan.."


"Kenapa ga di ajak Rin.. ? bukanya yang kecil masih minum Asi.? "


Ya wanita itu adalah Sabrina. Teman sekelas Arga sejak SMP. Wanita yang membuat seorang Arga begitu terobsesi padanya.


"Aku niatnya ga lama Tan. . Pengen ngucapin selamat aja sama Arga.. " ujarnya sembari menyesap teh miliknya.

__ADS_1


Yuna hanya memandang penuh selidik wanita di depanya ini. Dia tetap berusaha membuang fikiran negative tentang Rina .


__ADS_2