
"Makasih ya Ga, udah nganterin aku.. " April memberikan senyum tulusnya pada Yoga.
"Sama-sama. Ya udah sana masuk, udah telat nih.. "
"Ok, makasih sekali lagi. Bye.. " Ucap April sebelum berlari masuk.
"April, kamu kok telat sih.. ?" Nadia yang memang satu sift dengannya melihat April terburu-buru mengisi apsennya.
"Nanti aku ceritain.. " Bisik April.
"April, kamu terlambat.. ?" Seorang pria paruh baya melihat jam di tangannya dan menggeleng pelan.
"Maaf pak, ban motor saya pecah. Jadinya terlambat pak.. "
"Alasan kamu aja." Pria paruh baya itu menatap tajam ke arah April.
"Beneran pak, saya ga boong.. "
"Ini terakhir kalinya kamu terlambat , sekali lagi kamu terlambat dateng. Saya ga segan-segan untuk mecat kamu. "
April hanya menunduk dan mengangguk patuh. Sepergian pemilik mini market itu. Nadia langsung menariknya menuju kasir.
"Kok bisa ban nya mbeldos.. ?"
"Ya buktinya bisa Nad, aus gue.. " Di raihnya 1 botol mineral besar dan meneguknya.
"Terus lo kesini naik apa.. ?"
"Di anterin Yoga.. "
"Whatt.. ?? OMG, Yoga vocalis kemarin.Kok bisa Pril.. ??" Cerocos Nadia tak percaya.
"Bisa lah, gue ketemu dia di bengkel, karna dah mepet waktunya. Ga bisa nolak lah pas dia nawarin buat nganterin gue.. "
Nadia membekap mulutnya tak percaya, untung suasana mini market sedikit lenggang jadi mereka bisa mengobrol barang sebentar.
Sejam kemudian saat April mulai sibuk di bagian kasir, Yoga datang menghampirinya selayaknya pembeli. Mengantri di bagian lorong April walau hanya membawa botol minuman kemasan.
Mata April mengerjab indah saat melihat Yoga ikut mengantri untuk membayar. Dan tak lama tiba lah giliran Yoga.
"Motornya udah beres, ini kuncinya. " Menyerahkan botol minuman kemasan dan kunci motor.
__ADS_1
"Makasih ya Ga, jadinya berapa semua biayanya.. ?" April mengscan minuman yang di beli Yoga.
"Udah di bayar kok, kamu tenang aja.. " Yoga mengulurkan yang 50 ribuan untul minumannya.
April mengerutkan keningnya bingung. Tapi dengan tangan cekatan mengambil kembalian.
"Maksutnya, udah di bayar sama kamu gitu.. ?" Menyerahkan uang kembalian yang di terima oleh Yoga.
Yoga mengangguk dan tersenyum manis . Yang membuat wajah April tiba-tiba merona.
"Makasih ya, berapa semuanya..? "
Dia meraih tasnya mengambil dompet.
"Ga usah Pril, aku iklas. . kalau mau ganti, cukup pake nomer hp kamu aja "
Deg.
Ucapan Yoga membuat April seketika menghentikan gerakannya membuka dompetnya. Diana yag ada di meja kasir sebelah ikut tersenyum melihat keduanya.
"Kamu yakin..? " Tanya April kemudian.
"Yakin donk.. " Masih dengan senyum manis yang membuat April berdebar.
"Makasih ya.. "
"Makasih juga.. " Mengangkat kertas itu sambil mengedipkan matanya sebelah lalu melenggang pergi.
April tak bisa membendung perasaan bahagianya. Hingga tersenyum sepanjang sore.
"Cieeee... ekhemmm... " Goda Nadia.
"Apa sih .. " Malu-malu April menuju stand belanjaan untuk di rapikan saat tidak ada pembeli.
"Yang lagi PDKT.. " Nadia begitu semangat menggoda April.Tapi tak di endahlan oleh gadis itu.
"Pril dapet kiriman xxxxfood nih.." Dika menyerahkan plastik ke padanya.
"Gue ga pesen xxxxxfood Dik"
"Kirain lo order, kata abang yang anter buat lo Pril.. "
__ADS_1
Ragu-ragu April menerimanya. Membaca kemasannya sudah pasti isinya nasi dengan Ayam geprek istimewa.
"Lo yang bayarin donk.. ?" Tanya April pada Dika.
"Enggak.. " Dika menggeleng pelan.
"Udah di bayar katanya.. "
"Wahh.. enak banget sih Pril, ada pemuja rahasia ngirimin makanan." Nadia ikut mendekat dan melihat.
"Nih ada 3 bungkus Pril, kayaknya buat kita-kita juga deh.. "
"Ya udah kalian ambil satu-satu.. " April memberikan satu bungkus untuk Nadia dan satu untuk Dika.
"Thanks ya.. " ucap keduanya.
"Jangan sama gue, sama yang ngirim.. " Melangkah menuju kasir dan menyimpan kotak makanan itu di etalase bawah meja.
"Sama siapa? lo aja ga tau yang ngirim siapa" Diana lebih dulu menuju belakang untuk makan.
April kembali sibuk dengan pembeli, selepas Adzan maghrib dia baru bisa menyantap makanan lezat itu.
.
Pukul 10, karyawan yang termasuk juga April menutup pintu mini market untuk pulang.
"Ini pak kuncinya.. " April menyerahkan kunci ke pemilik mini market yang menunggu di depan.
"Kalian pulang hati-hati.. " Ucap pemilik itu sebelum masuk ke mobilnya.
Bertiganya langsung memakai helm dan menyalakan motor masing-masing.
"Gelap banget, kayak mau ujan.. " ucap Nadia.
"Makanya buruan, biar ga ke ujanan di jalan.." jawab Dika .
April lebih dulu menjalankan motornya di ikuti Nadia dan Dika.
Sesampainya di pertigaan, mereka berpisah. April menuju jalan yang berbeda untuk pulang ke rumahnya.
Suara petir mulai menggelegar di ikuti angin kencang. Jalan yang di lalui adalah perkebunan karet yang cukup sepi. Biasanya jalan ini ramai, karna ini adalah jalan utama desanya menuju luar.
__ADS_1
Dengan sedikit was-was April menambah laju motornya . Ada rasa nano-nano di fikirannya. Dan benar, tiba-tiba mata nya menangkap bayangan di depannya.
"Ya Allah.. "