April & Arga

April & Arga
Lagu Untuk mu


__ADS_3

Malam minggu tiba, April juga Nadia dan Dika yang baru pulang kerja setelah sift pagi. Mereka memutuskan pergi ke kafe minie 21.


Bertiga mereka duduk mengumpul sembari mengobrol.


"Eh, minggu besok barengan ya ke kondangannya Anggik "ujar Nadia.


"Gue di suruh jadi temen manten Nad, jadi pagi gue udah kesana. Nemenin dia akad. . " Terang April sambil menikmati es teller miliknya.


"lo bareng gue aja.. " Tawar Dika.


"Cewek lo ga cemburu ntar.. ?" Ejek Nadia.


"Ga lah, kita kan kondangan. Bukan kencan. . " Dika mengedipkan matanya sebelah yang membuat Nadia memutar bola matanya jengah.


April hanya tersenyum melihat kedua temannya. Dika sudah punya pacar, tapi tetap memprioritaskan Nadia. Bahkan rela di tukar sift demi bisa kerja dengan Nadia. Dan itu kadang jadi pemicu pertengkarannya dengan pacarnya.


"Lo udah punya bajunya Pril.. ?"


"Udah, gue pesen online. Mungkin besok udah nyampek.. "


"Mesti ya, kondangan pake baju baru.. " Komentar Dika yang langsung dapat lirikan tajam keduanya .


Drt.. Drt..


Ponsel April bergetar.


Yoga Is Calling


"Hallo.. " Sapanya.


"hai, udah nyampek.. ?"


"Udah.. " Senyum bahagia sampai tak sadar mengaduk-aduk nasi goreng miliknya.


"Ohh ya, di mana? kok ga keliatan.. "


April mengangkat kepalanya, mengedarkan pandangan. Mereka memang memilih tempat duduk di pojok ruang bagian Gazebo sederhana.


"Aku di Gazebo nomer 2 .. "


"Ohh, coba kamu muter di jarum jam angka 3 .. "


April mengikuti intruksi, dan di sana. Yoga melambai dengan senyum manisnya yang langsung di balas lambaian tangan April. Sedetik kemudian, tiba-tiba April merasa canggung. Saat Yoga ternyata sedang duduk di kelilingi cewek-cewek cantik.


"Ngapain lo Pril.. ?" Tanya Dika.


"Eh, enggak. Nyapa temen.


Hallo Ga, ya udah ya.. ga enak sama temenku ini.. "


"Ok. Have Fun Dear..bye.. "


April berusaha tak mengindahkan kata-kata manis Yoga, walaupun jujur hatinya sedikit terbunga.


"Ahhh cieeee.... " Goda Nadia menyenggolnya.


"Apaan sih... " April tak tahan untuk tidak mengembangkan senyumnya malu-malu.


"Ehh dasar Bocah, di gombalin dikit aja udah melayang.. " Dika langsung mendelik karna kakinya di injak oleh keduanya.


"Kayak lo denger aja gue di gombalin.. "


"Lo pikir suara ponsel lo tu ga keras apa, lo tanya Nadia. Lo denger kan Nad.. ?"


"Iyya sih, meski agak kurang jelas.. "Jawab Nadia meringis.


April langsung menepuk jidatnya pelan. Belum paham dengan sound hp barunya.


Tiba-tiba petikan gitar menggema yang langsung membuabrkan fokus ke tiganya.


Serempak mereka menoleh ke atas panggung.

__ADS_1


"Lagu ini saya persembahkan untuk wanita cantik yang mengisi hari-hari saya semingguan ini , lagu ini Untuk mu. " Ucap Yoga sebelum mulai memaikan gitarnya.


Hati April berbunga-bunga. Bukannya hari itu Yoga mengatakan akan menyanyikan lagu special untuknya.


"Ahh cie.. yang dapet lagu special.. " Goda Nadia yang tak di hiraukan April. Gadis itu fokus pada arah panggung yang menampilkan Yoga menyanyi dengan petikan gitarnya.


Semua orang tampak takjub dan terfokus pada Yoga yang begitu lihai memetik gitarnya mengiringi lagu AT My Worst.


Can I call you baby?


Can you be my friend?


Can you be my lover up until the very end?


Let me show you love, oh, I don't pretend


Stick by my side even when the world is givin' in, yeah


Oh, oh, oh, don't


Don't you worry


I'll be there, whenever you want me


I need somebody who can love me at my worst


No, I'm not perfect, but I hope you see my worth


'Cause it's only you, nobody new, I put you first


And for you, girl, I swear I'll do the worst


If you stay forever, let me hold your hand


I can fill those places in your heart no else can


Let me show you love, oh, I don't pretend, yeah


Oh, oh, oh, don't


Don't you worry


I'll be there, whenever you want me


I need somebody who can love me at my worst


No, I'm not perfect,…


.


