April & Arga

April & Arga
Rina


__ADS_3

2 Wanita beda generasi tampak saling tersenyum menatap Arga. Arga di buat bimbang, tapi dia memilih menyapa April lebih dulu .


"Sayang, kamu udah belanjanya .?" di tariknya tangan April mendekat .


April yang baru saja terbuai akan ucapan suaminya hanya diam mematung .


"Hai Rin... " sapa Arga kemudian .


Rina tersenyum kaku sembari menggandeng anaknya mendekati Arga .


"Apa kabar Ga ..?" tanya Rina ramah, dia juga menatap ke arah April .


"Alhamdulillah, kamu apa kabar ?" jawab Arga.


"Baik juga Ga .. ini istri kamu ?"


"Ah iya " Arga menoleh pada April "Sayang, kenalin ini Rina ."


April melebarkan bibirnya mengulurkan tangannya dan di sambut Rina .


Tak mau berbasa basi Arga langsung pamit pada Rina , membawa April menjauh . Dia memilih menghindar, dari pada hatinya kembali goyah.


"Mana belanjaan kamu ?" tanya Arga saat istrinya tak menenteng barang apapun .


"Eh, aku belum beli apa-apa mas ." jawab April, sesaat matanya mengawasi sekitar . Dia teramat takut berpapasan dengan Yoga kembali .


Arga mengerutkan keningnya bingung, tapi kemudian kembali melangkah membawa istrinya ke sebuah toko .


Rina sejak pertemuan itu terus berusaha mencari nomor kontak Arga , keadaanya yang sebentar lagi menjadi janda membuat dia kembali ingin mencari celah mendekati Arga .


Bahkan wanita itu tak segan meminta langsung pada adik Arga .


"Nada, boleh gak mbak Rina minta nomer Abang mu, Mbak kehilangan kontaknya karna ganti Hp ." tutur Rina .


Nada yang baru selesai menyapu halaman rumahnya mengernyit heran. Bukan tidak tau kisah mereka, Nada juga tidak begitu menyukai Rina . Yang sejak dulu hanya memanfaatkan perasaan Arga padanya .

__ADS_1


"Maaf mbak, aku ga bisa ngasih sebelum izin sama Abang .Permisi ya aku mau masuk karna bentar lagi magrib." Nada berlalu begitu saja meninggalkan Rina yang tampak murung di depan pagar rumah mereka .


Dari dalan Yuna hanya mengawasi tingkah keduanya . Dia juga bernafas lega, setidaknya Nada tidak memberi nomor Arga pada Rina .


"Ya Allah, lindungi anak-anak ku dari segala niat buruk seseorang ." Yuna mengamini doanya lalu kembali menuju belakang menyiapkan makan malam.


.


Pagi itu, April sudah rapi menyambut kepulangan Arga yang kerja sift malam. Dia juga sudah masak untuk makan suaminya .


Deru mobil berhenti di depan rumah langsung membuat dia tersenyum lebar .


"Assalamualaikum.. " Sapa Arga dengan wajah lelahnya .


"Waalaikum salam.. " April mendekat mencium tangannya .


"Mas udah sarapan, mau langsung mandi atau gimana ?" tawar April .


"Udah sarapan tadi subuh, mau mandi aja ." jawab Arga lesu.


Arga mengangguk memasuki kamar lalu menuju kamar mandi belakang . April pun langsung menyiapkan baju ganti suaminya dan bergegas membuat kopi .


Tak lama Arga keluar sudah segar dan langsung menuju kamar mereka. Sedang April menunggunya di ruang TV .


"Sayang .." panggil Arga dari dalam kamar .


"Iya . ." bergegas wanita muda itu menuju kamarnya , "Kenapa mas ?" tanya April setelah menutup pintunya . Di lihatnya suaminya belum memakai baju dan hanya berbalut handuk .


"Sini .." Arga tersenyum menepuk pahanya, meminta istrinya mendekat .


April yang sudah tau arti senyuman suaminya berjalan mendekat . Duduk di pangkuan lelaki yang tadi tampak lelah di wajahnya .


"Mau apa .. ?" goda April seolah menantang .


"Mau ini .. " Arga me remas buah yang masih ber balut rapi itu . April tersenyum, berinisiatif memulai lebih dulu .

__ADS_1


Arga yang semula lelah menjadi sangat bergai rah oleh tingkah istrinya .


Keduanya saling menyesap madu cinta , hingga Arga hanya pasrah menikmati permainan istrinya di atasnya .


April bukan lugu, dia juga tau lelaki kadang juga ingin di layan, tidak hanya diam menerima. Dan dia begitu bahagia saat melihat betapa suaminya menikmati pelayanannya .


Arga mende sah pelan menikmati semua yang di beri April, rasa yang membuatnya melayang tiap saatnya hingga membuat ketagihan . Puncaknya mereka saling mengeram tertahan karena pelepasan. Membuat April ambruk dengan peluh mengalir di atas Arga . Nafas terengah-engah keduanya menyatu dengan senyum kepuasan. Arga menciumi wajah istrinya dan yang terakhir bibirnya . Sembari mengusap peluh di punggung istrinya .


"Kamu sekarang tambah pinter goyangnya ." puji Arga bangga.


"Apa sih mas, maluu .." April menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya .


"Belajar dari mana ..?" goda Arga sembari terkekeh .


April memukul ringan dada suaminya yang bergetar karna tawanya.


"Itu special buat kamu doank.. " jawab April sembari menutup matanya lelah .


"Ahaha ..." Arga yang gemas membalikan posisi istrinya, April yang baru akan terpejam di buat terkejut akan tingkah suaminya .


"Emang ga cape.. ?" tanya April sembari mengusap wajah suaminya .


"Enggak, tadi sih cape. tapi sekarang udah dapat booster baru.." Arga mel umat habis bibir istrinya dan tangannya tak berhenti me remas 2 buah kembar yang selalu membuatnya menggila sejak dulu .


Saat Arga sudah bersiap dengan miliknya, terdengar suara nenek dari depan mengucap salam . Yang ternyata sudah pulang dari pasar .


"April.. Nenek belikan cenil.. !!" suara cempreng nenek menggema membuat keduanya terkejut dan saling pandang.


"Iya Nek.. " jawab April . Dia bangkit berusaha menyingkirkan tangan suaminya .


"Mas, nenek pulang .." bisik April. Dia berharap Arga menyudahi semua dulu .


" Tanggung sayang.. " jawab Arga sembari meneruskan niatanya.


April terkejut hingga memekik lumayan kuat, membuat Arga yang ikut panik takut nenek mendengar suara April langsung membungkam mulut istrinya . Pagi itu mereka habiskan bermandikan peluh dan desa han saling tertahan karna takut di dengar nenek . Dan itu justru membuat mereka saling menggila hingga hampir tengah hari .

__ADS_1


__ADS_2