April & Arga

April & Arga
Mengabari Bapak dan Ibu


__ADS_3

"April bangun.. ! Anak gadis sudah jam 8 belum bangun.


April menggeliat malas, melirik jam beker di atas meja make-up yang menunjukan pukul 8.10 menit. Pantas saja nenek sampai teriak-teriak membangunkannya.


Setelah mandi dan sarapan, dia mendekati nenek dan meminjam ponselnya.


Dia meminta izin pada bosnya karna sedang terkena musibah. Bosnya pun mengizinkan. Bahkan memberinya waktu cuti 2 hari.


Dia ingin memberi kabar pada Nadia. Tapi dia tidak ingat nomer gadia itu. Akhirnya setelah mengumpukan keberanian, dia nenelpon orang tuanya.


"Hallo Assalamualaikum bu.. "


"Waalaikum salam, anak ibu apa kabar. ?" Suara ibu menggema di ujung talian.


"Bu, April mau minta maaf.." Ucapnya mulai bergetar menahan tangis.


"Ada apa sayang.. ?"


"April semalem kena begal huhuhu.. "


"Astagfirullahalazim.. !!


Pak, bapak.. "


April bisa menebak yang ibunya sedang memanggil bapaknya .


Terdengar suara bapak yang menanyakan ada apa . Ikut berteriak saat istrinya bercerita.


"Hallo.. Aprill.. Kamu tidak apa-apa kan nak.. ?" Tanya bapak khawatir.


"Aku ga papa pak, tapi motornya udah ilang. huhuhuh.... "


"Sudah, gapapa.. sudah nduk jangan nangis. Yang penting kamu ga kenapa-kenapa.. "

__ADS_1


"April minta maaf pak.. motornya ilang huhuhu... "


"April.. " kini gantian ibu yang berbicara .


"April, sudah.. jangan menangis, nanti ibu ikut nangis hwahuhuhu.... "


April terdiam mendengar ibunya menangis.


"Kamu ini apa-apaan Mar, malah ikut nangis. Bukanya nenangin ankmu..


Hallo April anak Bapak..


Ga usah nangis lagi, motor bisa di beli lagi nak. Yang penting kamu selamat ya. Sudah jangan menangis lagi.. "


"Iya pak.. " April masih sesenggukan.


"Selain motor, apa lagi yang di ambil. Kamu ga di apa-apain kan sama begalnya.. ?"


"Hp sama dompet ku pak. Aku ga di apa-apain. Karna dari depan ada motor orang yang dateng. Begalnya buru -buru pergi.. " Terang April.


"Iya pak, makasih.. "


"Iya nak. mana nenek mu.. ?"


April pun bangun keluar dari kamarnya menuju ruang depan.


"Nek, bapak mau bicara.. "


Nenek menerima ponsel itu dan langsung mengobrol dengan menantunya itu.


"Iya. Untung ketemu Arga di kantor polisi. Arga yang nganterin pulang.. " Nenek bercerita panjang kali lebar kali tinggi.


April memilih kembali ke kamar. Kepalanya sedikit sakit. Dia ingin istirahat.

__ADS_1


.


"Astagfirullahalazim, tapi April gapapa kan,nak.. ?" Tanya Yuna khawatir dan terkejut saat sulungnya bercerita tentang kejadian semalam.


"ga papa Ma, dia cuma syok aja.. " jawab Arga sambil fokus mengunyah makanannya.


"Syukurlah, nanti kita kesana ya.. "


"Aku. aku ga bisa ma, aku kerja.. "


Yuna hanya menghela nafas pelan. Putra sedang di sawah, mengirim makanan untuk orang panen. Nada pergi kuliah. Menyisakan dia dan sulungnya di rumah. Arghani sedang kerja sift malam.


"Ghani, apa kamu sama sekali ga tertarik sama April.. ?" Tanya Yuna hati-hati.


Pemuda itu langsung meletakkan sendoknya. Menatap wajah mamanya, Mama yang begitu dia sayangi.


"Maa... "


Yuna tersenyum menuangkan minum untuk putra sulungnya.


" Kamu bisa bilang sama mama sekarang, ga papa Nak. Kamu jujur aja. "


Arghani hanya menghela nafas berat, meneguk air yang di tuangkan mamanya.


"Mana tau, kamu nerima pertunangan ini karna kami. Karna mama dan papa.Tapi, mama juga ga mau kamu menjalani ini karna terpaksa. Mama sama papa cuma pengen kamu bahagia nak. "


"Selama kalian bertunangan, kamu juga tidak berniat mengunjunginya saat sedang cuti. bahkan menelponnya pun tidak. Setelah mama pikir, mungkin April juga sama tertekannya dengan kamu. pada hubungan yang pelik ini.."


"Ghani, mama mau kamu jujur. Kamu sama sekali tidak tertarik sama April. ?" Tanya Yuna sambil menatap penuh wajah sulungnya yang terlihat bingung.


"Apa mama akan menerima apapun keputusan Arga kalu Arga jujur tentang perasaan Arga..? mama ga akan kecewa dan marah sama Arga kan.. ?"


Yuna tersenyum mengusap kepala Arga dengan lembut.

__ADS_1


"Enggak sayang, katakanlah.. " ucapnya lembut.


__ADS_2