Bukan hanya April, semua wanita yang mendengar alunan lagu yang di nyanyikan Yoga membuat mereka terbuai.


Tapi itu tidak di sadari April.


Hingga Yoga kembali menyanyikan lagu bersama band nya. Tepuk sorak tak pernah lepas dari para penonton yang hadir.


Jam menunjukan sudah pukul 8.30 malam. Karna keasikan April bahkan mengabaikan telpon dari neneknya.


"Pril, mau pulang nanti pa sekarang lo.. ? Gue udah ngantuk . " Nadia menguap yang menandakan dia memang sudah cape.


"Duluan aja, nangung nih.. " jawab April dengan mata fokus ke arah Yoga.


"Nanti lo pulangnya gimana.. ?" giliran Dika yang bertanya.


"Gue naik ojek ntar, udah ga usah risau. Gue udah gede. . "


Keduanya pun mengalah dan memanggil mbak-mbak pelayan untuk membayarnya.


"Kita duluan ya, ada apa-apa kabarin kita . " Ujar Nadia sampil cipika cipiki pada April.


"Siapp bos.. hati-hati.. "

__ADS_1


''Duluan ya, jangan malem - malem .. : Pamit Dika.


"Ok. . "


.


Sepeninggal Nadia dan Dika.April masih fokus ke aeah panggung.Hingga Yoga dan kawan-kawannya selesai denhan persembaham lagu terakhir mereka.


Yoga turun dari panggung langsung menghampiri April. Tentu saja itu membuat gadis itu kegirangan.


"Temen kamu mana. ?"


"Udah pada pulang, udah malem juga. " April melambai pada mbak-mbak untuk membayar bil.


"Makasih ya udah dateng.. " Ucap Yoga.


"Sama-sama, aku duluan ya.. " Pamit April.


"Kamu pulang naik apa.. ?"


"Ojek."


"Tunggu, aku anterin.. " Yoga berlari menuju mejanya tadi. Sempat terlihat dia pamitan pada teman-temannya. Mereka pun sempat menoleh ke arah April. Begitupun dengan cewek-cewek yang tadi mengerumuni Yoga, mereka menatap sinis ke arah April.


"Yuk.. " Ajak Yoga. Dan keduanya pun langsung berjalan keluar.


.


Pagi datang kembali, Saat April bersiap untuk pergi kerja. Kebalikannya dengan Arga yang baru pulang dengan wajah lelahnya.


"Ghani, sarapan dulu..! " Seru Yuna dari dapur .


"Aku udah sarapan Ma, mau langsung tidur aja.. "


Yuna pun langsung murung, hal itu tak lepas dari pandangan Putra.


"Apa masakanku ga enak mas ? anak-anak sekarang jadi jarang makan di rumah.."


"Jangan mikir gitu, masakan kamu tetep enak kayak dulu. Mereka kan udah gede Na, kadang di ajak temennya nongkrong makan."


"Aku rindu tingkah mereka saat kecil dulu mas, gemesin, dan bikin suasana rumah rame. Ghani yang usil sama Nada, nanti suara kamu misahin mereka yang lagi berantem. . " Yuna duduk menerawang jauh di masa lalu.


Putra bangkit memberikan ciuman hangat di pipi istrinya.


"Yuk, bikin lagi. Biar rumah rame lagi. Mas masih sanggup sayang.. "


"Apaan sih kamu mas. gaje.. "


Putra tertawa lebar, menghujani wajah istrinya dengan ciuman penuh kasih sayangnya.


"Minggu besok aku uda undangan nikahan di anaknya pak Sobri. Kamu siapin semuanya ya sayang.. "


"Iya mas.. " Yuna tersenyum mengelus lengan suaminya .


"Ya udah, mas berangkat dulu. Mau ke gudang ngecek stock beras.. "


"Bawain ya nanti kalau pulang, 25 kilo aja. " Yuna berdiri untuk menghantar Putra ke depan.


"Loh, kemarin kan baru mas bawain.. udah habis .. ?"


"itu mau aku bawa ke rumah neneknya April, panenan ini kita belum berbagi sama mereka.. " ujar Yuna yang di balas anggukan suaminya.


"Kamu masih berusaha nyatuin mereka sayang .. ?"


"Iya mas, kayaknya Ghani tu sebenernya mulai ada rasa. Tapi belum nyadar.. " bisik Yuna.


"Baguslah, jadi ga perlu mau mutus-mutusin tunangan. Nanti giliran papa yang ngomong sama dia.. "


"Iya mas.. " Yuna menyalami tangan suaminya.


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


"Waalaikum salam..."


__ADS_2