April & Arga

April & Arga
Bersama Devan


__ADS_3

Di sebuah area permainan yang cukup ramai. Sepasang anak manusia sedang menikmati kebahagiaan.


"Devan.. terima kasih sudah mau membawaku kesini . Ini sungguh menyenangkan.. " Ucap April sambil menyeka keringatnya dengan tisu. Suasana panas cukup terik.


"Kayak apa aja, yuk cari makan dulu. Nanti kita naik wahana lain lagi.. " Tanpa ragu Devan menggandeng tangan April. Meski sempat terkejut, tapi April tidak menepisnya.


"Mau makan apa Yas.. ?" Tanya Devan saat mereka sudah sampai di sebuah restoran.


"Yas.. ?" April mengerutkan keningnya.


"Haha.. bagus kan. Kamu lebih bagus di panggil Yasmin.' Yas'. "


April ikut tersenyum mendengar penjelasan Devan. " Kamu orang kedua yang manggil aku Yasmin kalo gitu.. "


"Hah, emang siapa yang pertama.. ?"


"Ada deh.. " April tersenyum menyeringai .


Baru Devan akan bertanya tapi seorang pegawai restoran datang dan mereka pun segera memesan makanannya.


Ya, dengan bantuan Devan lah April sampai di Jakarta. Saat di Bandar Lampung, April yang bingung memilih menyusuri kawasan raja basa. Hingga tanpa sengaja bertemu Devan yang akan ke Jakarta. Tanpa fikir panjang dia pun mengikuti Devan. Tentu saja alasan pertengkaran dengan ibunya menjadi salah satu penyebabnya.


"Kamu udah nelpon keluargamu? " Tanya Devan di sela makannya.


"Udah kok, aku udah ngabarin Nenek. Wira juga sedang cuti panjang, bisa nemenin nenek. "


"Udah ngabarin Arga? " Tanya Devan pelan.


April langsung menghentikan gerakan makannya, mengangkat wajah menatap Devan. Devan jadi merasa tidak enak saat melihat raut wajah April yang tiba-tiba jadi sendu.


"Maaf-maaf, ya udah lupakan. Ayuk, lanjutin makannya. Kamu belum naik semua wahana kan. Kita nanti rugi, udah bayar tapi belum puas main.. " Devan mengalihkan pembicaraan agar April tidak lagi merasa tidak nyaman.

__ADS_1


Dengan jailnya, Devan mengambil lauk di piring April. Yang tentu saja membuat April menjadi sedikit kesal.


"Devan.. "


"Haha.. nih, kamu makan punyaku juga " Menyodorkan piringnya yang langsung membuat April menggeleng .


"Aku ga suka bau kari nya.. " April menutup hidungnya.


"Ohh ya " Devan menarik kembali piring itu kembali di depannya.


"Selain bau Kari, apa lagi yang kamu ga suka? " Tanya Devan.


"Aku ga suka ikan tongkol, buah Duku dan sedikit alergi seafood.. " terang April sambil mengunyah makannya.


Devan mengangguk paham " Padahal rencananya aku mau ngajak makan seafood bakar loh.. "


"Mau lah, nanti aku beli obat alerginya.. " April nyengir yang membuat Devan begitu gemas hingga menjembel dagunya yang runcing itu.


"Haha.. gemesin " Devan kembali menjembel dagu April yang langsung membuat April memukul tangannya.


"Aduh, sakit Yas.. "


"Rasain, emang di jembel ga sakit apa.. " Kesal April.


Keduanya tertawa dan melanjutkan makannya hingga habis.


Devan seharian penuh mengajak April mengelilingi wahana pernainan. Tentu saja April merasa bahagia. Hingga akhirnya April kelelahan dan mengajak pulang.


"Makasih ya Dev.. " April baru turun dari boncengan motor. Menyerahkan helm pada Devan.


"Iya.. " Devan mengulum senyum, tangannya meraih anak rambut April yang terburai, merapikan poni gadis itu.

__ADS_1


"Ekh" April terkejut dengan apa yang di lakukan Devan.


"Udah masuk sana, mandi istirahat . Besok aku jemput ya.. "


"I-iya.. " Jawab April sedikit tersipu.


Devan mengulas senyum tipis lalu mulai melajukan motornya meninggalkan kontrakan April.


"Dia perhatian dan hangat, huhft.. tidak seperti Arghano.." Desah April, lalu masuk ke dalam kos-kosan putri yang dia sewa.


.


Sedang di tempat lain, Arga begitu frustasi karna tak kunjung bisa menghubungi April.


"Kamu kenapa Ga? " Tanya Melati saat melihat Arga tetap fokus melihat ponselnya saat makan malam ini .


"Ga kenapa-kenapa.. "


"Ga kenapa-kenapa gimana ? itu makanannya juga cuma di aduk-aduk aja. Ga di makan. "


Mendengar itu Arga langsung melihat piringnya, ya makananya sudah tidak berbentuk tapi sesuap pun belum masuk ke mulutnya.


"Biasa Mel, orang kalau mau nikah ya gitu. " Ucap Dedi.


"Apaan sih.. " Arga langsung meletakkan ponselnya dan mulai menyuap makanannya.


Melati yang mendengar candaan Dedi jadi memberengut kesal. Jujur di hatinya masih tidak iklas Arga menikah dengan orang lain.


**Maafkan ya, saya sering hiatus.


ini tak sambi bikin kue lebaran loh haha..

__ADS_1


lope-lope**


__ADS_2